
Malam yang begitu indah ,bintang di langit menjadi saksi kebahagiaan Ar dan Sisi sekeluarga ,setelah acara makan malam usai, Sisi dan Ar berada di halaman depan duduk dan bersandar gurau ,dengan beralaskan karpet ,tak lupa mamah dan bunda menyiapkan cemilan cemilan untuk menemani ngobrol ,sedangkan Dion dan Denis pergi mengunjungi rumah bu dijah,semenjak penolakan kang Soleh ,bu dijah tidak terlihat mengunjungi Sisi entah kenapa mamah merasa ada yang beda,.
"Sayang ,mas berniat malam ini kita bicara pada mamah , kamu sudah siap kan ?"ucap Ar lembut
" Iya siap dong mas,nanti kita hadapin bareng bareng ya,"ujar Sisi
" sayang , percaya kan pada mas, mas tidak akan ceroboh lgi ,mas janji akan menjaga batasan mas,pada wanita lain ,"sambil memeluk Sisi secara posesif
" iya ,harus kalo itu terjadi mas tau kan akibat nya ,"ancam nya .
" cukup sekali,mas tak sanggup harus berpisah dengan kalian.
" hay hay ... biasa aja dong mesra mesra-an nya ,nie ada kue pisang dari bu dijah ,tadi titip buat ka sisi..suara Denis sampe melengking .
tap ,tap ,tap dengan jalan tertatih tatih ,denis memberikan makanan nya pada sang kaka, memang denis sudah banyak perubahan semenjak di berdamai dengan Arsya dia melanjutkan terapi berjalan nya ,agar tidak selalu menggunakan kursi roda ,itu membuat perubahan yang baik untuk Denis .
" loh ko hanya kue nya ,bu dijah nya mana den,"suara mamah dari arah belakang
" katanya sih lagi kurang sehat ,mungkin besok ".
__ADS_1
" Sisi kamu tadi pagi liat bu dijah sakit ya ? pertanyaan mamah membuat Ar mencoba tenang .
" ehm ... mah ,bun, maaf sebelumnya ,Memang tadi Ar dan sisi ke rumah bu dijah ,dan mengutarakan maksud Ar , mengatakan jika Ar dan sisi akan kembali ke kota ,apa bu dijah mau ikut ?"
sejenak Ar menjeda ucapan nya ,
"tapi tanpa kita duga kang soleh melarangnya , kita is ok ,tidak mau memaksakan ,mungkin bu dijah merasa tidak enak mah sama Sisi , karena Sisi sempat marah ,maaf mah ,Ar juga tidak memaksakan Sisi kembali ke kota ,jika Sisi dan mamah masih mau tinggal di sini Ar akan mengikuti kemana istri dan mamah tinggal ,penjelasan Ar membuat mamah Sisi tersenyum tenang .
" emmm.. mamah ikut kalian saja,karena mamah tidak mau mengekang kebahagiaan Sisi ,dan sisi sebagai istri harus patuh pada suami , malah mamah seneng kamu masih mau kembali pada putri mamah , itu artinya mamah setuju jika kalian pindah ke kota lagi ".kata kata mamah membuat hati Sisi yang lain merasa lega .
"mah maksih banyak ,sudah mau mengerti Sisi dan masAr ,mamah Sisi sayang mamah ,perlahan Sisi memeluk sang mamah dengan hati senang .
" ok sekarang kita kumpul di halaman itu aja , kebetulan,mamah dan bunda bikin cemilan paling enak ,dan jangan lupa kue dari bu dijah nya di makan .perintah bunda pada semuanya
" ayo... serempak nya
*****
" eh pak Dion ,ko da di sini ,baru saja mau ke rumah teh Sisi,nie mau melanjutkan omongan kemarin ,sambil mengunci pintu Rina dan ibunya hendak ke rumah Sisi.
__ADS_1
" aku sengaja untuk jemput kalian ,ayo kita bareng saja, ucapnya.
" ok ,ayo bu keburu malam "ajaknya
" ayo,,kamu benar ,mereka berjalan bersama tampak Dion senyum senyum entah apa yang di rasakan nya ,
suasana halaman rumh Sisi begitu ramai, keluarga Sisi begitu bahagia ,banyak yang mereka bahas dan rencanakan jika Sisi sudah melahirkan ,banyak pendapat dan wejangan wejangan yang di dapat ,banyak canda tawa antara Sisi dan Ar yang selalu berdebat dengan sang adik namun senyuman Sisi seketika memudar setelah melihat sosok wanita cantik dan manis bersama Dion tak lupa ibu Ela .
" Assalmualaikum semuanya ,ucap perempuan tersebut .
bersambung
jangan lupa yab dukung terus karya nya
like
vote
komen
__ADS_1