Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 15


__ADS_3

waktu pun terus bergulir,acara pernikahan Rania dan Rio telah tiba.dimana banyak sahabat dan sanak kelurga yang tampak hadir tak terkecuali sang mantan pun menghadiri pesta Rania.


" Ar ayo kita berikan selamat pada Rania, ajakan sang bunda membuyarkan lamunan nya,.


dengan perasaan gugup Ar pun melangkah berjalan kepelaminan ..


tak tak tak ...


"Selamat menempuh hidup baru,doa yang tulus terucap sekuat dan sebisa mungkin Ar menutupi kesedihan nya .


tiba tiba ...


grep ...Rania memeluk dan menangis dalam pelukan sang mantan ,tetapi dia pun memberikan doa tulus untuk sang mantan ,supaya Ar mendapatkan jodoh yang lebih baik darinya .. Rania berharap Ar segera menemukan jodoh terindah untuk nya .


" Aku doakan semoga Allah cepat memberikan jodoh terindah untuk mu ,jodoh yang terbaik untukmu ... aku percaya kau pria setia dan pria paling baik Ar , jangan benci kami ya Ar .. "isakan Rania begitu menyesali atas perbuatan nya .


"terimakasih " .. Ar perlahan melepaskan pelukan Rania karena tak mau Rio salah paham ..


bagaiman pun Rania bukan siapa siapa lagi baginya hanya seorang mantan .


beralih ke Rio Ar mengucapkan selamat .


"Selamat bro ... jaga dan sayangi dia , karena Rania wanita yang baik " Ar tersenyum getir....


Rio hanya menundukkan kepala karena dia merasa bersalah telah menjadi orang ketiga diantara Rania dan Arsya.

__ADS_1


tak terasa air mata mulai membasahi pipi Ar secepat mungkin Ar menghapusnya.


" selamat yah nak Rania semoga SAMAWA" bunda memberikan selamat kepada kedua mempelai dan berlalu ,


setiba di mobil bunda memeluk sang putra yang sedang bersusah payah menyembunyikan kesedihan nya,


hati ibu mana yang tega melihat anaknya rapuh , sesak begitu lah kira kira . sebisa mungkin bunda memberikan sandaran yang paling nyaman untuk Ar.


" Bunda percaya putra bunda itu pasti menemukan jodoh yang tepat ,jodoh yang terindah , masih memeluk sambil membelai rambut sang putra


" Ar boleh menginap di rumah gak bun ?, Ar pengen tidur sama bunda ".bagai di hantam batu besar hati seorang ibu begitu sesak ,disaat Ar mengatakan itu .


"boleh banget sayang .. ayo ... bunda pun melepaskan pelukan Ar dan cepat-cepat mengalihkan pandangan nya karena tidak mau Ar melihat air mata yang sempat terjatuh .


******


tiba tiba sebuah mobil berhenti di halaman rumah Denis


" hay sayang "bunda menghampiri sang putra bungsunya .


"malam jagoan !!! ,giman kabarnya ?Ar sang abang menyapa Denis dengan sebutan jagoan, karena panggilan jagoan itu panggilan sayang ayah padanya . dia sengaja agar Denis sedikit mencair dan menyambutnya dengan senang hati .


namun alih alih mencair tapi sebaliknya


panggilan itu , membuat sang adik kesal dan tidak terima sebutan itu keluar dari mulut sang abang.orang yang saat ini di bencinya .

__ADS_1


dengan senyuman getir Ar mengalihkan pandangan nya ,sebisa mungkin dia menerima sikap sang adik .


bunda merasakan kembali kecanggungan kedua putranya merasakan sedih .berharap permusuhan ini cepat berlalu .


" ayo sayang masuk katanya mau menginap tidur sama bunda ? bunda mencoba mencairkan suasana .


" iya bun .. tapi Ar mau tidur di kamar Ar aja bun".niat ingin tidur bareng bunda di urungkan nya ,tak mau membuat denis salah paham lagi .


"ok sekarang kita masuk yu .."...ajak sang bunda pada kedua putra kesayangan nya.


kini arsya tiba di kamar nya dia merasa sudah lama tidak tidur di sini .. rasa sedih dan rasa lelah menyatu sehingga tak terasa mata nya pun mulai terpejam .


"Abang lagi patah hati ,, tadi bunda nemenin abang mu ke pesta pernikahan mantan nya de ." ucap bunda agar dia tau maksud nya Ar menginap di rumah ini .


Denis hanya diam seribu bahasa,setelah mendengar penjelasan sang bunda tidak da niatan untuk berkomentar , namun berfikir keras apa sesakit itu patah hati , sebenarnya Denis memperhatikan penampilan dan sorot mata yang menyiratkan bahwa dia sedang tidak baik- baik saja .


dalam hati yang paling terdalam Denis meras sesak mendengat cerita sang bunda tentang sang kakak.. karena selama ini dia tidak pernah peduli .


mungkin rasa gengsi dan keegoisan denis seolah olah tidak peduli dan memilih kembali ke kamar untuk beristirahat .


bersambung


like


vote

__ADS_1


komen


terima kasih , mohon dukungan nya y....


__ADS_2