
suasana tampak menegangkan Azam yang tidak menyukai Safa dengan terang terangan ia menolak perjodohan itu ,yang membuat hati Safa terluka .
" maaf bunda , abang berhak memilih jodoh yang Abang suka tapi bukan Dia orang nya " dengan menunjuk safa
" kenapa nak?, safa sudah jelas jelas anak nya om Dion dan kamu tau kan om Dion sahabat baik Ayah dan bunda ,cobalah buka hati abang" pintanya dengan halus .
" maaf ayah bunda ,abang tidak bisa menerimanya ,abang mohon pengertian kalian "tanpa mereka duga Azam telah mendatangkan wanita yang selama ini telah menemaninya dari remaja dan itu membuat Ar dan Sisi tak enak hati kepada Safa .
" kenalkan bun ini Zira wanita yang selam ini menemani Azam dan kami sudah memutuskan untuk menikah tahun ini ,kami sengaja tidak pernah pacaran namun kami saat ini yakin jika kami saling mencintai dan abang harap bunda dan ayah merestui kami " ucapnya Azam tulus .
" maaf om ,safa permisi ke kamar " ucapnya tak enak hati .
" kamu tidak apa apa kan De " tanya Zura yang tidak tega melihat safa .
" it ok , mari semuanya " dengan langkah cepat Safa meninggalkan mereka .
*
*
*
*
" abang serius mau melamar zira bulan ini ? " pertanyaan sang ayah membuatnya semakin yakin jika ini keputusan yang lebih baik meski mereka tak pernah menjalani hubungan sebelumnya namun Azam yakin zira lebih baik dari safa .
" insyaAllah abang Siap yah " dengan tegas .
" baiklah ,ayah dan bunda todak pernah memaksakan kalian dengan pilihan ,ayah berharap ini keputusan yang baik , abang jangan permainkan perasaan zira ok bang " nasehat sang ayah pada anak laki lakinya .
__ADS_1
" Abang janji yah,abang kan lebih bijak dalam bersikap ,dan beberapa bulan lagi perusahaan abang sudah mendapatkan izin untuk di pindahkan ke kota jakarta " tutur nya .
" baiklah ,kalian putuskan tanggal dan hari yang cocok untuk kalian menikah " kini sang bunda memberikan saran .
*
*
*
" sial, susah banget sih ini topi di ambilnya , iih sebel " ucapnya pada diri saat mengetahui topi pemberian sang mami jatuh di pinggir sawah .
" ka zura tunggu aku sebentar yah " teriaknya .
" kamu ngapain ?" teriaknya ,saat Safa turun langsung di tengah tengah sawah hanya untuk mengambil topinya yang terbang
" mau ambil topi dulu ka" dengan terpaksa ia mengambil topi yang sudah basah .
mereka melanjutkan perjalanan pergi ke bengkel ,
" mas gimana sudah kelar kan" tanyanya serius
" Alhamdulillah neng sudah ,boleh di coba aja " yang di anggukin Safa .
setelah membayar Safa kini pamit untuk pulang ke kota dan berniat untuk kembali tinggal dengan sang nenek dan papinya di sumatera .
" kamu hati hati yah nak ,jangan lupa nanti hadir di pernikahan Abang azam yah " ucapan sisi lembut
" insyaAllah bun,ini udah hampir sore Safa takut kemalaman .
__ADS_1
" apa papimu tidak jemput nak" ucap Ar yang sedikit khawatir .
" papi ada kerjaan di sumatera om ,kemarin sudah nelpon safa .
"" ka zura ku pamit ya" yang hanya di angguki Zura yang sedikit tidak rela jika Safa pergi meninggalkan nya namun dalam hati yang paling dalam ia berharap akan bertemu lagi dengan Safa .
" Assalamualaikum " ucapnya pamit Safa
" waalaikumsalam" jawab ketiganya sedangkan Azam tak menghiraukan nya dia lebih memilih untuk menyusun rencana pernikahan nya .
tiba tiba Azura duduk di hadapan keduanya
"Abang mau nikah sama ka zura tanggal berapa? " ucapnya malas
" mungkin 2 bulan dari sekarang ,tanggalnya masih di cari " jawab Azam tegas .
" oh "dan berlalu meninggalkan keduanya .
*
*
" kenapa sakit hati yah ,ah bodoh amatan deh mending gue pulang ke sumatera dan melanjutkan kuliah di Korea pasti asik , si brengsek sudah menikah juga nasib nasib .. putus cinta begini rasanya . di tolak cinta mentah mentah juga sakit hati juga .
sementara itu Rio yang sudah muak dengan tingkah sang istri membuatnya semakin merindukan Safa .
" sedetik pun aku tidak akan biarkan kau memikirkan gadis kecilmu itu " batin cela .
bruk tak sadar Rio menggebrak meja kerjanya .
__ADS_1
" safa maafkan aku " teriaknya .
bersambung .