
suasana tiba tiba hening ,Ar kembali bertanya pada Dion tentang tujuan nya .
" Dion kalian selama ini tinggal dimana? semenjak menikah tidak pernah menemui ku " dengan rasa penasaran nya .
" maaf tuan bos ,dulu setelah satu bulan menikah , saya dan Melda memutuskan tinggal di luar pulau jawa ,dan semenjak itu kami membuka usaha rumah makan sederhana ,sampai kami memiliki putri " suara Dion berubah lirih .
" o seperti itu ,terus kenapa istri dan anak mu tidak kakak ajak ?"pertanyaan Sisi membuat hati Dion kembali sedih.
" itu dia ,aku datang kemari mau minta bantuan Tuan bos ,Putriku hilang entah dimana? aku harap tuan bos mau membantuku" ucapnya penuh harap sedangkan Sisi dan Ar menatap tak percaya jika Dion kehilangan Sang putri .
" tapi apa da masalah sehingga putrimu pergi?"
kini Dion hanya bisa menunduk tak kuasa jika ingat perlakuan nya pada Safa.
" kenapa bersedih ada masalah apa?" Ar yang tau sifat sang sahabat .
" semenjak Melda menolong putriku dari kecelakaan saat Putriku usia 6 tahun saat itu hubungan ku dengan nya mulai retak ,aku membencinya dan membuatnya selalu bersedih ,hingga suatu hari kami bertengkar hebat dan mengakibatkan dia pergi sampai sekarang ,meski kami tinggal tidak berjauhan namun saat ini terasa berbeda ,di pergi entah kemana , padahal dulu meski dia pergi dia selalu memberiku kabar meski aku tak pernah membalas nya "ungkapan Dion memebuat Sisi dan Ar kaget ,kesalahan begitu berat kah .
"kenapa seperti itu ,apa kesalahn nya begitu besar? salahnya dimana? ,sang ibu melindungi putrinya itu wajar bukan ?" ucap Sisi sinis .
" aku tidak tau semua yang istriku lakukan pada nya begitu menyakitkan untukku ,dia meninggalkan ku saat kami benar benar dalam keadaan sulit ,melda meninggal seketika saat mobil truk itu menabraknya " dalam Isak ny Dion mencoba melupakan bayangan tubuh sang istri terlempar jauh dengan kondisi berlumuran darah .
A...apa!, Melda meninggal? " ucap Sisi dan Ar tak percaya.
" hemm iyah tuan Bos ,aku merasa gagal menjadi seorang Ayah dan seorang istri ,dia mengalami kecelakaan saat itu aku hanya bisa melihatnya dalam diam ,aku laki laki tak berguna " teriaknya tanpa Dion sadari air mata yang tak tertahan kan lagi .
" sabar ,ini semua ujian mu ,kamu harus ikhlas ,semoga Melda tenang di atas sana , Aku turut berduka cita atas meninggalnya Melda ," ucap Ar mencoba menahan air mata ,jujur dia juga tidak menyangka jika wanita yang dulu pernah membuatnya menderita sudah tiada .
" ingat putrimu tidak salah ion,dia juga tidak mau kehilangan sosok ibu yang melahirkan nya sosok ibu yang selalu ada untuknya,apa kamu tau ,seorang ayah tidak akan sama menyayangi dan merawat anak anaknya kecuali tangan sang istri ,meski tidak semua ayah ,aku akan bantu mencari putrimu ,dia adalah putriku juga " penjelasan Ar membuat Dion semakin terisak bagaimana perjuangan dirinya menghilangkan rasa benci itu begitu lama ,meski sekarang tak sebenci dulu ,
dia begitu menyesal dan tak ingin kehilangan orang yang terdekatnya ,dia bukti cintanya dengan Sang istri .
" iya ka Dion ,anakmu pasti mengharapkan kasih sayangmu saat ini ,dia butuh itu ka ,sebenarnya dia lebih sakit ,saat seusianya itu harus di tinggal sang ibu ,dia membutuhkan sosok ibu namun dia dipaksa untuk kehilangan di tambah kaka mengabaikan nya dan bahkan membencinya ,aku berharap dia tidak pernah membencimu kembali " ucap sisi merasa ikut bersedih dengan ujian Dion .
__ADS_1
" kamu benar sayang ,aku juga merasakan Kesedihan jadi ingat dulu saat aku mengabaikan azura dan azam serta kamu ,aku begitu hancur saat kalian tak memandangku "seketika Ar ingat momen yang begitu menyakitkan nya .
" terima kasih nasehat kalian telah menyadarkan ku ,ngomong ngomong aku tak melihat Azam ,dan mamah"merasa penasaran .
" Azam kerja di luar kota sedangkan mamah sudah 3 tahun meninggal ka "
" maaf ,aku membuat kalian bersedih "sesalnya .
" tak apa ,o iyah Kamu istirahat yah ,aku dan Sisi sudah mengantuk " ucap Ar yang di balas anggukan karena benar saja saat ini waktunya tidur .
*
*
*
keseokan hari Safa yang masih tidur karena tidur yang terlalu malam ,akibat menonton film kesukaan nya .
" fa ,bangun sudah siang ni" bujuk Azura .
namun untuk saat dia tertidur dia terlihat seperti anak kecil ,sehingga Azura yang memiliki sifat jahil yang membuat safa terbangun .
" aduh dingin kaka ,,,teriaknya saat wajah nya di percikan air yang dari kulkas .
" mangkanya kamu kalo nonton bang
ji chang wook jangan kebablasan " ucapnya sambil membuka tirai yang menampakkan keindahan desa di luar sana .
" iya ,aku mandi dulu yah ka " ucapnya terpaksa harus mandi dan pasti harus ikut dengan Zura ke sawah untuk menjadi fotografernya zura, karena selama di desa zura memanfaatkan momen di persawahan .
" kakak tunggu di bawah ok de " teriaknya ,yang dia jawab dengan teriak juga .
" dasar bocah " zura pun turun menghampiri sang bunda yang sedang menata makanan .
__ADS_1
" pagi bunda cu" sapa nya manja ,meski sudah dewasa Zura tetap akan bermanja-manja pada kedua orang tuanya dan sang abang .
" hay pagi juga,safa kemana de " begitupun sisi selalu memperlakukan Zura seperti anak usia lima tahun kadang membuat hati Safa iri ,dan merasakan sedih dia tidak pernah bisa bermanja-manja pada sang mami yang sudah lama meninggal .
" baru mandi ,o iyah ayah kemana bun,aku ko belum liat ?" tanyanya .
" lagi di depan sama om Dion ,lagi ngomongin masalah om Dion yang sedang mencari putrinya " ucapan sang bunda membuat Zura kaget .
" anak om Dion hilang?"dengan wajah syoknya .
" seperti itu ,ini bantu bunda dulu yah ceritanya nanti yah de " kesibukan Sisi saat menyiapkan sarapan meski di bantu bibi .
" ok bun,aku bantu liatin aja deh hi hi hi " zura emang tak pandai memasak namun dia juga tak banyak menuntut .
*
*
"sebaiknya kita makan dulu ,aku masih penasaran wajah anakmu seperti apa ,kemarin kemarin aku memikirkan seseorang dengan wajah yang hampir mirip melda ,tapi masih mungkin .
" serius tuan bos " berharap perkataan Ar itu benar .
" tapi masih mungkin,aku tidak mau kau terlalu berharap ,yang memebuat mu kecewa .
" iya tuan bos," jawabn Sedih Dion membuat hati Ar tak enak .
" sebaiknya kita masuk dulu ,sepertinya sisi sudaj nyiapin sarapan buat kita " ajaknya dan kini mereka kumpul di meja makan namun ada yang kurang .
" de kemana Safa,dia belum turun?" tanya Ar yang sudah menganggap anak itu putri bungsunya .
" semalem nonton drakor trus tidurnya telat ,udah bangun sih tapi ko lama yah" merasa heran
tiba tiba suara melengking nya membuat semua menatap arah tangga .ada seseorang yang tak percaya bisa menemukan nya di rumah sahabatnya ini .
__ADS_1
Deg
bersambung .