
" Stooop" teriak ketiganya .
ciiiiittt, dengan reflek Ar mengerem
" sayang , kalian ko minta ayah berhenti di sini?"
" karena kita mau ke sini , kenapa emang gak boleh " ucap sisi ketus
" eee... gak sayang ,mas ikut aja " jawab Ar sedikit gugup .
" ayo anak anak kita turun , bilang sama ayah kalian suruh tunggu di mobil saja "
" yayah cini aja yah " teriak keduanya .
" ayah ko gak boleh ikut "protesnya
" gak boleh ,gak denger yah "
" i..iyah mas gapapa deh mas rela nunggu kalian di sini " pasrahnya .
"sudah ayo anak anak " ajak Sisi .
Ar hanya menyaksikan kesayangan nya pada pergi entah mau apa yang jelas Ar hanya bisa pasrah .
*
*
*
Sisi menikmati acara makan rujak nya dengan hikmat ,sedangkan kedua anak anaknya sedang bermain di teras belakang bersama kedua ank anak bu sarmi .
" kamu teh kaya orang ngidam saja , ayo abisin jangan lupa bawa mangga yang utuhnya gih "
__ADS_1
" iya yah tapi dulu aku juga suka benget mangga muda saat hamil anak anak bu " sisi sedikit berpikir dan berharap jika itu benar .
tak terasa waktu sudah hampir sore ,
" ayo anak anak kita pulang ,bu makasih banyak yah ,nie aku bawa mangganya " setelah berpamitan sisi dan anak anakm menghampiri mobil suaminya .
" mamah itu yayah belum pulang ya?"
" iya ayo kita masuk " ajak Sisi .
deg
" mas , mas buka mas " sisi yang merasa bersalah melihat suaminya tertidur ,
" eeh kalian sudah mau pulang ,ayo masuk ,maaf yah yayah ketiduran " ucapnya merasa bersalah .
suasana makan malam pun tiba ,Ar yang merasa di asing kan oleh kedua wanita kesayangan nya merasa tidak pantas jika harus makan satu meja bareng mereka ,terlihat mamah tidak peduli apa yang Ar lakukan begitupun Sisi tidak ada sikap manis lagi .
" iya sayang , anak anak sudah makan belum ?"
" sudah mereka sudah tidur kata bu dijah ,kang soleh kapan pulang mah ko belum keliatan mobilnya ? "
" sebentar lagi ,kayanya adiknya masih butuh kang soleh ,Ar hanya menjadi pendengar tanpa ikut bersuara .
makan malam pun sudah selesai ,Ar dan Sisi kembali dalam kamar namun tidak ada percakapan entah Ar merasa tidak enak karena kejadian tempo hari .
" ehem , yang ,mas boleh peluk gak ?
" gak mau ,aku mu tidur sama anak anak ,maaf aku belum memafkan mas sepenuhnya " jawaban Sisi membuat mata Ar yang tadinya mengantuk tiba tiba hilang begitu saja .
suasana malam kini turun hujan ,Ar yang semenjak di tinggal Sisi sediri memutuskan untuk keluar rumah dengan duduk bangku taman anak anak nya.
" hemmmm... maaf kan aku ya Allah ,belum bisa menjadi suami dan ayah yang baik ," merasa gagal menjadi sang ayah dan suami siaga ,Ar tidak percaya jika dia bisa bersikap tidak baik pada keluarga kecilnya .
__ADS_1
" bos , ko belum tidur ,cuaca nya sudah turun hujan bos ,sebaiknya bos masuk kedalam " kang soleh merasa iba pada Ar yang semenjak pulang tidak ada perlakuan manis dari neng sisi dan ibu mertuanya .
"eh akang ,baru pulang ,bagaimana adiknya sudah sehat ?"tanya Ar saat melihat kang soleh .
"sudah bos ,eh bos akang pamit istirahat dulu yah "pamitnya karena sudah merasa lelah .
" silahkan ,maksih yah kang udah menjaga kedua anak Ar dan mamah juga dan sudah menjaga Sisi untuk Ar" ucapan Ar tulus .
" sama sama bos,itu sudah kewajiban akang bos "
" hem , silahkan kang kalo mau istirahat .
"baik bos " .kang soleh bear benar tidak busa menemani sang bos karena badan dan pikiran nya sudah lelah .
kini Ar hanya bisa menatap langit , dia masih belum bisa memejamkan mata nya .
grep
pelukan seseorang membuat Ar terperanjat .dan tidak menyangka jika Sisi memeluknya dengan erat .
" saa... sayang ... " mencoba melepaskan pelukan nya dan ingin melihat wajah yang sudah ia rindukan .
" mas kemana sih ,aku nunggu di kamar aku kangen yayah ganteng ku " ucapan Sisi membuat hati Ar kembali menghangat .
" sayang maafkan mas " tak henti hentinya Ar mengecup kening Sisi .
" tidak ada yang salah ko mas ,aku yang terlalu manja ,
" tidak... kamu harus manja sama mas ,maafin aku yah sayang " ucap Ar tulus .
" baik kalo gitu kita bobo dan peluk aku yah , mas aku mau itu " Ar yang mendengar permintaan yang di maksud tidak membuang waktu ,langsung membopong sang istri menuju kamar dan memadu kasih dan kerinduan yang sudah terpendam .
bersambung **"***
__ADS_1