
suasana cafe memang selalu ramai sehingga tak ada seorang pun terlihat santai ,dari arah pintu seseorang memasuki cafe tersebut dengan penuh keraguan .
" permisi ,ada yang bisa saya bantu mba ? " tanya sang pelayan .
" eee... maaf boleh saya bertemu dengan pemilik cafe ini " ucapnya sedikit gugup
" maaf dengan mba siapa ?" tanyanya lagi.
"panggil saja melda " tegasnya
" baiklah saya pamit ke pak Dion sebentar ya .
" baiklah , terima kasih banyak sudah mau membantu " ucapnya sopan
" sama sama " ucapnya lalu pergi menghampiri pak Dion.
*
*
*
Dion menghampiri Melda dengan maksud ingin mengetahui terlebih dahulu maksud dia datang ke sini .
" Ehm ... " suara deheman Dion mampu membuat hati Melda merasa gugup ,entah kenapa dia semakin tidak punya nyali untuk menemui Ar dan Sisi saat ini .
" silahkan duduk kembali " ucapnya dingin .
" jelaskan apa maksud kedatangan nona melda ke cafe ini , ?" suara tegas Dion
" maaf pak , tujuan saya datang kesini hanya mau meminta maaf langsung pada pak Ar dan bu Sisi ,"jawabnya dengan bahasa formal karena dia sama sekali tidak berani jika harus tidak sopan di depan Dion
" semua masalah sudah kelar ,dan anda sendiri sudah mendapatkan hukuman nya jadi saya rasa tidak perlu ada kata pertemuan lagi ,saya rasa hukuman itu memang tak pantas jika di bandingkan dengan penderitaan bu Sisi" bentaknya .
"maaf ,pak Dion ,saya mohon sekali ini saja saya hanya mau meminta maaf langsung pada Pak Ar dan Bu Sisi pak " mohon nya
__ADS_1
"anda yakin jika hanya meminta maaf " ucap Dion
" iya pak , setelah itu saya tidak akan lagi mengganggu mereka pak ,saya mohon " ucapnya lirih .
" baiklah ikut saya ke ruangan pak bos , kebetulan bu bos juga ada " ucapnya lebih santai ,Dion merasa Melda sudah jauh berubah , semua sikap yang dulu melda punya kini dia lebih sopan pada nya .
" terima kasih pak ,ucapnya senang , dengan reflek Tangan nya menggenggam tangan Dion yang da di atas meja .
deg .... deg.... deg...
jantung keduanya terasa lebih cepat dari biasanya entah kenapa .
" maaf ,saya reflek pak " sesalnya .
" ehm ... " kemudian mereka menaiki lantai kedua untuk mengantarkan Melda ke ruangan bos besar .
tanpa mereka sadari ,semenjak kedatangan Melda dan berbicara pada Dion mata itu tak henti henti melihat gerak gerik keduanya ,da rasa tidak rela jika Dion dekat dengan wanita lain selain dirinya, sorot mata yang dulu teduh kini memancarkan kemarahan yang paling dalam ,meras tidak rela jika Dion benar benar melupakan nya .meski dalam hati nya nama Denis masih merajai di hatinya .
*
*
*
" masuk , ucap sang bos
Clek ....
tiba tiba perasaan marah dan kecewa kini kembali datang ,Ar yang lihat sosok yang selama ini dia ingin lupakan , kini kembali mengingatkan perlakuan buruk Ar pada sang istri tercinta ,ada banyak pertanyaan kenapa Dion membawa wanita itu kembali , namun dengan sekuat tenaga Ar mencoba tenang ,tiba tiba siapa sangka Suara Sisi saat keluar dari kamar pribadinya membuat semua orang menatap nya dengan serius .
" kamu Melda kan?" kata yang berhasil membuat Ar tegang ,dia tidak Mau Sisi kembali marah padanya . namun siapa sangka Sisi tak pernah menyimpan dendam sedikitpun padanya . karena dia tau alasan sebenarnya,mengapa melda melakukan itu padanya ,hanya dendam yang semua orang pasti alami .
"ii...iya bu ,dengan gugup Melda tak mampu menatap keduanya .
"Dion,Mel ayo masuk jangan tegang gitu Mel ,aku tidak akan marah ko " kata kata Sisi membuat Ar heran .
__ADS_1
" mas ,,,Sini " panggilnya .
" iya sayang , apa perlu mas mengusirnya kembali ," ucapnya
"no ,aku mu kamu mendekat sini" ucapnya lagi .
" ok , tanpa ragu ,Ar mendekat dan duduk di samping Sisi duduk menghadap kedua nya .
"Hem ... Hem ... mas sapa dong ,masa melda berkunjung tidak di sapa ,gak usah tegang gitu mas " ucapnya sedikit santai .
"maksudmu apa sayang ?" tanyanya tak mengerti .
"Apa kabar melda ,kamu sudah tepat datang kembali ,karena aku mau denger langsung dari mulut mu ,kenapa kamu lakukan itu pada ku " tanya tegas
" maaf " hanya satu kata
"maaf kenapa ? apa masih ada rasa itu pada suami ku ini mel" tanya nya lagi .
"tidak " suara mantap melda mampu membuat Sisi tersenyum .
"baiklah ,kalian ngobrol saja aku mu ke kamar , sepetinya kedua anak ku sebentar lagi akan bangun " ucapnya namun sebelum melangkah masuk Sisi memberi perintah agar Dion bisa keluar terlebih dahulu ,Dion tau akan maksud bu bosnya tanpa kata Dion menurutinya .
" sayang , apa maksudnya, tetaplah di samping mas " ucapnya memohon
"sayang ku ,ayah ganteng ,aku percaya kamu , ingat jangan nakal " ucapnya sambil mengecup bibir sang suami dan berlalu meninggalkan keduanya .
" Ehem .."
bersambung .
jangan lupa dukungan nya ok
like
vote
__ADS_1
komen