Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 91


__ADS_3

waktu terus bergulir dengan cepat ,kini Azzam sudah berada di ruangan di mana sang istri akan melahirkan dengan cara operasi , apapun itu tetap saja memebuat Azzam kembali meneteskan air matanya merasa tidak tega jika melihat pujaan hatinya kesakitan


" oek oek ... " tangisan kedua ank Azzam berhasil membuat hati Azzam kembali menangis namun tangisan kali ini ia tangis bahagia karena kedua anaknya selamat dan sempurna


" Alhamdulillah , yang makasih keduanya sempurna dan lihat anak anak kita mereka cantik dan ganteng , aku izin mengazanin sebentar yah " ucapnya


" hem .. iya papi Azzam " dengan suara lemah namun Sifa bahagia ternyata dia sudah menajdi seorang ibu dari kedua anaknya .


suasana tegang masih menghantui di luar ruangan ,Sisi beserta ayah Ar sudah tidak sabar ingin melihat kedua cucunya namun ruangan masih tertutup rapat .


" yah ,aku takut terjadi pada mereka, oiyah kamu liat Dion tidak mas ?" karena awalnya Sisi melihat sang besan ada di depan sama sama menunggunya


" o iyah yah ,kemana tuh cunguk, sebentar ayah telpon dia ,enak aja gak nungguin putrinya lahiran " gerutunya namun tangan nya sibuk menekan no sang sahabat sekaligus besan nya


" hallo ,loe dimana ? tanyanya


" aku lagi di kamar mandi Ar ,perutku dari tadi ikutan mulas " jawabnya di sebrang sana


" o mulas ,cepat lah kau tuntaskan " dan Ar mematikan telponnya tanpa mendengar jawaban Dion


ckelek ...


keduanya menghapiri sang putrany dengan penampilan begitu kacau

__ADS_1


" Abang, bagaimana keadaan cucu bunda dan Ayah ,bagaimana Sifa nak? pertanyaan Sisi begitu banyak sehingga Azzam bingung untuk jawabnya .


" cucu bunda selamat mereka cantik dan ganteng bun,yah " ucapnya antusias


" Alhamdulillah ,mas Ar kita sudah jadi nenek dan kakak mas " ucap Sisi haru dan tak lama kedua susuter membawa kereta bayi keluar dengan keadaan sudah wangi .


" mas merkeka lucu lucu yah "


" bunda itu anak anak anak ku bun ,hebat kan aku bun" seru Azzam bangga


" iya merkeka anak kamu tapi mereka cucu kesayangan ayah ingat mereka hebat karena kakeknya hebat loh " perdebatan mereka berhenti saat Dion kembali dengan jalan sempoyongan


" dion loe masih mulas ,kenapa sih kamu gak liat noh cucu cucu kita udah lahir dengan selamat ,pokonya mereka bikin aku gak sabar ingin gendong .


" enak aja aku dulu aku juga kakek nya loh "jawab Ar tak mau kalah .


sementara itu Sisi dan Azzam meninggalkan keduanya yang masih asik berdebat .


suasan ruangan begitu indah di mana Sisi dan Azzam sudah menggendong kedua nya dengan Azzam menngendong sang putri dan Sisi menggendong cucu laki lakinya yang terlihat sudah kehausan


" Azzam merkea sepertinya sudah haus "


" trus gimana bun ? " tanya nya polos

__ADS_1


" kira kira kalo kamu haus kamu ngapain ?" tanya Sisi gemas


" minum lah bun ,gitu aja nanya " geritu Azzam


tak lama beberpa suster sudah membawa Sifa kembali keruangan dan membantu agar Sifa memeberi keduanya asi , meski awal awak sungguh membuat nya ragu akan asinya ,namun Sifa harus bisa dan sabar dalam memebeei Asi kepada keduanya ,namun tiba tiba tangan sang suami mengagetkan nya.


" yang kamu ko buka punya aku sih ,kenapa ? ucapnya polos


" pi,mereka haus , jadi aku harus menyusui nya kamu harus berbagi yah ,dengan hati hati Sifa menjelaskan kepada sang suami karna saat ini yang putra putri mereka butuhkan hanyalah asi nya .


" baiklah , papi kasih pinjam aja yah " jawaban AzAm berhasil membuat sang istri tertawa campur perih saat sang putra menghisap pu**ng nya .


" Azzam anak bunda yang ganteng , kamu harus libur yah itu milik mereka bukan kamu lagi , hanya 2 tahun bang " ledek sang bunda membuat reaksi muka AzAm kembali cemberut .


setelah keduanya tertidur Azzam menyuapi Sifa untuk makan siang ,dengan telaten tangan itu menyuapi sang istri dengan begitu sayang .


" pih ,kamu ko manyun sih ,mau aku cium yah " ledek Sifa dia tau suaminya masih gak rela aset kesukaan nya di rebut kedua anaknya .


" boleh cium tapi aku mau pegang boleh gak mi" ucapnya lirih


dengan anggukan Sifa mengecup bibir sang suami namun saat ingin memegang aset sang istri tiba tiba Kuping Azzam ditarik Sang bunda .


" aw ... ampun bun.." ringisnya .

__ADS_1


__ADS_2