
cuaca yang panas membuat kedua wanita yang berada di teras merasakan haus ingin ingin rasanya mereka membeli es buah gerobak yang baru saja lewat .
"Si loe kenapa ?" tanyanya heran
" gue mau itu ... enak banget kayanya seger , kita beli yu " ajaknya
" ternyata loe ngiler juga ,ayo gue juga mau " mereka menghampiri abang tukang es
" bang es nya 3 ya,namun abang es menatap keduanya heran apa mereka tidak salah orang kaya mau membeli dagangan nya .
"maaf nyonya , apa tidak salah " suara mengejek
" maksud bapak apa ?"
" yah kalian kan orang kaya yang sombong ,masa mau beli es buah saya "ucapnya
" bapak niat jualan tidak sih " tanya Winda kesal .
" justru itu saya malah gak mau jual dagangan saya ke kalian " ucapnya masih ngegas .
" kenapa bapak nyolot sih ,bukan nya senang jualan nya saya beli kenapa bapak pilih pilih " sisi yang tadinya hanya diam kini dia menanyakan itu
" sebaiknya klian pergi aja ,saya tidak sudi melayani orang kaya kalian yang sombong " sedikit mendorong Winda sehingga winda tidak bisa menahan tubuhnya .
" Aw ... si sakit " jerit Winda yang jatuh ke atas trotoar jalan .
__ADS_1
"winda .... loe kenap bisa jatuh sih win,loe gak papa kan " tanyanya panik
" si perut gue sakit Si aduuuuh " jeritnya
" pak pak tolongin adik saya dulu pak ,jangn pergi aja pak woy pak " jerit Sisi yang terlihat makin panik
" tolong tolong ...." sambungnya tanpa malu Sisi berteriak meminta tolong suasana perumahan yang sepi membuat Sisi bingung harus minta tolong pada siapa ,sedangkan abang tukang Es tidak sedikitpun niat mau menolong ,dia lari membawa gerobaknya tanpa melihat wanita yang dia dorong .
"win,, maafin gue win ayo kita jalan pelan pelan yah " ucapnya sambil membantu Winda bangun dan membawanya ke rumah .
" maaaaaaas tolooooong maaaas .... teriaknya ketika sudah di depan teras rumahnya .
Ar yang baru selesai mandi langsung menghampiri Sisi yang teriak memanggilnya.
" apa sih sayang tumben teriak gi..... ucapan terhenti saat sisi dan winda berjalan tertatih tatih
" bantu dulu mas kita harus ke rumah sakit winda jatuh tadi "
dengan sigap Ar membawa Winda ke dalam mobil , suasana di mobil Sisi dan winda tak henti hentinya menangis .
" sabar yah win,loe harus tenang ok " ucapnya
" aduuh ko perut gue sakiiit bangt Si ,gue takut banget " keluhnya
" sabar yah ,mas masih jauh gak sih mas ini winda udah kesakitan mas " teriaknya pada Ar .
__ADS_1
" iya sayang bentar lagi ," jawabnya cepat .
*
*
*
" ko perasaan gue jadi dag dig dug gak jelas gini ya, kenapa jadi kepikiran Winda terus ,sebaiknya aku telpon dulu ah " gumamnya sambil menekan no Winda namun panggilan pun tidak di angkat membuat Denis semakin tidak tenang .
" pada keman sih telpon gue kaga ada yang ngangkat ya, nie Abang juga ,ka Sisi juga kaga ada yang denger gue nelpon apa? " ucapnya kesal .
" kaka Dion keruangan segera ya" titahnya pada Dion .
" ada apa sih "
" kita pulang yu ,perasaan gue kaga enak " Winda ,abang,ka sisi gak da yang bisa di hubungi " ucapnya panik
*
* sementara itu di RS suasana tampak tegang Sisi yang terus menangis tsanggup jika bayi Winda kenapa napa ,dia harus bilang apa pada adik iparnya nanti .
Ceklek ...
bersambung
__ADS_1
jangan lupa dukungan like ,vote,dan komen ny . 🙏🙏🙏🙏
.