Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 89


__ADS_3

Apa? ... be... benar kah mas ,kami akan segera ke rumah sakit ,tolong jaga abang untuk ku mas " raut wajah yang tampak lelah namun ada kebagiaan yang terpancar membuat Azzura sang putri mengerti dia yakin ada kabar bahagia dari sang ayah,dia tau betul bunda tak akan sebahagia ini jika tentang abang.


setelah menutup telpon nya dengan sang suami ,bunda Sisi langsung menghampiri kamar sang menantu yang sudah mencoba menghabiskan setiap kunyahan nya. dia segera memberi kabar bahgaia ini jika Azzam sudah kembali dan memebutuhkan kehadiaran sang istri tercinta .


" bunda kenapa tersenyum ,apa ada kabar baik dari ayah ? " tapa ia duga sang mertua memeluk erat sang menantu dengan tangis bahagia ,dia menumpahkan perasaan yang selam ini ia pendan berusaha tegar di diadapan sang anak dan mantunya ,namun kali ini ia begitu bahagia atas kesadaran sang putra ,


" abang sudah sadar sayang ,suamimu kemabali dan sekarang ia membutuhkan kamu fa ,bunda mohon hapus air mata ini dan persiap ,kamu harus terlihat cantik dihadapan abang ,ingat bikin dia sehat kembali kamu paham maksud bunda kan ,dia sudah terlalu lama di rumah sakit minta di jewer ," ucapan sang mertua berhasil membuat Sifa bernapas lega dan ia cerna setiap kata kata yang sisi lontarkan .secepat kilat sifa mempersiapkan tampilan nya dengan sempurna . yang berhasil membuat sisi dan Dion melongo .


" kamu bisikin ap ko anak ku jadi semangat " tanya Dion pelan yang hanya di jawab dengan senyuman mengejek . dia tau Dion tak akan bisa menebaknya karena Dion susah memahami Sifa .


" ra.ha.si.a . sebaikny antar kami ke Rs,di sana kamu akan menemukan jawaban nya " jawabnya .


" yah,mana bunda dan istriku ,kenapa lama sekali apa mereka tidak merindukan aku lagi " ucapan lirih sang putra membuat Ar ingin menjitak nya ,mana mungkin kedua wanita kesayangan nya melupakan nya ,bahkan untuk makan saja sifa enggan mengeser tempat duduknya ,


" aduh sakit yah kenapa di cubit?" dengan gemas Ar mencubit sedikit lengan sang putra ,liat saja nanti kau akan tau lebih sakit di cubit ayah apa di diemin sifa ,kalo ngomong pikir dulu bang ,sifa itu sudah satu minggu nunggu kamu bangun ,kalo bukan bundamu yang membujuk dia makan siapa lagi ,dia khawatir sama kamu begitupun bunda sudah beberapa hari tidur di sofa itu ,ayah gak pernah di peluk tau " ungkapan sang ayah membuat nya semakin bersalah ,Azzam sedikit bahagia karena Sifa tak melupakan nya ,namun dia merasa bersalah kepada anak anaknya karena dia menyebabkan sang ibu melupakan kesehatan mereka .


Brak ......


" sayang.... " ucapan Sifa berhenti di saat sang suami memejamkan matanya entah kenapa Azzam ingin memjaili sang istri ,bahkan Ar sang ayah ikut syok pasalnya Sisi sudah memasang tatapna yang mengerikan .


" ayah kenapa Kondisi Azzam masih sama ,ayah bohong ya? ayah jahat " teriak Sisi pada suaminya .


Sifa menghampiri branker Azam dan memukul dadanya dengan sedikit cubitan ,Azzam sudah tidak tahan dengan cubitan sang istri yang lebih sakit dari cubitan sang ayah dengan cepat dia membuka matanya .


" aduuhh sakit yang ,masa suami sakit di aniaya sih " keluhnya .


" jadi kamu jailin aku iya ,,mas nyebelin "

__ADS_1


" maaf ,aku ngantuk nungguin kamu di tambah ayah dongengin aku sampe gak kuat pengen merem " jawaban sang anak sontak membuat Ar membulat dia pasti kena hukuman dari Sisi dimana saat ini sisi ingin menerkamnya hidup hidup .


" awas yah kamu mas ,aku masih kangen sama putramu ini,jadi kamu lolos dapat hukuman " ucapnya sambil memberi kecupan di kening untuk sang putra ,sifa yang masih kangen dia tidak membiarkan semua orang mengganggu nya dia meminta semua orang kembali pulang . sisi dan Dion bahkan Azura memberikan ruang untuk keduanya namun tidak dengan Ar yang sudah gusar akan hukuman yang akan dia dapat .


di kamar yang cukup luas ,sisi dan Ar sedang bergulat memecahkan masalah dan hukuman dengan cara menyalurkan hasrat dan kerinduan di atas ranjang yang panas ,sisi tau kini saat nya ia memanjakan kembali sang suami dengan aksinya yang lebih luar biasa ,membuat Ar bersyukur Azzam kembali sadar dia tau wanitanya sangat terpukul dan merasa bersalah ,namun tak ada yang tau dia lebih dari sedih ,dia tak akan membiarkan semua orang menyakiti dan merusak kebahagiaan istri anak dan menantunya apalagi kepada kedua cucunya .


" muach ,, yayah nakal yah jailin aku " dengan suara yang sedikit ngos ngosan kerena Sisi sudah memberi hukuman pada sang suami,dengan cara memuaskan nya karena itu bentuk terima kasih atas kembalinya sang putra .


" hm ,, lagi yah bun .. ayah masih laper pengen makan bunda cantik ini yang sudah satu minggu manyun terus " candanya pada sang ratu.


" boleh dong ,bunda sayang yayah ganteng , muach ... " di kecupnya bibir sang suami dengan lembut namun lama lama ciuman itu semakin menuntut Ar untuk melakukan lebih dengan berbagai gaya Sisi sudah pasrah jika sang suami sedang bercinta dengan nya .


sedang kan itu tak jauh berbeda ungkapan kebahgiaan Sifa dan Azzam tak kalah panasnya ,di ruangan yang nyaman Sifa dan Azzam menyalurkan kerinduan nya meski Azzam masih terlihat lemas namun dokter sudah menyatakan dia baik baik saja ,


" sayang anak anak bak baik saja kan ? "


" baik bnget mas apalagi setelah di tengok pipinya ,mereka sepertinya sudah tidur ,dan ikut memebahagiakan miminya " elusan tangan Sifa tak jauh dari senjata sang suami yang sudah kembali mengeras Sifa masih meminta hak nya untuk di sayang lagi .


pagi pun tiba kedua sejoli sudah tampak rapi dan wangi ,tak lupa wajah wajah bahagia pun teepancar dari keduanya , Azam sudah telihat segar dan tampan ,begitupun Sifa tampak cantik memakai gaun sederhana namun cantik di pandang .


" mucah , pagi anaka anak pipi ,kalian sehat sehat yah ,makasih kalian pintar nak, pipi sayang kalian .." ucap nya saat memandang perut Sifa yang sudah terlihat besar .


" pagi juga pi, kami juga sayang pipi ,maksih jengukan nya y" jawab sifa yang terdengar gemas membuat Azzam mengecup seluruh wajah sang istri tanpa ampun dia sudah tidak sabar ingin membawanya kembali dalam pelukan nya .


" kamu bikin aku ketagihan yang ,nanti setelah pulang aku boleh main lagi ya ? " ungkapan Azzam nyaris membuat mata Sifa keluar dia tidak percaya suaminya menjadi maniak .


" tapi tunggu sehat yah ,semalem kan kamu udah lepas rindunya berkali kali pi ,masa gak cape ,aku aja masih ngilu lo " ucapnya sedikit gemas .

__ADS_1


" iya ,tapi janji yah besok nya lagi aku mau kamu bermain seperti semalam ,pipi suka " bisiknya .


Ehem ... Ehem...


" pagi pagi udah pacaran ,hargain dong aku bang , " teriak Azzura yang sudah dari tadi di ruangan itu ,dan menyaksikan kebucinan keduanya .


" ade ,kapan masuk ,ko gak ketuk pintu gak sopan " ucap Azzam ketus .


" kalian mana denger kali, meski aku 100 x ngetuk pintu ,wong lagi kangen kangenan ,gak di rumah gak di rumah sakit pasti di suguhin yang beginian sebel ah "


" pi,jangan manyun ,dia adik kita harus jaga perasaan nya .


" iya maaf yah ade abang yang cantik sini peluk dari kmaren belum peluk " pertengkaran pagi pun berakhir dengan saling berpelukan membuat hati sifa lega dan bahagi ,dia di tau Azzura tak marah hanya merajuk ingin di manja ,pasalnya mereka tak sedekat dulu setelah Azzam menghina Sifa dulu .


" bruk ,,,, aw .. sakit tau ,lo kalo jalan liat liat lah ,masa gak liat aku udah ganteng gini " ocehan pria yang angkuh membuat Azura geram dan tak mau kalah .


" heh mas jangan sembarang kalo ngomong ,yang main hp saat jalan siapa situ kan " dengan lantang Azura menunjuk tepat di hudung mancung peria arogan itu .


keduanya saling menatap Azura tanpak syok saat melihat jelas wajah tampan pria di depan nya ini begitupun Pria itu terlihat ingin memeluk wanita cantik di depan nya ini ,namun dengan egonya sang pria meninggalkan Azura begitu saja .


" hah ,wajah itu " .. siapa yah ...aku ko lupa namun sedetik itupun Zura ingat dan merutuki kesalahan nya saat mencacinya .


" kenapa ko melamun terus ayo ikut bunda dan ayah pulang ,katanya Om Denismu dan kelurganya sudah sampai " teguran sang bunda kembali menyadarkan lamunanan nya .


" baik bun," dengan langkah cepap zura ikut mengekor di belakang sang bunda dan ayahnya yang sedari tadi gandengan terus kaya anak Sd mau nyebrang .


" pecat dia ,biarkan dia bersujud di kaki ku akan aku beri pelajaran wanita itu " titahnya kepada sang asisten nya.

__ADS_1


" liat saja zura enak ja mau rebut zian ku


bersambung.


__ADS_2