
" tidak bisa "
" bunda "seru keduanya .
" bunda tidak akan mengizinkan kalian kembali ke Bandung " tegasnya .
" tapi ade gak mau kejadian ini terulang lagi bun,bunda tau kan abang tidak bisa menjaga istriku " ucapnya dingin seakan masih tidak terima dengan kejadian ini .
" bunda yang akan menghukum abang mu ,jujur bunda kecewa , gimana ade mau kan tinggal sama bunda lagi " mohon nya .
" tapi ,bunda tidak perlu memberi hukuman pada mereka ,mereka tidak salah ko " timpal Winda
.
" sayang ,mereka pantas mendapatkan hukuman nya " yang di anggukan oleh sang bunda .
" kamu harus nurut sama suami ya,ingat mereka hampir membunuh bayi kita " ucap denis dingin.
" tapi ...., yasudah terserah kamu aja , " Winda merasa serba salah di sisi lain dia begitu bahagia ternyata bunda begitu sayang padanya ,meski awal awal da rasa iri pada Sisi yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari sang mertua .
" bun bagaimana dengan cafe "?
" lanjutkan ,bunda percaya kamu pasti bisa , itu cafe kan peninggalan keluarga bunda dan kamu berhak mengelolanya , bunda lebih percaya kamu sayang " entah kenapa bunda menjadi bersikap aneh pada putra sulungnya membuat hati Winda semakin bingung .
*
*
*
setelah beberapa hari winda di rawat di rumah sakit ,kini dokter membolehkan dia untuk pulang ,bunda yang dari awal samapai sekarang selalu menemaninya .
kini tibalah di rumah sang bunda .
" Assalamualaikum bi... " panggil bunda
" wa'alaikumusalam " jawab bibi seraya berlari membukakan pintu untuk sang tuan rumah ,
"siapkan makanan nya " titah bunda .
" sudah siap bun" jawabnya
" ayo sayang kita ke meja makan , kamu harus banyak makan yang bergizi supaya anak dalam kandungan mu sehat sehat "ucapnya lembut .
Denis hanya tersenyum bahagia melihat keduanya .
" maksih bunda ,winda pasti bakalan abisin semuanya ,tapi jangan marah ya,kalo makan winda jadi banyak " ucapnya sambil mendudukkan bokongnya .
" sip itu baru mantu bunda , Ade kasih lauk ini pada istrimu nak " perintahnya lagi .
" baik bos ku " jawabnya .
suasana makan siang begitu hikmat .namun tiba tiba Sisi dan kedua anaknya dengan bu dijah menghampiri mereka yang sedang menikmati makan siangnya .
" Assalamualaikum semuanya " ucap Sisi bahagia melihat sahabat sekaligus adik iparnya sudah sehat kembali , namun tak ada jawaban dari bunda dan Denis mereka tampak acuh berbeda dengan winda yang tampak canggung.
" bunda " niat ingin memberikan Azzura pada bunda namun bunda tiba tiba beranjak dari tempat duduk dan menghampiri Winda membawa nya ke kamar tanpa sepatah kata pun .
Sisi yang melihat merasa perih dalam hati,anak ankaknya harus kena imbasnya .
" neng , sebaiknya kita pulang yu " ajaknya bu dijah sudah tau masalah nya hanya dia merasa tidak percaya jika bunda dulu sangat menyayangi tapi sekarang malah sebaliknya ,
" tidak bu ,aku mau ngomong sama Bunda dan Denis " tolaknya .
Sisi menghampiri kamar winda namun Denis tidak mau membukanya .kini dia kembali mengetuk kamar bunda yang ada di samping .
__ADS_1
tok
tok
tok
" bunda ,bisa kita bicara di luar " pinta Sisi
namun tak ada jawaban dari kamar bunda sehingga sisi mengulang mengetuk kembali .
tok
tok
tok
tiba tiba bunda membukanya dan menatap Sisi dengan malas .
" mau bicara apa lagi ,tidak bisakah kalian pulang ,karena kami butuh istirahat paham " bentaknya
" bun,kita harus bicara kenapa bunda marah dan tidak mau memaafkan kami ,winda sehat bayinya juga sehat bun dimana salah nya " sedikit membentak karena bunda selalu mengacuhkan Ar dan dia ,belum lagi kedua anaknya kena imbasnya .
" ka Sisi ,kenapa membentak bundaku , apa ini sikap asli kaka ,apa kaka dan suami kakak tidak punya rasa hormat sekalipun " Denis pun tak kalah marah .
" aku mohon tinggalkan kami ,kami masih butuh istirahat ,karena ini semua salah kaka dan suami kakak" ucap denis lagi
plak
seketika Bunda marah melihat putra bungsunya di tampar orang lain .
plak
" aku tidak terima anak ku di tampar oleh mu " bentaknya dingin .
" maaf bun, aku tidak sengaja " sesal sisi
" bunda cukup..... ,kenapa mengusir istriku ,ini juga rumah aku bun" suara Ar yang tiba tiba muncul dari depan pintu .
" ini rumah bunda dan ayah , sebaiknya kalian keluar dari rumah ini " bentak bunda
" sayang sebaiknya kita pulang ,rumah kita bukan di sini " Ar meraih pundak Sisi yang bergetar karena menangis
.
" bu dijah , bawa anak anak pulang" teriknya . dan Sisi pun menghampiri bu dijah dan membantu mendorong terolinya .
" neng ,itu buahnya gimana "? tanya bu dijah
" biarin bu ,kita sebaiknya pulang " jawab Sisi yang masih menangis .
" tidak ada barang barang yang ketinggalan kan sayang " tanya Ar tanpa memperdulikan bunda dan adiknya .
" tidak " singkatnya .
terpaksa Ar meninggalkan rumah bunda khawatir terjadi sesuatu jika memaksakan kehendak .
" tunggu " ucap bunda dingin .
Sisi dan Ar menghentikan langkahnya ,begitupun bu dijah .
" rumah yang kalian tempati ,itu di beli dari penghasilan cafe ,dan aku harap kalian meninggalkan nya juga ,dan satu lagi Denis akan mengelola cafe itu " ucap bunda dingin .
Ar dan sisi tampak syok karena ucapan sang bunda nya ,begitupun bu dijah yang hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya .
" Kenapa bun,cafe itu aku yang telah lama mengelolanya ,aku h aku yang kelola samapi maju ,salahnya dimana uang itu hasil kerja keras aku bun " Ar berbalik badan dan menunggu jawaban sang bunda .
__ADS_1
" karena cafe itu milik keluarga ku ,sudah saatnya kamu mandiri ,tidak usah mengandalkan harta warisan dari orang tua "tegasnya .
" bunda tidak kasihan pada kami , Ar baru mau memulai membangun kembali perusahaan Sisi bun ,bunda liat anak kami masih butuh banyak biaya ,dan mereka cucu cucu bunda , " bentaknya pada sang bunda ,Sisi mendekat memeluk sang suami untuk meredamkan emosi Ar
" cukup " Denis yang hanya diam kini membuka suaranya ,
" apa perlu kami memanggil petugas keamanan hah ,bentaknya ...." silahkan keluar" perintahnya lagi .
"kau.... tunjuk Ar yang sudah emosi namun tangan Sisi meraihnya Sisi seketika itu Ar lebih memilih pergi membawa keluarga nya keluar.
" sayang ayo ,bu dijah bawa anak anak cepat " teriak Ar membuat bu dijah gugup .
" ba ba baik tuan " gugupnya .
suasana seketika hening ,Bunda dan Denis masih asyik dalam pikiran masing masing .
" Ade ,antar bunda ke kamar ya, bunda hari ini lelah " ucap bunda sedikit syok ,
" baik bun, Ade harap bunda jangan terlalu memikirkan masalah ini " titahnya .
" iya sayang ,bunda sayang kamu dan winda " seraya mengusap kepala sang putra .
"dan calon cucu bunda " ralat bunda .
" maksih banyak bunda mau membela aku ,aku cuman masih belum memaafkan abang ,dan sekarang Ade hanya mau hidup tenang dengan Winda bun ,ade takut kehilangan " lirihnya
" bunda pasti membelamu ,mereka tidak akan menyakiti mantu dan cucu bunda ok "
*
*
*
" aaakkkkhhhh..... kesal Ar tidak menyangka jika bundanya kini telah berubah .
" mas ,maafkan aku ,karena aku kalian menjadi salah paham lagi" ucap Sisi lirih.
" kamu tidak salah ,sebaiknya kita berkemas ,hari ini juga kita harus meninggalkan rumah ini ,kamu jangan merasa bersalah " ucap lembut Ar pada istrinya .
cup
" kamu tidak akan meninggalkan mas kan ,sekarang mas tidak punya apa apa lagi " ucapnya pada Sisi.
" tidak akan ,ini sudah keputusan mutlak " jawab sisi tegas
" makasih sayang mas bersyukur memilikimu " ucapnya sambil membawa sisi dalm pelukan nya .
" mas, mamah sudah di telpone kan ,kita mau tinggal dimna mas " tanya sisi ,ada rasa sesak jika harus meningglkan rumah ini ,bukan tidak mau jatuh miskin namun sebegitu teganya bunda mengusirnya .
"permisi neng ,maaf kalo boleh terima saran bu dijah apa sebaiknya kita pulang ke tempat kita dulu masih ada rumah neng kan ," bu dijah tidak akan membiarkan orang yang sebaik Ar dan sisi terlunta lunta .
" mas ,kita hampir lupa gimana kalo kita ikuti saran bu dijah " ucapnya antusias .
" bu dijah apa tidak apa kita tinggal di rumah itu lagi ?" tanya Ar
" malahan bagus dong " .
" tunggu pendapat mamah dulu yah sayng Ar tidak mau ambil keputusan hanya sepihak .
"ok aku juga setuju mas , jawab sisi lega ,setidaknya Ar mau menghargai keberadaan mamahnya juga .
" mamah setuju " ucap Mamah sisi tiba tiba menimpali .
bersambung .
__ADS_1
bab nya panjang nie lagi semangat 🤗🤗🤗