Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 18


__ADS_3

"om " maaf memotong pembicaraan om dan Winda ,


"tadi saya sudah mendapat kabar kalo Jeny beserta suaminya,sudah di amankan oleh pihak berwajib ,saat ini pihak kepolisian meminta keterangan dari pihak korban dan pelaku , apa om siap memberikan keterangan , om berhak memilih lanjut atau jalur damai ".Ar memberi penjelasan .


" apa sebaiknya kita tanyakan terlebih dahulu pada Sisi om ? Winda takut kalo kita bertindak gegabah suatu saat jadi bumerang untuk kedepannya " Winda tak ingin kejadian ini semakin memperkeruh keadaan ,khawatir jika dipenjara bukan membuat nya jera melainkan menimbulkan dendam suatu saat nanti .


usulan Winda ternyata ,ada baiknya juga , toh ini semua pasti ada kesalahan pahaman antara Jeny dan Sisi ,bisa aja Dika dan Jeny memang sedang da masalah dalam rumah tangganya .


" om, tante ,Arsya pamit pulang yah kebetulan hari ini ada kerjaan ke luar kota. maaf tidak bisa lama lama ".


" ooo begitu kirain masih lama ,sekali lagi terima kasih yah sudah menolong Sisi ke dua x nya , kalo begitu hati hati di jalan y nak Arsya , mau pamit sama Sisi gak?tadi dia sempet nanyain kamu nak . kilah mamah Sisi , sepertinya Mamah Sisi punya niat lain deh ,pengen punya mantu Ar he he he


ceklek... Sisi pun menoleh ke arah pintu ,mencoba bangun agar duduk ,seketika dengan reflek Arsya membantu Sisi mengatur posisi duduknya .


" maaf,, Saya cuman mau pamit , semoga cepat sembuh ya? .


sisi reflek menatap Ar dengan intens,


"o iya mas boleh tau namanya? ,karena kita belum saling kenal sering ketemu tapi belum tau nama,Sisi mengulurkan tangan ,dan di sambut dengan senyuman oleh Arsya ," Arsya ,panggil mas Arsya boleh "


" aku Sisi .. mas boleh panggil sayang juga boleh ",ucap sisi PD.


Ada yang terpesona nie sama mas Ar.


Di perjalanan ke luar kota Ar ditemani sang asisten .


" Dion bagaimana perkembangan kasus Jeny ? ,apa Om hutama membawa kasus ini apa memilih damai ?


" maaf tuan sepertinya keputusan nya ke jalur damai , pihak korban sudah memaafkan kesalahan nona Jeny . pihak korban berpikir ini cuman kesalahan pahaman saja , selebihnya belum tau. ".jelas Dion pada Arsya.


Arsya hanya mengangguk tanda mengerti .

__ADS_1


sementara itu di rumah sakit Sisi masih terbayang gimana paniknya Arsya saat membawanya ke rumah sakit jadi senyum senyum sendiri deh .


"Dia selain tampan ternyata baik dan perhatian juga yah"Sisi masih terlena dengan sikap yang Ar berikan .tak lama


pintu terbuka membuyarkan lamunan Sisi


" mmmmh .. maaf Sayang mamah tadi pergi lama ya.. maklum tadi papah ngajak makan, di resto depan terus ketemu sahabat mamah , jadinya lama deh sambil mencari cari keberadaan Winda .


" sayang winda kemana?


sambil menunjuk pake dagu Ke arah sofa dimana Winda yang lagi tidur .. "mungkin Winda cape x mah .. maklum dia kan doyan molor "


" iya kayanya , kebiasaan kalo tidur pasti ngiler .. ha ha ha ... mamah dan Sisi sedikit tertawa ,


gemes liat winda.


Keesokan harinya kini Sisi sudah di perbolehkan pulang ,karena luka nya sudah mulai mengering , Dokter telah memberi obat penghilang bekas luka tersebut ,jadi,tidak ada yang harus di khawatirkan .


*


*


tok tok tok


" masuk "


ternyata Arsya dan papah yang masuk ke ruangan Sisi.membuat Sisi salah tingkah dan grogi .


"mas Ar , katanya keluar kota ko sudah pulang ? pertanyaan Sisi membuat papah Sisi tersenyum mengira Sisi sudah mulai perhatian .


" emmm ... iya Kemarin tidak lama ko, sebenernya kemarin hanya kunjungan rutin saja , hasil dan pekerjaan tidak ada masalah ,kerjaan kelar langsung pulang lagi .

__ADS_1


"oh . " jawaban singkat sisi .


"o iyah sayang kita langsung pulang saja ya, mamah mu mana nak? ,


" di kamar mandi pah " .


*****


" pah aku bisa jalan sendiri ko gak mau pake kursi roda takut "keadaan sisi memang sudah lebih baik namun perlakuan mamah dan papahnya sedikit berlebihan ..


"papah gak mau kamu kenapa napa lagi , nurut saja ya".ucap pak Hutama tegas .


Ar hanya menyaksikan perdebatan antara, anak dan ayahnya dengan geleng geleng kepala merasa lucu saja , seketika dia ingat kenangan bersama ayahnya dan adik nya .


Ar memang sengaja mengantar Sisi pulang hanya bentuk pertanggung jawaban saja sebagai pemilik cafe dimana insiden itu terjadi . tidak ada perasan lebih ,namun tidak untuk Sisi.


seperti ada perasaan kagum terhadap Ar


" mas Ar di ajak makan sama mamah tuh ,katanya mamah masak banyak ,mau yah kasian lo mamah udah masak cape capek .. ".berharap Ar menyetujuinya .


" apa tidak merepotkan Si ?,mas cuma mengantar Sisi sebagai pertanggung jawaban saja tidak lebih , penjelasa Ar membuat hati Sisi sedikit sedih .


Sedikit kecewa ,namun Sisi memakluminya ,toh yang dikatakan mas Ar itu benar adanya .


like


komen


vote


terima kasih .

__ADS_1


__ADS_2