
di sebuah gedung tampak para pelayan berhamburan mereka mengerjakan tugasnya masing masing ,gedung yang sudah di sulap menjadi sebuah istana tampak indah untuk di pandang , pemandangan itu sudah 99% sempurna ...
*
*
Abaaaaang..... teriaknya ... dan berlari menghampiri kamar sang kakak
dok duk duk duk ... abang buka bang .... ade ada perlu bang duk duk duk ... Denis tak henti hentinya menggedor gedor kamar yang ada di rumah nya .
" mas.... hardiknya saat Ar ingin mengganggu putranya yang sedang tertidur .
" siapa sih ,decak nya kesal
Ar membuka pintu kamarnya ,terlihat sang adik dengan penampilan yang kacau ,bahkan dia sempat tak mengenal nya melihat keadaan sang adik tampak Ar ragu untuk membentaknya yang sudah mengganggu kegiatan sang ayah pada anaknya .
"abang ,bantu aku bang ... dengan perasaan panik Denis menarik sang abang untuk keluar .
__ADS_1
" iiiih iiiiya iya sabar loe kenapa de ? " tanya nya tak kalah panik
" Wind bang winda..... winda di culik bang " ucapnya sedih
"Apa.... lo jangan asal kalo ngomong ".dia khawatir sang adik sedang ngerjain dia .
" aku gak akan becanda soal winda bang ,abang bantu aku bang aku gak mau kehilangan nya bang" denga berurai air mata sang adik memohon .
"baiklah loe harus tenang ini kita bicarakan sama yang lain juga ,kita harus rundingan ok loe tenang ya "ucapnya memberi ketenangan untuk sang adik .
"ok loe hubungi teman teman nya dan tau dia pergi kemana gitu kalo lagi sedih " ucapnya Ar pada sang adik .
*
*
" winda kamu di mana sih de , apa sebegitu pingin nya kamu menikah , pokonya aku ingin adik ku ketemu ,kalo sudah ketemu Winda kita nikahkan saja dengan teman mu yang sudah siap menikah sayang ,,rengekannya pada suaminya semua orang tampak menahan untuk tertawa ,namun tidak untuk Denis kata kata menikah membuatnya bersalah ,Denis hanya melamar nya dulu namun masih belum siap mengatakan ingin menikah ,apa yang dikatakan wulan ada benarnya . pikirnya dalam hati
__ADS_1
" mba ,aku siap ko menikahi Winda , hari ini juga detik ini juga aku gak mau,hanya aku yang akn menikahinya mba,aku gak mau kehilangan Winda mba ,ucapnya tegas pada wulan yang sedari tadi di pelukan sang suami .
padahal dalm hati Wulan dia bersorak gembira .
"aku gak butuh janji den,aku butuh kepastian ,aku kasian sama winda ,banyak laki laki yang datang melamar adik ku kalo kamu mau tau ,iya kan yang " ucapnya mantap ,namun bualan sang wulan membuat hati Denis memanas ,selama ini winda tidak pernah membahas masalah lamaran orang .
"sudah sudah,sebaiknya bunda siapkan makan dulu kalian kan pasti butuh tenaga untuk mencari wind ayo jenk bantu aku siapkan , ucap sang bunda lagi lagi membuat hati Denis geram .bisa bisanya mereka santai seperti ini .
" ayo sayang aku bantu , bu dijah titip kedua beby ku yah ,ucap Ar pada bu dijah yang memang akhir akhir ini tinggal di rumah Sisi dan Arsya .termasuk sang suami Kang soleh sudah bersedia menjadi supir pribadi Arsya dan Sisi ,dia menyerahkan sawah dan rumah kepada sodara nya di kampung untuk mengurusnya .
" o siap bos ku .... dengan senang hati " .. ucapnya antusias .
" ayo sayang aku suapi yah,aku gak mau kamu kecapean " semua perlakuan Ar pada sisi membuat semua orang terharu ,dan bangga ,banyak yang tidak menyangka jika Ar dan Sisi bisa melewati cobaan terbesarnya .
*
*
__ADS_1
*