
deg .
" sebaiknya kamu jangan bahas dia lagi ,bunda sudah memutuskan jika rumah itu akan bunda jual " jawabnya tegas meski dalam hati kecilnya ada rasa rindu yang terdalam pada putra sulungnya itu ,namun ternyata egonya mengalahkan semuanya .
" kenapa bun,maksud bunda mereka memang sudah bunda usir ,gara gara kejadian yang menimpa winda? " tanyanya
" iya ,bunda sudah terlalu kecewa pada mereka ,kamu sebaiknya istirahat karena bunda sudah lelah ingin tidur siang , tadi sepulang dari cafe bunda mampir ke butik ,ada karyawan baru jadi tolong jangan ganggu bunda dulu yah sayang " setelah ucapan itu bunda meninggalkan Winda yang masih syok atas perlakuan nya pada abang dan kaka ipar nya .
" apa aku harus senang , karena tidak ada lagi saingan yang sesungguhnya ,tapi kenapa aku jadi merasa sedikit rindu pada Sisi ,AAAH.....H sudahlah sebaiknya aku tidur juga " gumamnya dan kini winda kembali ke kamarnya .
*
*
*
" aku tau sebaiknya aku pergi ke rumah tuan bos saja ,malas berada di cafe dengan suasana tidak enak " Dion yang semenjak keluar dari ruangan Denis menjadi malas untuk bekerja .
" pak Dion mau kemana? " Rina yang sejak tadi memperhatikan Dion tampak gelisah .
"bukan urusan mu Rin,permisi " Dion yang tidak peduli akan teriakan Rina padanya .
" sebaiknya aku ke ruangan Denis ,siapa tau dia mau makan bareng aku "
__ADS_1
" Rin ,apa boleh aku titip kasir dulu ,aku kebelet nie pengen ke toilet " tiba tiba Salah satu rekan nya meminta Rina untuk menggantikan nya sementara .
" uuuh ganggu aja, jangan lama lama ya " kesalnya .
" iya tapi aku gak janji kalo macet bukan urusan salahku juga kan " teriaknya membuat Rina mendengus kesal .
*
*
*
" mah ,Ar titip Sisi dan kedua anak Ar yah mah "
" bukan gitu mah ,Ar niat akan selesaikan semuanya dengan cepat ko mah ,perusahaan itu akan tetap di jakarta ,dan setelah lancar Ar akan membuat kantor nya di rumah ini Ar akan menjadikan sebelah rumah ini menjadi bangunan yang akan di sulap menjadi kantor dan cafe kecil ,kebetulan pak Adrian mempercayai proyek beras itu di tangan Ar mah ,tadi dia mengirim berkas berkasnya melalui sekertaris om Reza " penuturan Ar membuat Mamah dan Sisi ikut bahagia .setidaknya perusahaan papahnya bisa bangkit lagi meski tidak langsung pesat namun harapan yang besar Sisi pada sang suami . dia tidak masalah jika harus hidup sederhana ,namun dia tidak mau membuat Ar merasa rendah diri dihadapan sang mamah ,dan anak anaknya ,dia paham perasaan suaminya saat tidak memiliki penghasilan membuat Sedikit tidak PD .
" aku dukung semua keputusan mas ,dan mamah pasti jaga kami mas,iya kan mah ," perkataan Sisi sontak membuat hati Ar bahagia ,meski sedang di bawah dia tetap bertahan dengan kondisi ini .
" maksih sayang ,makasih mah ,yang sudah sedia menjaga mereka untuk Ar " Ar kembali memeluk sang istri dengan erat .
" mamah bahagia meski hidup disini Ar " ucapan mamah shopi begitu menyentuh hati keduanya .
" maaf mah ,Ar dulu pernah membawa kembali kalian ke kota dengan alasan perkerjaan Ar mah " ucapnya lirih .
__ADS_1
" sudah jangan di ingat ingat lagi ,semua ini sudah jalan nya , mamah mau ke depan ya ,kasian kang sholeh sama bu dijah jagain mereka pasti udah cape " pamit mamah
" iya mah " ucap keduanya .
" sayang ,mas kangen pengen peluk peluk ini " ucapa Ar yang menunjuk kedua benda berharga anaknya merasa gemas .
" mas ,ingat ini milik anak kita "
" enak aja ,ini milik mas dari dulu sampai sekarang "
" gak .... itu dulu sekarang milik anak kita " sergahnya dan berlari ke kamar ,Sisi tau sang suami menginginkan nya , sampai Ar mengejar Sisi ke kamar nya dan entah apa yang mereka lakukan di siang bolong ini .
" sekali aja ok " ucap sisi.
hanya itu yang terdengar teman teman bisa bayangkan sendiri y..
bersambung...
maaf ,kesehatan emang penting ,ternyata kemarin kemarin lagi ngerasain sakit jadi baru bisa up lagi .jangan lupa dukungan nya ok cara nya
like
vote
__ADS_1
komen .