
" mamah setuju " ucap mamah pada Ar dan Sisi .
" mah " sisi menghampiri Sang mamah .
" kenapa sayang ,mamah tidak keberatan ko , kalian yang sabar ya, ini semua ujian rumah tangga , kalian pasti bisa melewati ujian ini ,kita hadapi dengan ikhlas " ucapan sang mamah membuat Ar terharu dia bersyukur memiliki ibu mertua yang pengertian , dan dia tidak bisa mencegah perlakuan bunda pada keluarganya .
" maaf , kini Ar tidak sekaya dulu mah , tapi Ar janji akan kerja keras lagi apapun itu mah " ucapnya dalam isakan nya .
" mamah percaya kamu adalah laki laki yang bertanggung jawab,jangan pernah membenci takdir ok " ucapnya seakan tau Ar yang terlihat masih kecewa pada bunda dan adiknya .
" eeehm .... insyaAllah mah ,Ar hanya butuh waktu ,belajar ikhlas itu tidak mudah " jawaban Ar membuat hati Sisi kembali teringat perlakuan bunda pada suami dan anak ankaknya .
" sudah sudah ,sebaiknya kita mulai paking pakingnya keburu malam .
" ok " ucap suami istri mencoba semangat .
" sayang ,sebaiknya kita bawa pakaian Azzam dan Azzura di koper yang besar ,kalo baju kita secukupnya saja ok " perintah Ar pada sisi.
" iyah ayah gantengku "jawab sisi lembut
Cup
Ar yang tak kuasa menahan kekecewaan dengan mengecup kening sang istri dengan lembut ,ingin rasanya Ar teriak sekencang kencangnya ,emosi yang masih tersimpan di hatinya .
" mas sayang kalian " ucapnya pelan .
" loh ko sedih ,kami juga sayang ayah banyak banyak ,sini peluk " Sisi yang paham akan keadaan hati sang suami yang menahan kesal dia memberikan pelukan hangat pada suami tercintanya
pelukan hangat Sisi memberikan hati Ar menjadi tenang dan kembali semangat .
*
*
*
" bu Dijah ,maaf yah kita pindah ke tempat dulu lagi ,tidak keberatan kan , gimana kang soleh juga ko dari tadi diem aja " tanya mamah Sisi .
" ibu ,saya dan istri tidak keberatan , saya hanya tidak tega sama keluarga ibu selalu dapat masalah ,apalagi si kembar " ucap kang soleh sedih.
" makasih kang soleh ,bu dijah , kalian benar benar orang baik " pujinya pada kedua nya .
" ayo bu bawa Zurra dan Azam ke dalam mobil ,tenang mobil angkot kang soleh itu sudah wangi dan nayaman .
Mamah shopi benar benar terharu pada bu dijah mereka tau apa yang di butuhkan keluarganya .
" bu ayo ," ajaknya
__ADS_1
" ayo , untung mereka sudah tidur pasti tidak akan rewel ya" gumamnya pelan pada bu dijah .membawa keduanya masuk dalam mobil ,benar kata bu dijah mobilnya memang sudah wangi ,ditambah kang soleh menyusun kasur yang terlihat nyaman .
" wah ini pasti nyaman bangat bu dijah " serunya mamah pada saat melihat angkutan umum di sulap menjadi kamar yang nyaman .
" iya dong ,kang soleh gitu loooh " jawaban Bu dijah membuat mamah sisi tertawa begitupun Sisi dan Ar yang sudah ada di belakangnya .
"sini neng kopernya akang taro di atas aja ," ucap kang soleh dan meraih koper tersebut
"sisanya bisa di masukan ke dalam pojokan mobil " lanjutnya .
" maksih kang ,ayo saya bantu ikat " Ar yang awalnya bingung harus membawa mereka pake apa ,namun kini dia semangat kembali , setelah melihat angkutan umum ini menjadi nyaman untuk kedua buah hatinya .
" ayo den. " ajak kang soleh tak kalah semangat .
sedetik pun mereka tak memandang rumah sang bunda ,mereka hanya fokus pada kegiatan nya masing masing .
" nah tinggal di tutup terpal supaya kalo ujian tidak kebasahan kopernya " ucap kang soleh
" iya ,kang soleh pintar " fuji Ar membuat kang soleh merasa di hargai .
" ayo kang tarik yang kencang terpalnya" teriaknya
" siap ,satu ,dua ,tigaaaa, " terikanya
setelah merapikan barang barang di atas Ar kembali merapikan alat alat si kembar di dalam mobil karena isinya barang barang seperti popok dan susu ,tidak lupa baju baju yang sekiranya bikin di butuhkan selam di perjalanan .
" tidak usah " jawabnya dingin .
" ayo masuk , kamu pasti sudah lelah berdiri " . ajak Ar pada sisi
" baik mas ," Sisi yang tau suaminya menjadi sensitif jika menyinggung sang bunda .
" sudah siap ,mas tutup yah pintunya ,Ar yang melihat sisi sudah di dalam dia menutup pintu dengan pelan .
" kang ini hanya separuh apa semuanya "
" semua aja den ,biyar gak di stop penumpang " teriaknya .
sisi yang duduk selonjoran dengan memangku Azam merasa nyaman ternyata kang soleh pintar juga dalam menata kasur dan bantal kecil kecil ,tidak lupa dia memasang kipas angin yang cukup menyejukkan merka selama dalam mobil .
" neng biyar ibu aja yang mangku aa Azam nya " pintanya
" gak usah bu ,ibu sudah dari tadi memangku nya ,kasian bu dijah tiduran aja" perintahnya sopan .
"iis si neng mah mana bisa bu dijah tidur ,sayang banget nanti gak bisa liat pemandangan kota kita nanti " serunya .
" he he he ibu dijah bisa aja " timpal Mamah shopi .
__ADS_1
suasana perjalanan begitu heboh ,Sisi dan kedua anaknya begitu menikmati perjalanan ini ,namun tidak dengan Ar yang sedari tadi duduk di samping kang soleh hanya mendengarkan celotehan celotehan istri dan mertuanya ,sesekali mereka tertawa saat putranya tertawa ,zurra yang nyaman dalam gendongan Sang oma tidak sekalipun dia terbangun .
seungguh pemandangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya ,dia membawa istri dan kedua anak anaknya dalam mobil angut,da rasa sesak di dada ,namun dia berjanji semua ini tidak akan lama
"mas janji ,akan membahagiakan kalian semua ,mas akan berusaha membuat kalian bahagia tanpa harta orang tua ,aku bersyukur dengan adanya masalah ini membuat aku semakin yakin jika Sisi adalah jodoh yang terindah yang Allah kasih ,kalian adalah semangat hidupku " ucapnya dalam hati,sekuat hati dia menahan air mata nya namun akhirnya lolos juga,perkataan dan perlakuan sang bunda kembali terlintas dalam ingatan nya .
Azam yang selalu malu malu ,kini balita itu bisa tersenyum jika melihat tingkah bu dijah bicara .
perjalanan panjang memberikan semangat bagi keduanya ,sisi maupun Ar hanya mengikuti alur jalan takdir mereka .
Tiiiiiin tiiiiiin tiiiii .....
Suara kelakson menggetkan Sisi dan Ar secara mereka telelap dalam lamunan nya ,tak terasa perjalanan pun sudah sampai .
" kang ,itu rumahnya " tanya Ar yang tidak percaya perubahan derastis rumah tampak menjadi luas dengan warna cat yang begitu sejuk di pandang .
" iya den ,kemarin kan sudah selesai renovasinya ,kami sengaja merahasiakan semuanya ,kami lakukan semata mata hanya ingin memblas kebaikan aden sama neng sisi ,kami udah bnyak di bantu ,ini rumah masih hak milik aden ,saya cuman merawat dan memperbaiki,secara kita berharap aden dan neng bisa kemabi ke kota ini , eeh doa saya terkabul " penjelasan panjang Kang Soleh tak pernah di sangka jika mereka memeiliki ide ini .
" waaah kang ,ini sih keren bangat ,iya kan mah " sisi yang terlihat takjub melihat kondisi rumah yang dulu kecil kini sudah luas seperti sekarang ,halaman yang sudah di sulap menjadi taman bermain .
" iya kang, rumah yang dulu kan tidak bihini ,kalian bener bener pasangan paling ok " ucap bunda bahagia .
" kang soleh gitu loh " timpal bu dijah dengan muka jenakanya .membuat semua orang tersenyum .
" ayo bu ,neng ajak den kecil masuk kasian ini hampir malam " ucap kang soleh
" ayo mah ,Azam sudah bangun ni ,azura ko bobo lagi sih enak yah bobonya " goda Sisi .
setelah semua masuk, kamar yang dulu hanya ada 2 kini kamar nya sudah menjadi empat, dan di samping rumah da bangunan kosong di situ alat alat tempur Sisi membuat kue kue ,kang soleh sengaja membuat ruangan khusus buat alat alat kue Sisi siapa tau jika neng sisi pulang bisa bikin kue lagi, ternyat duagaan nha benar ,kini mereka kembali pulang ,meski alat alat nya belum lengkap tetapi begitu berharga .
"mas ,ini keren yah ,aku bisa bikin kuenya leluasa yah mas " ucap sisi bahagia .
" tapi mas gak mau kamu jualan lagi ,mas masih mampu ko mencari nafkah tanpa kamu jualan ,Ar merasa takut jika Sisi kembali berjualan.
" kalo ada yang pesan boleh kan mas " godanya
" no " singkatnya sambil membawa sisi dalm pelukan ,kini Ar hanya butuh pelukan sang istri yang membuat hati dan pikiran nya tenang .
bebrapa detik Ar memeluk tapi si kecil Zura menagis karena tertekan tubuh kedua orang tuanya .
" mas.... ini gimana anaknya " protesnya
" o ....iyah mas lupa " ucapnya sambil salah tingkah , melihat putrinya menangis kencang karena ulahnya .
bersambung .
jangan lupa like ,komen dan vote .
__ADS_1