
deg
Dion tampak tak percaya jika Rina bersikap tidak baik pada karyawan lain,memeng Dion akui Rina tak pernah bermalas-malasan untuk bekerja dari dulu dia selalu bekerja keras,namun tidak untuk sekarang ,Rina terlihat memanfaatkan kedudukan nya saat ini ,seenaknya saja memerintah orang lain membuat semua orang membencinya ,
" sebaiknya aku tanyakan ini secepatnya " gumamnya
tok
tok
tok
" masuk ," ucapnya di dalam ruangan
" maaf mas ,ada perlu apa yah panggil Rin tiba tiba?" heran nya
" sebaiknya kamu liat ini rin" ucapnya
" menurutku itu tidak ada yang aneh, mereka pantas mendapatkan teguran nya ,aku berhak dong memberikan hukuman " jawabnya santai
" apa maksudmu ,sekecil apapun masalahnya itu tidak akan baik jika di hukum seperti itu,dan aku harap kamu tidak menggunakan jabatan mu untuk memerintah " tegasnya
"suka suka aku mas ,mereka bawahan ku , karena mas sendiri yang memberikan jabatan itu " ucapnya angkuh .
" oh ok jika itu alasan mu ,aku akan pastikan jika lebih baik kamu menjadi bawahan saja ,karena kinerja mu itu masih dibawah mereka ,sepertinya aku dulu terlalu cepat menilai seseorang " ucapnya sinis
" terserah anda pak Dion ,kalo tidak ada yang dibahas lagi saya permisi " ucapnya angkuh .
" dengarkan ucapan ku satu kali lagi ,jika anda melakukan yang tidak sesuai pekerjaan mu siap siap ,anda harus menjadi bawahan lagi " ancamnya .
" terserah anda ,yang saya tau Anda bukan BOS besar di cafe ini " cibirnya dan berlalu meninggalkan ruangan Dion .
Dion merasa heran kenapa dulu menyimpan cinta yang besar padanya .
" aah ,ternyata benar dia bukan Rina ku yang dulu ,Rina yang lembut dalam berucap ,,kepalaku seperi mau pecah ," gumamnya
*
*
" maafkan aku Dion , aku berubah karena aku malas di cintai olehmu , gumamnya pelan .
__ADS_1
" eh .. itukan Denis ,dia ada di Sini ? dia telah kembali rupanya , aku udah cantik belum yah, semakin hari dia semakin tampan apalagi sekarang dia sudah sempurna tidak cacat lagi " ucapnya dalam hati .
keputusan Ar untuk menyerahkan cafe ini padanya sudah dari dulu ,Ar di percayai Om Reza untuk meneruskan usaha papa Sisi yang sempat bangkrut ,untuk itu Denis akan pindah ke kota ini dan tinggal dengan sang bunda .
*
*
*
" sayang ,kamu sudah baikan apa makin parah hem " tanyanya lembut
" mas ,ko pulang Sisi udah mendingan ko ,liat aku udah gak panas lagi mas " jawabnya pelan
" mas gak mau kamu sakit sayang , kita ke dokter yah" tawarnya lembut
" gak usah mas ,nie sebentr lagi aku sehat , "tolaknya
" yakin ?"
" hemm, yakin banget ini cuman kecapean saja mas , oiyah si kembar kemana? " tanyanya penasaran
" lagi di bawah sama bunda dan mamah ,mereka mau nginap di Rumah bunda boleh ?" ucapnya hati hati .
"ok sayng sebaiknya kamu istirahat lagi ya, mas temenin mau "tawarnya .
" mauuu peluk yah ,panas aku udah turun ko mas ," ucapnya manja .
"mau kamu panas pun mas akan peluk kamu ,sini " ucapnya sambil membawa Sisi dalm pelukan nya meski sedikit hangat di tubuh sang istri Ar tidak peduli .
*
*
*
" lagi ngapain sih jeng , ko ngintip ngintip kamar mereka ? " tanyanya bunda pelan
"husssst ,keceliin dikit ,noh mereka romantis banget yah jenk ,aku ko jadi iri " candanya sang mamah Shopi
"iih dasar genit ,mau yah di peluk peluk juga , sini tak peluk " tawarnya .
__ADS_1
" enak aja ,aku masih normal jeng ,o iyah si kembar siapa yang jagain jenk " tanyanya panik
" yaampun aku lupa mereka di bawah hanya berdua jeng ayo turun " ucapnya sambil berlari .
" dasar nenek pikun ,tadi kan aku titip mereka dulu nie malah ikutan nguping , sungutnya
" sudah jangan ngomel dulu ,lagian ,kamu ko bisa lama banget tadi kan bilang nya mau antar buah itu ke Sisi malah nguping aku jadi kepo , ucapnya sambil berjalan
keduanya saling menyalahkan namun ada kelegaan ternyata kedua cucunya masih aman karena Winda .
"winda , kamu kesini nak " ucapnya kaget
" hem ,bunda sama tante ko ninggalin si kembar di sini sih , untung aku kesini , kalo ada yang nyulik gimana ? "tanyanya .
" hustt , diem dulu Winda janga bilang bilang yah ,kita tadi dari kamar sisi ,nie bunda mu ,lupa ninggalin Si kembar sendiri ,mana bibi lagi di pasar , " jawabnya
"iyah ,maaf yah bunda lupa ," ucapnya pelan .
"bagus ,gitu dong ,mangkanya jangan kepo sama anaknya yang lagi mesra mesra-an " cibirnya
" he he he iya kami emang nenek nenek kepo " ucap sang mama dan Bunda .
"mereka tidurnya nyenyak banget yah ,ngertiin bangat bundanya yang lagi sakit , anak pintar " pujinya
" iya lah siapa dulu oma nya oma shopi"
"eits aku nenek baik hatinya nenek Anita , uuuh rasanya mereka baru kemarin nikah udah punya buntut aja " ucap Bunda membuat Winda tertawa . .
" hust hust hust ...winda ,ketawanya kecilin napa nak "
" ups maaf maaf ,abis bunda lucu ," keakraban mereka memang sering terjadi ,bunda dan mamah Sisi tak pernah membedakan antara Sisi dan wiinda keduanya mereka perlakukan dengan adil .
*
*
*
"pak Denis "
bersambung
__ADS_1
jika berkenan di hati teman teman boleh dong dukungan nya jangan lupa yah di vote ,like dan komen .
lanjut ?