
kini Arsya dan bunda ,Denis sudah ada di restoran paforit kelurga mereka dulu. Arsya memang sengaja mengajak mereka makan di tempat itu..
"bunda ...Ar sudah memesan makanan nya ko .. kita tinggal tunggu pesanan datang yah ,o iyah abang juga sudah memesan makanan kesukaan kamu jg den ."
namun denis tak peduli toh tujuan nya dia hanya menemani bunda nya saja .
kecanggungan antara Arsya dan Denis tak luput dari pandangan bundanya .kali pertama mereka makan bersama ,
biasanya Denis lebih banyak waktu dengan bundanya ketimbang dengan Ar.. abang nya .
pesanan pun datang , Arsya pun langsung menyantap menu tersebut karena dia tak perlu berbasa- basi lagi ... karena dari tadi perutnya sudah mulai lapar .
tiba tiba terdengar suara cempreng yang membuat ke3 orang itu menghentikan makanan nya ,mencoba mencari siapa yang sudah mengganggu makan malam nya ini
Di tempat yang sama seorang wanita yang selalu bercerita seakan akan tempat ini adalah tempat yang hanya dia yang kunjungi
" loe tau kan makan di sini tuh mengingatkan gue sama si kutukupret tau win .. " loe ngapain juga ngjak gue ke resto ini dengan mulut yang penuh dengan makanan .. keluhnya pada winda .
" eeeeleh ... gaya loe si , makanan setengahnya loe udah abisin ... biasanya kalo galau kga mau makan ,lah ini ... winda sambil menunjuk nunjuk piring yang sudah kosong .
itulah kebiasaan kedua cewe itu kalo lagi galau pasti makanannya banyak.
" prinsip gue .. meski galau nih yah harus tetep makan biyar ada tenaga buat galau nya ha ha ha ha ...."
" ha ha ha ha ha ...dasar wong edan .. bilang aja laper, doyan ,dan satu lagi rakus . " celotehan celotehan mereka berdua tak luput dari pendengaran Arsya ,Denis dan bundanya . gimana gak kedengaran wong meja nya sebelahan .. emang dasar yah kedua cewe itu masih saja membahas yang gak penting .
__ADS_1
"bunda kenapa senyum senyum gth ."denis memperhatikan bundanya .
"aah gak kenpa napa sayang .... bunda cuman iri saja sama kedua wanita itu mereka makan nya menikmati banget yah .. bunda suka cara mereka menghadapi masalah ,tetap senyum dan makan ... ucapnya bunda sedikit menyindir kedua putranya .
alis Arsya pun terangkat ke atas karena menurut dia bunda terlalu cepat menyimpulkan keadaan ..
seolah da magnet yang menariknya keinginan tauanya begitu penasaran siapa kedua wanita yang tak henti henti bicara dia saat makan .perlahan Arsya mengalihkan pandangan nya .
deg... deg... " bukan nya dia cewe yang pernah bekerja di cafe tempo hari sehingga membuat kekacauan . " batin Arsya.
" de ini cobain Ayam nya punya Abang enak lo,mencoba mencairkan suasana namun Denis tidak pernah mau menganggap abangnya bicara .
" Denis sudah kenyang bun ,sebaiknya Denis pulang lebih dulu ya?"sepertinya Denis sudah malas lama lama disini" dengan nada menyindir .
Brakkk...
bentakan dan teriakan Arsya kali ini membuat semua mata melihatnya .. termasuk kedua wanita yang paling dekat dengannya .
" bunda mohon kalian jangan ribut di sini !"
bunda Menahan bahu arsya yang sudah mencondongkan ke arah denis ,, lain halnya dengan denis yang hanya duduk tenang dan seolah olah tidak mendengar bentakan sang kakak.
" sampai kapan loe benci sama gue ? ,loe mau penjarain gue silahkan gue udah cape jadi orang yang menurut loe selalu jahat ,,, silahkan denis yang terhormat .......ucapnya denga mata yang memerah .
"cukup nak ... bunda mohon kalian jangan ribut di sini ." Sang bunda masih menenangkan luapan emosi anak sulung nya .
__ADS_1
Denis menekan tombol pada kursi rodanya dia pergi meninggalkan bunda dan kakaknya . karena meski denis lumpuh dia tetap mandiri,di berlalu pulang kerumah tanpa bantuan di dorong oleh orang lain .
Air mata yang selama ini bunda tahan akhirnya lolos juga . karena selama ini bunda selalu menyembunyikan kesedihan nya seorang diri
malam ini semuanya tak tertahan kan lagi .
Arsya yang melihat bundanya meneteskan air matanya ini membut hati nya teriris belati semua ini gara gara dia
merasa bersalah Arsya pun meminta maaf pada bundanya atas emosinya .
"maaf ..... maafkan Arsya bunda . ini semua kesalahan Arsya ..
sambil tangan yang memohon ... membuat bunda semakin terisak ... dia tida tega melihat anak sulungnya meminta maaf .. karena jauh sebelum arsya meminta maaf sudah lama sang bunda memaafkan .
" bunda sayang abang ... jangan merasa bersalah yah nak !, ini lah takdir sayang .. tidak da yang bisa menolak musibah jika itu harus terjadi ..sambil memeluk sang putra yang sudah mulai menangis ,
begitu berat beban yang harus Arsya tanggung . sekuat dan sesabar mungkin menghadapi sikaf adiknya dan sekuat mungkin dia mencoba berbakti ,dengan cara membiayai hidup keluarganya ..
kelembutan dan keceriaan Arsya itu hanya cesing nya saja .. jauh dari lubuk hatinya dia begitu terpuruk ,perasaan bersalah itu selalu menghantuinya .
bersambung
vote
like
__ADS_1
komen
******** terima kasih ..