
" Abang semalem abang sudah ada di sini terus tidur dimana? tanya Bunda yang penasaran pada putranya .
" iya abang tidur di rumah bu dijah , kasian deh abang berhasil ngibulin ade ,semalem siapa yang nangis nangis pengen di peluk" ledek nya ada Azura .
" iiish abang nyesel aku nangis ,padahal aku kangen pengen di kasih uang jajan " kilahnya .yang memang benar setiap menelpon pasti zura ingin peluk ,dan menangis karena rindunya .
" sudah sudah ,kalian sudah besar masih aja ngeledek adikmu , zura gimana kabar oma sayang ?" kini Ar bertanya pada sang putri keadaan sang bunda .
" Alhmdulillah kemaren sudah mau makan , tapi sudah lupa aku ,maklum sudah tua kan yah ,kapan ayah dan bunda ke jakarta ,kasian oma yah ,dia sering nangis terus ,makin manja " penjelasan Zura membuat hati Ar bersedih . meski memang sudah sewajarnya sang bunda sudah tua dan akan kembali seperti bayi .
" iya mas , kasian bunda apa sebaiknya kita bawa bunda untuk tinggal di sini ,aku mau merawatnya mas " permintaan sang istri akan di pertimbangkan oleh Ar karena dia tidak mau menyusahkan sang istri .
" kamu yakin ,mas tidak mau kerepotanmu,, bunda tidak seperti dulu sayang ,bulan kemaren saja mas di usir ,tapi dia nangis minta mas masuk kamarnya " jawaban Ar apa adanya .
" justru di situ mas ,bakti kita di uji ,mas mamah dulu meninggal begitu mudah nya ,sehingga aku tidak punya kesempatan merawatnya . sekarang aku mau merawat bunda yang sudah tua ,aku juga kasihan liat Winda dia sering kerepotan ,"
" baiklah mas akan bicarakan dengan Denis dulu " karena dia tidak mau disalahkan .
" bunda ,aku makin sayang sama bunda dan ayah kalian memeiliki sifat yang baik ,aku bangga deh " fuji si sulung yang tidak pernah melihat kedua orang tuanya keberatan dalam menghadapi segala masalah .
" iya ,ade juga bangga " pelukan hangat ,zura di susul dengan azam yang tak mau kalah ingin memeluk wanita yang sudah melahirkan nya .
__ADS_1
" terima kasih bunda sudah melahirkan kamin,bunda tidak pernah lelah merawat dan membesarkan kami, begitu juga dengan Ayah makasih ayah sudah mau memberikan segalanya ,pelukan itu pun bertambah haru .
" kalian hidup kami nak ,ayah dan bunda hanya mampu memberikan kasih sayang ini , terima kasih banyak sudah menjadi anak yang kami banggakan " setitik air mata Ar jatuh saat menyaksikan perjuangan rumah tangga bersama istri tercintanya .
" sudah ayah jang nangis nanti jelek " ledek Sisi .
" bunda sini ayah mau peluk ,kalian jangan ikutan ya "
" siap bos Qu ,bang kita pergi keliling aja yu bt liat bunda ama ayah pacaran" cibirnya .
" ayo ,tapi janji jangan minta jajan " ancamnya .
" iya iya ," dengan wajah sedikit cemberut Azura dan Azam berpamitan untuk keliling .
" kalian hati hati yah ,jangan malem malem pulangnya " teriak sang bunda .
" iya " saut Azam .
" mas apa tidak pegel meluk aku terus ,ini aku pegel "
" ayo kita istirahat saja ,mas pengen bobo di peluk bunda ,sudah lama mas tidak di peluk " ajaknya pada sang istri .
__ADS_1
" gak kebalik ,hampir tiap saat tidur aku selalu peluk mas " dengus nya kesal .
semenjak kedua anaknya tidak tinggal dengan nya Ar dan Sisi sakin romantis meski usia mereka sudah tak lagi muda namun rasa cinta semakin besar .
" abang ,sudah punya kekasih belum" pertanyaan azura membuat Azam menegang .
" kekasih dari mana ? abang gak mau mencari kekasih tapi abang mau mencari calon istri ucapnya lembut .
" bang itu siapa ko seksi banget " ucap zura mengalihkan penglihatan Azam dan benar saja ada wanita cantik di kampungnya dengan sedikit berantakan entah siapa .
" kamu mau kemana " cegah Azam saat meliahat sang adik mendahuluinya .
" mau menghampiri kayanya dia tersesat deh "
" tidak usah ayo kita pulang udah malam " tegasnya sehingga Zura menuruti perkataan sang kakak.
"tolong ... tolong ..hey berhenti... hey " teriakan sang wanita memanggil manggil keduanya .
" bang gimana dia minta tolong ? tanya nya panik .
bersambung ...
__ADS_1