
tok
tok
tok
" masuk " teriak Denis dalam ruangan meski merasa terganggu namun dia tidak mau di anggap bos egois
" permisi tuan ,maaf jika kedatangan kamu mengganggu " ucap Dion
"eh gak ko bang ,mari duduk ,ajak calon nya masuk dan duduk " titahnya .
" siang tuang ,nyonya " sapa Melda dan Dion
" jangan panggil aku nyonya mel ,bang, maaf aku tidak nyaman" ucap Winda yang merasa canggung pada Dion dan Melda .
"iya bang ,maafkan kesalahan kami dulu ,mungkin aku dan istriku sudah bersikap yang tidak pantas pada abang " ucap Denis lembut .
" tidak apa tuan , saya memakluminya ko " jawabnya tenang .
" makasih bang , o iyah ada perlu apa bang ,,ada yang bisa Denis bantu " tanyanya .
" ini tuan kita mau memberikan kartu undangan ," lalu menyerahkan undangan tersebut .
" Alhamdulillah bang ,ternyata kalian jadi juga " seru Winda ,yang memang sudah mengetahui jika melda dan Dion berpacaran .
" iya nyonya ,kami berharap kalian bisa datang ke acara kami " harapannya .
" pasti bang ,kami akan datang , kalian jangan merasa tidak penting dalam kehidupan keluarga kami ,maaf jika perkataan ku dulu menyakiti perasaan abang , aku berharap kalian tidak membenci aku bang " dengan perasan malu dam sedih Denis tidak bisa berkata kata apalagi ,dia merasa jika dia sudah jahat pada dion .
"kalo begitu kami permisi tuan" tidak mau berlama lama Dion pamitan dengan hati yang sedikit lega meski masih canggung .
" bang ,aku boleh peluk abang sebentar saja " ucapan denis menghentikan langkah Melda dan Dion
" bang " pintanya sekali lagi.
perlahan Dion membalikan badan dan memandang ke arah Denis yang sudah dia anggap adik sendiri .
" kemarilah " dengan gerakan cepat Denis melangkah dan memeluk Dion ,ingin rasanya dia mengadukan perasaan kangen,dan semua keluh kesahnya selama di tinggal Abang Ar dan Sisi , ingin di peluk dan diperhatikan lagi olehnya .
" aku kangen abang dion dan Abang Ar " dalam isakanya Denis mengungkapkan perasaan rindunya pada Ar yang masih dalam pelukan Dion .
" kalo kangen berkunjung lah bos kecil " candanya ,dengan perlahan melepaskan pelukan nya .
" aku malu bang ,aku takut di usir " ucapnya .
plak
" aduh sakit bang ,jidat aku bisa benjol " candanya
suasana yang awalnya canggung kini tanpak hangat ,Dion dan Denis kembali jail seperti dulu .
begitupun Winda dan melda kini mereka melanjutkan perbincangan dengan makan siang di luar cafe .
__ADS_1
" bang ,aku serius aku takut ,abang tau kan bang Ar galak banget dulu pas aku usir ,aku menyesal bang " ucapnya penuh penyesalan .
" aku tidak menyalahkan kalian, meski semarah apapun tuan bos dia tidak akan membunuh adiknya paham kan "
" gimana kalo bang Dion antar kami ,mau yah " ide winda di anggukan oleh Denis
" masa aku ,kalian saja kan kalian tau rumahnya tuan bos " tolaknya
" yah akau tau bang ,tapi abang mau kan antar kamia , aku mohon yah yah yah " permohonan Denis kalia ini tidak bisa di bantah lagi dengan terpaksa dion menyetujuinya
" makasih banyak bang ," ucap denis dan Winda bersamaan
" cie.. cie... yang udah baikan , kalian kompak juga yah " ledek Melda
" bang tadi si hama lucu yah mukanya "
Denis dan winda mengerutkan alisnya soleh meminta penjelasan
" hama "ucap Denis dan winda bersamaan
" itu , si Rina pacar bos kecil" ledek Dion membuat Mata Winda melotot
" ayank....... teriak Winda pada Denis yang mulai panik
" bang ,jang di bahas lagi aku udah putus sama dia " tegasnya
" yank ,bang Dion cuman becanda yah jangan mara pisss " mohonya
" nempel bibir " sergah Dion dan Melda tak percaya .
"ya ampun di ingetin lagi " dengan frustasi Denis mengacak rambutnya dan kembali memeluk Winda yang masih manyaun .
sehingga canda saling meledek mereka lontarkan , suasan makan siang kali ini begitu istimewa .
*
*
*
malam puntiba Ar yang sudah membersihkan diri berada di sampinh jendela yang menapkanan suasana langit di luar
" mas , lagi apa ? dengan hati hati Sisi mendekat pada Suaminya yang entah kenapa terlihat sedih
" sayang .... ini ,mas lagi melihat bulan dan bintang di atas ,indah sekali " kilahnya ada perasaan rindu yang teramat besar pada sang bunda dan adiknya namun Ar tidak mau Sisi bersedih .
" mas tidak pandai berbohong ,mas kangen bunda ? " tebakan nya ternyata tidak salah .
" maaf" dengan cepat Ar memeluk sang istri dengan manja
" mas jujur dong ,sumpah aku tidak marah juga mas ,wajar mas merindukan mereka ,namun mas harus tau mereka pasti merindukan mas juga "
" mas gak yakin sayang ,bisa jadi mereka udah lupain mas " dengan nada sedih Ar merasa bunda dan adiknya telah melupakan nya .
__ADS_1
" huuussst "
" mas percaya takdir akan mempertemukan kalian percayalah kita pasti bisa berkumpul lagi " ucapan Sisi begitu membuat Ar senang banyak harapan yang baik kedepan nya .
" baiklah kita tunggu keajaibannya sayang " dengan perlahan Ar mendekatkan bibir nya pada bibir seksi sang istri dan mengecupnya ,awalnya kecupan itu lembut namun lama lama Ar ingin menuntaskan keinginan nya untuk bercinta dengan sang istri tercinta ,yang semakin hari semakin candu .
" mas merindukan kamu sayang " bisiknya , dan akhirnya Sisi dan Ar melakukan pergulatan dengan penuh kelembutan .
setelah saling menuntaskan mereka kini memejamkan mata yang sudah terlihat lelah dan mengantuk .
" makasih sayng ,permainan mu hebat " fuji Ar pada Sisi yang mampu mengimbangi permainan sang suami .
" hemmm " jawabnya .
*
*
*
"yayah yayah..... butaiiiin pintuna... teriakan balita menggemaskan sudah hadir ,menggagu keduanya yang tampak masih betah di bawah selimut .
" huuuuaaaaaa yayah undaaaa... buta buta pintunaaaa huaaaaaa.. terikan sang putri nya membuat keduanya terperanjat .
ckelek ..
" iiih lama talisih unda ama yayah macih bo bo yah " selidik Zura .
" eeeeh iiiyah sayang nya yayah " seperti ketahuan selingkuh Ar menjawab dengan gugup.
"iiiih bauuu banet cih yayah acu mau kelual aja ,main agi ma Azam" ucapnya kesal ,ingin mengajak sang ayah bermain namun ayahnya masih belum mandi .
" hah " dengan gemas Dia mencubit pipi zura sebelum keluar sehingga membuat Zura kesal pada yayahnya .
Sisi yang sudah berada di kamar mandi tidak tau kelakuan princesnya .
" dasar pengganggu " gumam Ar sambil tersenyum bangga .
" zula mana yayah atu ,bunda atu mana "
" masih di kamal belum mandi bau banet ka" ucapnya sambil memencet hidung mungilnya
" iiih jijik yah " keduanya kembali bermain setelah mendapatkan susu masing masing dari sang nenek .
" zura ,azam sini nenek punya buah stoberyy nie " teriak Bu Dijah dari taman depan .
" mauuuu " keduanya berlali ke halaman depan dengan hati bahagia .
sedangkan suasana di kediamnan Bunda , tampa terlihat masih sepi tak ada makanan yang terpajang hanya air putih dan buah yang tersedia,biasanya sang bunda sudah sibuk menyiapkan makanan untuk bisa di makan namun tidak untuk hari ini .
" bundaaaaaa" teriak Denis
bersambung ...
__ADS_1