
" hay kalian tolong aku dong " dengan manjanya sang wanita langsung merangkul lengan Azam yang langsung mendapat tatapan yang begitu tajam .
" maaf ,boleh aku meminta pertolongan nya " dengan sedikit takut karena Azam masih terlihat tak terima jika dia di rangkul wanita Asing .
" anda tidak takut berkeliaran di kampung orang dengan pakaian seperti ini ?" pertanyaan Azura membuat sang wanita menjadi salah tingkah . jujur di juga tidak tau jika harus tersesat di kampung diman penghuninya masih menjaga dalm segi penampilan .
" ini aku tersesat ,mobilku mogok saat melintasi jembatan di Simpang ,dan aku tinggalkan karena aku merasa takut jika harus berada di mobil sendiri " ucapnya jujur karen Sang wanita tak sengaja melihat sang kekasih membelokan mobilnya ke kanan namun itu hanya trik nya saja ,dan naasnya jalanan yang wanita lalui ternyata mengakibatkan mobilnya menjadi mogok.
" sebaiknya anda ikut kami pulang ,ini sudah terlalu malam , jika memperbaiki mobil malam malam khawatir terjadi apa apa , gimana kamu mau ikut kami ?" tawaran Azura langsung di respon baik oleh sang wanita namun tidak dengan Azam yang tampak tak suka .
" sekali lagi terima kasih banyak ,ini tas ku kalian cek saja di situ ada KTP dan uang yang banyak " pernyataan sang wanita sontak membuat emosi Azam meluap .
" hey kamu pikir kami meminta uang mu ,kami menolongmu hanya sebatas kemanusiaan jadi jangan mentang mentang kami orang desa kamu seenaknya saja bicara masalah bayaran" teriak Azam yang membuat Azura tercengang .
" maaf ,aku tidak ada maksud merendahkan kalian " merasa ucapan nya itu sudah di luar batas karena dia tidak tau harus mengucapkan apa lagi .
" sudah bang kita tidak baik ribut malam malam gini di jalan pula ,ayo ikut dengan kamin,sepertinya kamu tidak memakai sendal apa tidak sakit kaki nya? merasa iba Azura memapahnya wanita itu dengan lembut meski Azura lebih dewasa darinya namun dia tetap menghargai wanita yang di depan nya ini .
" terima kasih ka ,aku mana semat pakai sepatu ,liat jalanan sana sungguh mengerikan aku hanya ingat tas ku saja , membayangkan apa jadinya jika dia harus menunggu pertolongan dengan cara menunggu .
Azam yang terlebih dahulu sampai dia menyampaikan alasan membawa wanita asing ke rumahnya .
tentu itu tidak masalah bagi Sisi dan Ar karena itu tindakan yang menutut mereka baik .
" Assalmualaikum bunda ayah ade bawa safa dia butuh pertolongan bun yah " permintaan lembut sang putri membuat Ar tersenyum dan merasa Azura begitu bahagia saat safa di bawa .di perjalanan Safa dan Azura sudah berkenalan dan kenapa dia bisa tersesat pun safa menceritakan nya .
__ADS_1
" maaf tante ,om ,safa malam malam bertamu" sedikit menunduk karena dia merasa malu dengan pakaian yang cukup terbuka ,safa memang memiliki postur tubuh yang mungil seperti Azura ,meski usianya 2 tahun lebih muda dari Azura .
"kamu sudah makan belum ?"tanya Sisi lembut
Safa hanya menggelengkan kepalanya karena memang niatnya ingin makan siang bersama Sang kekasih namun nyatanya sang kekasih pergi bersama wanita lain .
" kalo begitu biar zura yang temenin kamu makan , ayo de ajak Safa " titah Sisi seakan tau jika Safa saat ini seperti malu .
" ayo ,aku temenin , " ajak Zura sehingga Safa pamit untuk pergi ke ruang makan .
"wah ini makanan nya enak sekali " fuji Safa karena dia jarang makan masakan rumahan setelah sang mami meninggal .
" o yah ,ini semua bunda aku yang masak loh , ayo lanjutin masih ada nie " perlakuan Zura begitu lembut dan menganggap Safa seperti adiknya .
"kamu udah makan yah ? " tak henti hentinya Safa berceloteh meski mulutnya penuh dengan makanan .
" aku tidak terlalu suka belanja ,dan semua ini aku beli di mall yang tidak tau toko dan butik apa namnya yang penting kalo aku sula baju aku beli ," jawaban polos safa mengingatkan dia dulu waktu sekolah .
" aaah akhirnya kenyang juga perutku ,maksih yah ka ,maikanan nya enak "
"kamu ikut aku ke kamar ok,sebaiknya kamu mandi dan berganti pakaian," ajaknya dan Safa pun mengikuti perintah Azura .
*
*
__ADS_1
keesokan harinya ,saat Sisi memasak dan Ar yang memilih menyaksikan ikan ikan hiasnya sebelum melakukan aktifitas ke cafe meski hanya mengecek .
" apa yang kamu lakukan dengan motorku " bentak Azam yang mengetahui Safa meminjam motor Azam yang tak sengaja menjatuhkan nya saat mengambil sepatu nya di mobil .
"maaf bang ,aku tadi cuman ambil sepatu ,maaf nie motornya tadi agak lecet dikit ,soalnya sudah lama tidak memakai motor " dengan rasa takut safa meminta maaf .
" Awas, minggir aku bilang "kini teriakan Azam terdengar oleh Sisi dan sang suami begitupun Azura yang baru turun .
"Abang ,kenapa teriak teriak ,kenapa sayang " Sisi menyaksikan Begitu ketakutan nya safa saat ini .
" ini bun, motor aku di jatuhkan dia , " sambil menunjuk wajah Safa yang tampak pucat karena takut .
" sudah sebaiknya kita masuk bun, Ayah
udah laper " Ar sengaja mengajak sang istri untuk sarapan .
" ayo yah ,safa ayo ikut bunda kamu tidak usah takut " ajaknya lembut
" aaaaakkkh sebel ,kenapa sih bunda masih bersikap baik ama tuh wanita " umpatnya sambil melangkah kan kakinya ke kamar .
"abang mau kemana ,sini sarapan " ajak Azura pada kakaknya .
" males ,abng mau sarapan di Kamar saja" ucapnya sambil melangkah
namun tiba tiba sura Ar menghentikan nya
__ADS_1
"Azam " panggil Ar pada sang putranya dengan suara sedikit meninggi .
bersambung .....