
pertama kali Ar kembali ke kota kelahiran nya ,dia tampak termenung di Saat memandang cafe yang sudah bertahun tahun ia kembangkan namun sekarang tidak ada gunanya dimata sang bunda, sakit ,sesak ,itu lah perasaan Ar kali ini .
" pak bos ," suara kang soleh menyadarkan lamunan Ar .
" iya kang , kita lanjut kantor istri saya ya" pintanya namun sebelum kang soleh menjawab Ar melihat mobil Dion masuk dalam cafe
" Dion " suara itu membuat Dion menoleh
" tuan bos " gumamnya dan menghampiri mobil angkot tersebut .
" tuan bos ,ko da di sini ,saya barusan ke rumah tapi tidak ada pindah rumah gak bilang bilang " cecarnya .
" nanti tanya tanyanya ,boleh kita bicara di rumah mu Dion " pinta Ar pada mantan asistennya .
" boleh oiya kenapa naik angkot ,mobil tuan bos mana" masih bingung sebenarnya ada apa pikirnya.
"sekalian aja aku ceritanya di rumah mu ,kang aku ikut mobil Dion dulu yah ,akang ikuti dari belakang ok
" ok pak bos" .
setelah Dion dan Ar sampai di rumah mungil Dion ,Dion mempersilahkan keduanya masuk dan memberikan minuman serta cemilan, dengan langkah cepat Dion kembali ke ruang tamu ,seperti tidak sabar menanyakan masalah sebenarnya .
" Dion bisa kah 1 malam ini kita tidur di Sini "?
" apa yang sebenarnya terjadi tuan bos " alih alih menjawab Dion malah balik bertanya .
" kamu jangan panggil tuan bos lagi ,karena aku bukan bosmu Dion "suara lirih Ar membuat hati Dion tidak terima dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi .
" begini ,bunda dan Denis marah " mau tidak mau Dion harus tau
Ar kembali menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi antara Winda dan Sisi Dion tak menyangka bakalan seperti ini efeknya .
" tuan bos ,aku ikut prihatin dengan adanya musibah ini aku yakin tuan bos bakalan mampu menghadapinya dengan kekuatan non Sisi "
" bantu doakan ya, jujur meski ada rasa kecewa namun aku sadar ini jalan yang harus aku tempuh ".
" jangan pernah ragu meminta bantuan ku tuan bos ,aku akan membantu sebisa mungkin " tekad Dion dia tidak akan membiarkan tuan bos yang sudah dia anggap keluarga ini dalam kesusahan .
__ADS_1
" makasih banyak tawaran nya ion, ini sudah lebih dari cukup "
" tidak apa tuan bos ,ini belum setengahnya dari kebaikan tuan bos selama ini ".
" ayo kang kopinya di minum ,makanan nya juga jangan di anggurin terus " tawar dion pada kang soleh yang hanya diam menyaksikan tuan bosnya..
" siap pak Dion , o iyah pak dion tinggal sendiri aja kapan berdua nya pak ?" pertanyaan Kang soleh membuat Dion malu .
" nanti belum waktunya kang ,kemarin kaga jadi belum jodohnya kayanya " .
" sabar ,kalo jodoh gak bakalan kemana?" kang soleh bukan tidak tau kisah Rina yang hanya memanfaatkan Dion juga Rina yang tidak mencintai Dion .
" masih banyak waktu yah kang "
" sipp" ucapnya memberi semangat .
*
*
tidak terasa waktu begitu cepat Kini Azzam dan Azzura yang sudah 2 tahun , banyak keceriaan dan tingkah lucu mereka membuat Ar dan Sisi bersyukur.
" tak oeh ,kaka ntu dah mam ceyimna" tolaknya .
" huaaaaa da da yayah dede piyit" rengeknya .
" kenapa kaka ko nangis lagi sih ,nie kan es criemnya masih ada " bujuk Sisi
" aaaaa ngen tu da" masih dalm mode ngambek .
" da ntu kaka akal da " zura tidak terima jika sang kakak mau es nya .
" iya sayang , sini peluk bunda dulu " diraihnya Azam dan Azura agar mereka saling memaafkan mereka tidak ingin kejadian Ar dan Denis kembali terulang .
" dengerin bunda yah ,kalian adalah sodara kembar ,kalian tidak boleh berantem ,kalo kaka mau punya dede ,dede kasih meski sedikit ,begitupun sebaliknya kak tidak boleh merebut yang punya dede karena kakak sudah punya ok " nasehat Sederhana Sisi di tangkap mereka dengan baik meski masih kecil mereka selalu mendengarkan dengan baik nasehat nasehat bunda dan ayahnya .
" ka nta aaf dede tantik "
__ADS_1
" eeh kaka cius ya ,nda boeh akal agi"
" yaah cius " jawabnya .
" bepeyukan " tingkah keduanya membuat Sisi bangga pada anak anaknya ,mereka begitu manis dan pintar .
"bunda sayang kaka ama dede" di kecupnya kedua anaknya
" ayah ikutan dong " seru Ar yang baru selesai memantau bangunan kantornya .
" cini yayah itut aku peyuk dede"
" ayah peyuk bunda aja boyeh "
" daaaaaaaa boyeh " teriak keduanya ketika Ar memeluk sang istri .
" saingan nya dua ,mas jadi kalah deh" suara kesal Ar saat anak anaknya melarang Ar memeluk sang istri .
" emang enak " ledeknya .kebahagiaan Keluarga Ar dan Sisi semakin bertambah namun tidak dengan keluarga Denis yang sampai saat ini mereka belum dikaruniai anak lagi ,setelah musibah kekeguguran Winda di saat usia kandungan 6 bulan ,winda terjatuh di kamar mandi saat ingin membersihkan diri .
" yang ,kenapa malam sekali sih pulangnya " pertanyaan Winda membuat Denis marah .
" aku kerja bukan main win, aku lelah mau istirahat " ucap nya dingin .memang semenjak winda mengalami keguguran perubahan sikap Denis pada winda tidak semanis dulu . entah kenapa Denis selalu marah dan jarang memberikan perhatian seperti dulu .
" kenapa kamu berubah "
" aku rasa ini semua karena kamu tidak bisa menjaga bayi kita dulu ,aku menyesal memilihmu win" kata kata denis begitu menusuk hatinya
" yang ,aku bukan tidak bisa tapi semua ini cobaan yank".
" maaf aku harus pergi " diraihnya kunci mobil .
"yang mau kemana " teriak winda pada sang suami .
" hik hik hik ... maafkan aku yang ,aku belum bisa menjadi istri sempurna yang " dalam isakan nya .tanpa mereka sadari ternyata bunda yang berada di balik pintu kamarnya mendengar pertengkaran anak dan menantunya , betapa sakit hati ini melihat kehidupan anak dan menantunya sekarang . mereka selalu berakhir ribut ,meski harta melimpah namun tidak ada kebahagiaan di dalamnya .
"abang ,bunda kangen " ucap lirih bunda.
__ADS_1
bersambung