
Hari pun berlalu ,
Ar yang memang belum memiliki perasaan terhadap Sisi, namun Ar tidak keberatan dengan kehadiran Sisi ke cafenya .toh itu tempat umum jadi sah sah buat siapapun untuk berkunjung .
namun tidak bagi Sisi, semenjak kejadian itu Sisi berharap Ar memiliki perasaan yang sama sepertinya ,,karena perhatian Ar membuat Sisi terpesona ,kelembutan cara Ar berbicara pada nya membuat hati Sisi menghangat.
" mas Ar Sisi boleh minta tolong temenin ke acara tidak ?
" minta tolong apa ?
masih memandang hp yang sepertinya ada pesan masuk,karena terlihat jelas Ar lebih fokus ke hp dari pada Sisi.
" pergi ke acara Winda mas , tapi klo mas Ar tidak bisa juga tak apa.
seketika ar menatap Sisi dengan lembut
" Mas Ar mau kan temenin Sisi ? permohonan Sisi pada Ar.
Ar membenarkan posisi duduknya sejenak meletakan hp nya di atas meja .
" maaf untuk besok malam mas tidak bisa , karena ... Sisi memotong perkataan Ar dengan cepat dia tak mau mendengar alasan Ar ,takut bertambah kecewa.
" tak apa mas ,mungkin kita belum jodoh pergi berdua x yah, dengan cepat Sisi menundukkan kepalanya "merasa tak enak hati .
Ar sendiri sebenernya bukan tidak mau menemani Sisi ,namun Ar tak mau memberi harapan palsu pada Sisi ,Ar tau perasaan sebenarnya Sisi padanya ,bukan hanya menganggap sebagai teman lagi, melainkan lebih dari teman.
jujur Sisi memang wanita yang cantik dan ceria ,meski sedikit manja ,tapi saat ini Ar belum merasakan getaran cinta.
Rasa cinta dan sayangnya masih tersimpan untuk Rania seorang .
merasa tidak ada pembahasan lagi,Sisi memilih untuk pulang.
" kalo begitu Sisi pamit pulang mas ,bay mas Ar ... Sisi mencoba menutupi rasa kecewanya . sedikit ada rasa malu karena di tolak mentah mentah .
Tadinya Ar berniat mengantarnya pulang ,namun Sisi menolaknya dengan alasan mau ke rumah teman terlebih dahulu.
" hati hati di jalan ya si ,kabari aku jika sudah sampai " .
dengan senyum canggung Sisi mengangguk.rasanya gak da niat sisi menjawab.
Sisi pun pamit pergi ,meninggalkan Ar yang masih menatap kepergian nya.
jujur Ar jadi gak tega dia melihat sorot mata yang sedih.
setelah Sisi pergi Ar bergegas memasuki mobil yang ada di parkiran ,karena berniat pulang ke rumah .rasa rindu pada sang bunda dan adiknya .
sementara itu
Setibanya di rumah Sisi di kagetkan oleh salah satu ASisten rumah tangga,menghampiri dan memberi kabar ,yang tak kalah syok .
Niat hati ingin cepat - cepat pulang karana sakit hati ,malah sebaliknya , bahkan nie membuat hati tambah terluka . karena baru kali ini mendengar papah mengalami sakit jantung .
__ADS_1
segera mungkin Sisi melajukan mobil dengan kecepatan penuh .rasa panik dan khawatir Sisi tak peduli dengan keselamatan nya.
ckleekkk.... perlahan pintu kamar terbuka ,tampak Sisi melihat dengan jelas seorang papah yang selalu ceria dan tak pernah mengeluh sakit ,saat ini terbaring lemah dengan tangan di infus ,dan di bantu alat pernapasan terpasang .. membuat hati makin sesak.
" papah .... papah kenapa jadi begini pa" lirih Sisi menghampiri papahnya dan mamahnya .. sontak membuat sang mamah melihat sang putri yang menangis .
" Sisi sayang jagan menangis lagi,mencoba menenangkan sang putri, kita doakan papah supaya cepat sembuh ok "
merasa tak tega melihat sang putri masih memeluk dan menangisi sang papah , yang belum ada tanda tanda sadar .
sambil memeluk sang anak ,tak terasa air mata mamah shopi menetes yang sudah tak kuat untuk di tahan .
membuat keduanya larut dalam kesedihan .
tit.... titi.... tiiii..,.........iiii suara monitor membuyarkan pandangan dan membuat mamah Sisi panik,Sisi yang ikut panik
segera menekan tombol darurat ..
beberapa menit dokter masuk ,,, dan kenyataan ,bahwa papah di nyatakan meninggal dunia ..
Duuuarrr..... bagai di sambat petir Sisi dan mamah nya syok membuat mamah shopi kehilangan kesadaran nya ...
kediaman rumah duka
" Si winda menangis dan memeluk Sisi ...hik hik hik .... loe yang sabar ya... tante aku juga gak percaya kalo om bisa secepat ini meninggalkan kita .. ...
dengan pandangan kosong Sisi belum bisa percaya berharap bahwa ini hanyalah mimpi .
Winda dan mamah sisi sedang makan malam ,tanpa sepatah katapun yang keluar ,, yang ada hanya tatapan kosong Mamah shopi ,begitu menyedihkan harus di tinggalkan terlebih dulu oleh orang yang paling dia cintai ...
menjalani kehidupan rumah tangga besama sang suami ,susah senang mereka hadapin . tak pernah ada kata menyerah bagi mamah Sisi di saat kesulitan menerpa .
kini sang suami pergi tak kan kembali ..meninggalkan sejuta kenangan indah ,,,.
Sementara itu Ar yang tidak tau kabar meninggalnya papah Sisi karena malam itu Ar mengajak bunda dan adiknya ke villa,yang letaknya lumayan jauh di luar kota .
"bunda , Denis mana bun ? "
dengan senyum mengembang sang bunda.membuat hati Ar tenang dan adem .
" ada di kamar atas sayang , kenpa nak ?"dengan lemah lembut sang bunda bertanya .
" boleh yah abang ke kamar dennis bun ,ada yang harus abang bicarakan ,bunda percaya kan ,abang sayang ade ko bun".
bunda hanya mengangguk .. mungkin Ar kangen .pikir bunda .
tok tok tok ..
" de boleh abang masuk "
tak ada jawaban , namun Ar memaksakan untuk masuk .
__ADS_1
dengan tatapan membunuh Denis melempar nya dengan bantal .karena saking kagetnya .
membuat Ar kebingungan ko dia malah melempar bantal .
"abang ... maaf bang .. "
reflek Denis mengucapkan kata kata itu ,membuat hati Ar senang karena sudah dua tahun sebutan abang tak pernah terdengar dari mulut sang adik .
Ar menghampiri Denis ,sepertinya denis sedang memperbaiki bingkai foto ..
tiba tiba Ar memeluk sang adik ,yang sudah lama tak pernah di lakukan nya karena insiden itu .. membuat keduanya seperti musuh saja.
Denis yang akhir -akhir ini sudah sedikit melupakan kejadian itu ,dan memilih ikhlas dengan keadaan nya saat ini, mencoba berdamai dengan sang kakak. dia tidak mau melihat lebih banyak air mata bunda lagi ,jika setiap pertengkaran keduanya terjadi.
denis membalas pelukan sang kakak yang selama ini dia rindukan ...
" maaf ..."kata kata itu lolos dari mulut Denis.
Ar mengurangi pelukan nya menatap sang adik dengan lembut, menghapus air mata yang lolos keluar daei pipi sang adik.
" abang yang salah de,karena gara gara abang kaki kamu begini .
dengan cepat Denis menggelengkan kepala mengisyaratkan bahwa ini takdir .
"abang mau kan memaafkan ade? ade sering mengeluarkan kata kata yang tak pantas , sering nyakitin hati bunda dan abang ,sering merepotkan kalian " dengan suara parau ... ."
" tidak ada yang harus di maafkan de,abang sudah memaafkan itu karena ade abang memakluminya ko".
seketika mereka berpelukan lagi begitu rindu dan seakan akan mereka tidak pernah bertemu .
di balik pintu da seseorang yang menatap keduanya dengan senyuman ,karena doanya selama ini terkabul ,menantikan momen ini dimana kedua putranya berbaikan .
"ooh .... gitu yah bunda ko gak diajakin sih malah di cuekin", bunda merajuk .
seketika Arsya menghampiri bunda untuk duduk di tempat tidur agar bisa di peluk bareng bareng .
dengan mata berkaca kaca bunda memandang kedua putranya . "terima kasih banyak sudah mau berdamai ,bunda bangga sama ade yang sudah memaafkan abang , dan untuk abang Bunda ucapkan terima kasih karena abang selalu sabar menghadapi ade yang keras kepala ini" ucapnya senang sambil bunda mengacak rambut si bungsu .
"bunda rambut ade berantakan nie" ,protes Denis sambil memanyunkan bibirnya .Ar yang merasa gemas malah ikut ikutan mengacak rambut adiknya .mereka seperti anak kecil saling lempar bantal .
keceriaan yang selama ini hilang, kini telah kembali hadir di keluarga Arsya .
mereka kembali berpelukan seakan akan tidak mau melepasnya .
seneng nya kalo Mas Ar sudah baikan ...
ikutan sedih ngetiknya aku ...
like
vote
__ADS_1
komen