
beberapa bulan setelah kesalahpahaman antara Ar dan sang bunda kini mereka hidup saling menyayangi dan saling mengingatkan , tak ada pertengkaran melainkan kini keluarga besar Ar menjalani kehidupan nya yang begitu bahagia ,setelah Winda melahirkan putri cantik , Sisi yang awalnya ternyata hamil namun mengalami keguguran saat pergi untuk liburan ,tidak ada kesedihan karena Ar tidak mau membuat sang istri merasa bersalah .
zura dan Azam semakin aktif tapi keduanya selalu ingin menemui sang nenek yang ada di kota . bukan tidak mau tinggal di kota namun Sisi dan Ar sudah terlanjur memiliki usaha yang sayang jika harus di tinggalkan , mungkin hanya sesekali Ar membantu usahanya yang sedang berjalan di kota ,selebihnya ia akan menemani istri dan kedua anak nya.
seperti sekarang Sisi dan kedua anaknya sedang asik di taman belakang dengan kegiatan menangkap ikan .
" bu dijah emang ikan nya banyak yah ,ko zura dapet nya banyak " sisi merasa kagum pada putrinya yang tidak henti hentinya mendapatkan ikan dari hasil pancingan nya .
" iya neng ,kan kang soleh sering nanem bibit nya dede zura pinter mancing ya " fujinya meski hanya memegang pancingan namun beberapa ikan selalu memakan umpan nya .berbeda dengan Azam yang tampak takut saat melihat ikan yang gerak gerak ,
" abang ayo sini " teriak sang ayah .
"tak mau yah,liat ikan nya abang deli banget , iiih deli liat ekolnya " tolaknya saat sang ayah memanggilnya .
" abang cemen ,nie ade dapet banak banget ,iih celu bang ayo cini ," bujuk sang adik tetap tak di indahkan nya .
" abang dak suka ,abng kabul aja ah ke kamal " Azam kembali ke kamar bersama Sisi yang menemani nya bermain pesawat yang di belikan sang om , Azam tidak seperti zura serba bisa namun Azam hanya memilih permainan yang menurutnya asik .
__ADS_1
" unda ,abang pengen jadi pilot boyeh?" tanya nya .
Sisi pun tersenyum dia tidak akan memaksakan sang anak harus jadi apa .
" Boleh ,apapun cita cita abang bunda akan dukung , tapi ingat kamu harus tetap menjadi anak yang baik dan selalu menghargai orang lain terutama kedua orang tuamu dan saudaramu " nasehat Sisi akan selalu azam ingat dan ia berjanji tidak akan mengecewakan nya .
" maksih unda ,abang sayang unda yayah juga ,semuanya unda sayang " serunya bahagia .
tiba tiba sura teriakan zura menyadarkan keduanya dan berlari untuk menemui nya .
" aaaaaaa asik asik ada om Denis da dede cila uga holeee" suara melengking zura terdengar sehingga membuat mata sang putri yang baru 2 bulan itu terbuka lebar .
" ade ,zura ko berisik sih kan kasian dede cila nya kebangun" nasehat Sang bunda membuat bibir Zura maju satu senti .
" tapi zula suka dedenya melotot unda " suara gemas Zura membuat Ar ingin mencubit pipinya .
" iiih gemesnya anak ayah ini ,dede nya jangan di cubit yah ," peringatan sang ayah hanya di anggukan nya .
__ADS_1
" Den,ayo bawa dedenya ke kamar kaka aja ,o iyah winda mana ? " ajak Sisi .
" masih di depan sama bunda tadi ke temu mamah duluan . katanya liat bunga di depan ngiler pengen bawa bunga ka " ucapan Denis membuat Sisi menghampiri adik iparnya .
" kakak mau kemana? ini dedenya gimana dong ? aku masih ngeri " teriak Denis .
" bang nie dedenya pindahin ke kasur dong bang " pintanya panik .
" bawa diri ,kamu harus bisa ngejaga in nya juga jangan bisanya bikin doang " ledek nya .
" yayah bikin dede yu ,acu mau punya dede cantik yah " permintaan zura membuat Denis ingin tertawa .
" eee... gak bisa sembarangan sayang ,bikin dede nya susah banget de " kegugupan Ar saat menjawab permintaan sang putri .
" huaaaaa yayah bohong ,yayah payah iih undaaaa" kini Zura mengeluarkan tangisan kencang nya sehingga semua orang menghampirinya .
" ayaaaah " teriak Sisi .
__ADS_1
bersambung ...
menuju tamat yah teman teman ... tetep dukung karya Author yang lain ok