Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 68


__ADS_3

" bundaaa " teriakbDenis dan Winda bersaan


sementara itu di kediaman Arsya


prang ....


"maaas " teriak Sisi saat melihat sang suami tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di genggaman nya .


" maaf sayng , mas gak sengaja " ucapanya merasa tidak sengaja memecahkan gelas


" bu dijah , titip Anak anak ya "


" baik neng ".


"sini mas biar aku yang beresin "


" maaf " ucap Ar masih merasa syok .


" ko pucat mas ,mas duduk dulu yah " bujuknya dan mencoba menenangkan sang suami yang terlihat masih syok


" ini di minum dulu mas ," titahnya.


glek glek gelk ..


" mas ,keingat bunda sayang " ucapnya irih .


"semoga bunda baik baik saja yah mas ,nanti kita tlpon Dion aja ,gimana" merasa tidak tega melihat Ar keadaan sang suami .


"hemm ,mas mau telpon sekarang ya "


" aku aja ,sebentar aku ambil hp dulu " dengan segera Sisi menelpon Dion namun masih belum ada jawaban .


"coba lagi sayng "


iiiiyah mas ,sabar kamu harus tenang "


" aku gak bisa tenang " teriak nya yang sudah tidak tidak sabar


" i.. iyah mas " jawabnya lirih


*


*


*

__ADS_1


" gimana keadaan bunda saya dok " peetanyaan Denis saat melihat dokter itu keluar .


" Alhamdulillah keadaan bunda anda sudah mulai setabil , dan boleh bapak ikut ke ruangan saya ,hanya sebentar saja " ucapanya pada Denis


" baik dok " jawabnya singkat


" mari pak ikut saya"


" begini ,sepertinya bunda anda sedang merindukan seseorang , ada tekanan yang beliau pendam "


" maksudnya ? "


" begini ,tadi bunda anada sempat menyebut nama Abang , dan ucapan minta maaf"ungkapan sang dokter membuat Denis berfikir jika Bunda sedang merindukan bang Ar .


" sebenarnya abang yang di sebut bunda adalah anak sulung bunda saya dok" sedikit menjeda perkataan nya


" dan sudah lama tidak bertemu " ucapnya lirih .


" saya sebagai dokter ingin memebri saran jika sebaiknya bunda anda di pertemukan dengan beliau ,karena itu obat yang paling ampuh ,jika tidak keberatan lebih cepat lebih baik "


" baaik dok ,saya akan usahakan " dan berlalu berpamitan .


*


*


*


" mas ,ini sebaiknya mas makan siang dulu ,dari tadi mas melamun terus ,mas makan dulu yah " bujukan Sisi seperti angin lalu ,bukan marah namun hati yang tidak tenang membuatnya malas untuk makan dan bekerja .


" aku tidak lapar ,sebaiknya kamu pergi dari kamar si " ucapnya dingin membiat hati sisi kaget namun dia memakluminya .


tok


tok


tok


" si , boleh mamah masuk " teriaknya


" masuk aja mah " jawaban sisi dari dalam .


" mah ada apa" merasa aneh melihat mimik muka sang mamah .


" Ar di depan ada Denis ,katanya ingin bertemu dengan Kamu " ucap mamah lembut ,

__ADS_1


deg


" dimana mah " ucapnya cepat


" di luar" tanpa menjawab lagi Ar lari menui sang adik yang ia rindukan sekejap melupakan mamah dan Sisi .


deg


" abang " Denis yang sudah tudak sabar untuk memeluk Ar ,berlari dan membuat Ar diam mematung .


" maafkan aku bang ,aku banyak salah sama keluarga abang " isaknya


Ar masih belum bisa menjawabnya .


" abang ,maafin aku bang ,aku ke sini mau mmeberi kabar bunda sakit bang " ucapan Denis kini membuat Ar melepaskan pelukan Denis dan menatap tajam sang adik merasa meminta penjelasan lagi .


" bunda tadi pagi pingsan, dan selalu menyebut nama abang " ungkapan Denis membuat hatinya sesak .


"ayo kita berangkat sekarang " dengan langkah cepat Ar menuju mobil denis tanpa berpamitan pada sisi dan mertuanya ,yang sedari tadi mendengarkan penelasan Denis .


" mas ,tunggu mas ..." teriakan Sisi tak membuat Ar berhenti melangkah tanpa Ar rau membuat sisi bersedih dan merasa tidak di hargai .


" mah , kenapa mas Ar tega sama aku ,kenapa dia tidak bilang aku dulu mah kenapa ,apa aku sudah tidak berarti lagi " ucap nya lirih.


" kamu harus mengerti ,mungkin Ar sedang panik kan mau juga mendengar penjelasan Denis ,kamu sabar yah ,ayo kita masuk ,si kembar dari tadi belum mau makan tuh kaynya dia juga gak semangat untuk makan " ucpana Mamah sisi menyadarkan nya .


*


*


*


"bunda ,makan yah ,ini udah malam loh masa bunda gak mau makan " bujuk Winda yang masih setia menunggu .


" bunda gak laper sayng ,bunda hanya ingin makan jika di ada abang Ar win" ucapan lirih Bunda ternyata di dengarkan oleh seseorang yang baru datang namun belum siap untuk masuk .


" bun,apa bunda kangen abang "


," bunda sangat merindukan nya win,bahkan dari awal mereka pergi dari rumah " , bunda gagalenjaganya " lirihnya


BRAK.....


pintu pun di buka kasar ,Ar menampkakan nya dengan air mata yang sudab tidak tertahankan lagi .


bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2