
suasana mengharukan terjadi lagi ,pertemuan sang bunda dengan putranya begitu menyedihkan ,
"bunda makan yah ,Abang sedih kalo liat bunda sakit "bujukan sang putra membuat hati bunda bahagia ,
" sini bang ,ade mana win , kalian sini bunda mau peluk dulu " pinta bunda
" ade di sini bun,apa ade gak ganggu nanti ya bun"
" tidak kmu anak bunda abang juga anak bunda, kasih sayang bunda tidak akan berkurang lagi ,bunda akan adil "
" makasih bun," Denis Ar kini saling meluapkan kerinduan nya , mereka begitu bahagia jika saling memaafkan tidak ada rasa iri hati dan dendam lagi .
" kalian putra putra bunda yang paling bunda sayang ,dan kalian putra bunda yang paling hebat "
" iya bun ,abang hebat " dengan bangganya
" ade juga sudah hebat bunda "
"kalian benar"
" sekarang bunda makan ya, abang suapi yah "
" iya tapi dikit aja yah ,bunda gak suka bubur rumah sakit "
" iya , tapi bunda harus makan meski sedikit biar cepat sembuh " tegas Ar .
" win kamu pulang apa menginap " tanya bunda pada menantunya .
" gimana yangk "
" bun boleh gak ade pulang ,kasian winda terlihat lelah"
" iya sayang kalian istirahat dan jangan lupa buatkan susu hamil winda yah " percakapan Bunda dan Denis berakhir dan berpamitan untuk pulang Ar yang setia menemani bunda .
" bunda tidur yah , udah malem "
" iya tapi janji jangan pergi lagi yah nak " pinta nya .
" janji " dengan lembut Ar meyakinkan ,tanpa dia sadari sikap nya sudah menyakiti hati Sang istri yang menunggu kabar darinya
malam semakin larut Ar yang sudah terlelap di samping bunda dengan posisi duduk ,namun tidak untuk Sisi yang mencoba menghubungi Ar dan Denis tidak ada yang respon .
" huaaaaa bunaaaa "
"cup cup cup bobo lagi yah nak , ini masih malem ok , "
" eeem undaaa dede panas badan nya nie" ucap Azam saat tangan nya menyentuh Tangan sang adik .
__ADS_1
" masa nak , coba bunda cek dulu yah abang obo lagi yah "
" nda au ,dede kacian nda matanya melem teyus badan nya nanas banget "
" ya Allah nak ,kamu kenapa nak ,jangan sakit sekarang nak bunda bingung gak da ayah kalian "saat mengecek Sisi melihat hasil nya ternyata benar panasnya 39
tanpa menunggu lama sisi membawa Azura untuk berobat meski ke klinik , dia membangunkan sang mamah dan bu dijah agar pak soleh menyiapkan mobil nya .
" mah aku berangkat dulu yah aku titip azam mah " ucapnya yang masih mencoba tenang .
" kamu jangn panik nak ,azam aman sama mamah , bu dijah juga ada nak "
" makasih mah ,aku berangkat "sisi dengan sigap bawa putri nya .
" neng kita ke rumah sakit aja yah neng ,biar puas berobatnya " usulnya ." iya kang ayo cepat kang ," jawab sisi .
hampir satu jam Sisi dalm perjalanan ke rumah sakit yang cukup jauh dengan hati cemas dan sedih disaat ini sang suami jauh dan tak bisa di hubungi .
*
*
*
" bagaimana keadaan putri saya dok "
" lakukan yang terbaik untuk putri saya dok " mohonya .
" jangan lupa berdoa semoga apa yang di pikirkan saya tidak terjadi "
" Amiin dok trima kasih banyak "
" ini sudah tugas kami sebagi dokter bu ,kalo begitu kami pamit dulu bu , mari bu "
" baik dok ,sekali lagi terima kasih " ucap sisi tulus .
setelah dokter dan suster meningglkan nya kini Sisi hanya bisa menatap sang putri dengan pandangan kosong tanpa dia sadari air mata lolos begitu saja , dia tidak tega melihat Zura si cerewet itu hanya bisa diam, tak ada tangisan di saat merasakan begitu sakit .
" maafin bunda nak ,bunda janji tidak akan menelantarkan kalian lagi ,seharian ini bunda hanya memikirkan Ayah mu saja ,maafin bunda nak " rancau nya saat ini dia akan menjaga Azura dan Azam dia tak perlu memikirkan Ar ,yang masih tak ada kabar .
" mas kamu tega mas ,aku kecewa sama kamu ,setidaknya kabari kami yang setia menunggu mu " gumamnya .
" hallo mah ,zura masih harus tes namun sekarang keadaan nya lebih baik dari tadi ,azam sudah tidurkan mah " rasa khawatir pada sang putra ,dia tidak ingin putranya ikutan sakit .dari kecil memang mereka kembar Alhmdulillahnya mereka tak seperti anak kembar lain nya tidak ikutan sakit jika kembaran nya sakit .
" kamu jangan banyak pikiran nak ,kamu fokuskan kesehatan zura dulu ,azam sudah tidur dan ingat kamu harus makan nak jangan pikirkan suamimu dulu yah zura saat ini lebih butuh kamu " seakan tau Sang mamah menegaskan agar dia fokus mengurus zura karena mamah yakin zura sakit karena masalah kedua orang tuanya yang lagi tidak baik baik saja .
" baik mah ,kang soleh sudah pulang mau bawa perlengkapan aku dan zura besok saja jika mau ke Rs yah mah " ucapan.
__ADS_1
" iya mamah tutup yah sayang ,mamah selalu ada untuk kamu ," mencoba memberi semangat penuh pada putrinya .
" iya mamah sayang , ok Assalmualaikum mamah ku sayang .
" waalaikumsalam putri mamah yang manja dan cerewet" di sertai ledekan .
percakapan pun berakhir ,kini sisi jauh lebih tenang . dia bersyukur karena masih ada mamah dalam hidupnya .
hari berganti hari tidak terasa Ar sudah satu minggu menemani sang bunda yang hari ini akan pulang ,tanpa sadar Ar masih belum memeberi kabar kepada keluarga nya.
di tempat lain zura sudah tiga hari keluar rumah sakit tidak pernah sekalipun membuka suaranya ,dia seakan tau perasaan kesal pada sang ayah yang tidak peduli pada bunda dan dirinya ,dia seakan akan malas untuk menanyakan ayahnya .biasanya zura paling manja dan paling dekat pada Ar jika sedang sakit .
" sayang ,kita ke taman yu ,ada kaka azam loh da rian juga loh ,mereka mau main ayunan mau ikut dak ? suara lembut sisi begitu sesak melihat azura menjadi pendiam dan malas main .
" dak au unda cantik , dede tape banet pengen bobo teyus " jawabnya lesu meski malas tapi dia tetap jawab .
" bunda gendong mau " tawarnya dia tidak mau sang putri menjadi seperti ini .
" zuya belat unda , nanti unda tape "
" unda kuat sayang ayo bunda gendong ,dengan sigap Sisi mengangkat Tubuh mungil azura yang semakin hari semakin kurus ,ada rasa sesak di saat sakit seperti ini zura masih marah pada sang ayah ,dia tidak menyalahkan Ar namun dia hanya butuh kabar apakah dia sehat .
" unda , itu rian dendut amat yah ,aku kalang kulus yah " ucap Azura sedih ,membuat hati sang ibu muda itu ikut merasakan sakit ,karena semenjak sakit zura malas untuk makan ,dia selalu menolak, entah kenapa bocah kecil ini seperti da tekanan batin ,merasakan kerinduan pada sang ayah namun tidak tau caranya .
" iya kalo zura mau gendut harus makan banyak yah ,biar gendut kaya rian " namun di jawab dengan gelengan kepala .
" kenapa masakan bunda tidak enak yah ?"bukan tidak tau Sisi pun merasakan napsu makan nya berkurang karena dia juga sama rindu pada sang suami . namun dia harus terlihat tegar di depan anak anaknya .
" zulaaa ayo ama kaka sini kaka punya bunga cantik tekali " azam yang tidak tega melihat sang adik yang menjadi pendiam.
" nda au kaka ,zuya gak suka bunga nya bau banet , he he he "
" cini duyu dudukin unda di sini "
Sisi menuruti nya dan di pasangkan nya bunga itu di samping kuping zura yang terlihat indah Rian pun sama memasangkan di sebelahnya lagi dan akhirnya mereka tertwa bersama melihat zura kembali tersenyum meski sebentar.
" iya acu cantik banet yah kakak ,ian acu cantik kan "tanyanya manja .
" cantik banet anak bunda ini , di ciumin seluruh wajah sang putri yang terlihat pucat ,dia bahagia melihat kekompakan putra putrinya , sisi bersyukur dulu azam terlihat pemalu dan pendiam namun sekarang dia seperti dewa penolong baginya ,dia selalu membuat zura tersenyum di saat sang adik mulai bersedih .
*
*
" nak kamu sudah kabarin Sisi dan anak anak mu belum ?" pertanyaan sang bunda membuat hati Ar tersadar .
Deg
__ADS_1
bersambung πππmohon dukungan nya yah teman teman .. makasih banyak