Jodoh Terindah

Jodoh Terindah
episod 70


__ADS_3

" tuan bos ,sisi dan anak anak ko gak di ajak tuan bos?"pertanyaan Dion di saat Ar menghadiri pernikahan nya , membuat hati Ar bingung dan sedikit tidak enak hati .


" maaf dion ,Sisi lagi tidak bisa ikut , maaf anak kami lagi sakit " bohongnya .namun memang itu kenyataan tanpa Ar tau .


"o gituh ,makasih tuan bos sudah sempat menghadiri acara kita ,semoga anak kalian cepat sembuh ,aku titip salam pada Sisi ya," timpal Melda .


" baiklah ,maaf dion mel,saya gak bisa lama mau langsung pulang " ucapnya sedikit panik dia sudah merasa bersalah sudah melupakan Sisi dan kedua anaknya .


" hati hati tuan bos, jangan sungkan jika butuh bantuan " ucap Dion dia merasa Ar sedang tidak baik baik saja .


" makasih bro ,sekali lagi aku ucapkan selamat menempuh hidup baru ya, cepat di kasih momongan yang banyak " doa tulus Ar .


*


*


*


" bun,abang pulang dulu ya ,de abang titip bunda ,main lah ke tempat abang ya ,sisi pasti kangen kalian juga " ucapnya sedikit sedih .


" ok bang ,hati hati di jalan jangan ngebut yah bang ,titip kado untuk kedua ponakan aku yah bang " sebuah boneka besar untuk zura dan Azam telah Denis siapkan , meski ulang tahun keduanya sudah lewat .


" hem ,, Abang pulang yah ,Assalmualaikum " pamit nya dengan mengendarai mobil milik Ar dulu yang masih terawat .


*


*


*


sedangkan di rumah Sisi sedang kesulitan untuk membujuk Zura untuk makan ,terlihat di sudut mata sisi yang mengembang air mata ,dia bingung harus dengan cara apa lagi agar Zura mau makan .


" yayah " ucapan lirih zura menyadarkan Sisi dari lamunan nya .


" sebentar lagi yayah pulang nak ,ini makan dulu ya, dikit aja ok


" ok unda ,asal yayah pulang " dengan senang hati Zura menerima suapan dari sang bunda .


" pintar bangt dede zura yah , oma bangga banget sama dede , udah cantik pintar lagi " hibur mamah Sisi .


" iya dong zula gitu loh " Azam yang ikut memuji Adiknya .


" kaka azam mau da ? " tawar Azura.


" no no no ,kaka udah tenyang , ni peyut kaka besal " ucap azam dengan bangganya memamerkan perut buncit azam .

__ADS_1


" neng neng ,di depan ayah anak anak sudah pulang ," ucap bu dijah tergesa gesa


" yayaaah puyang hole... " teriak keduanya namun tidak untuk Sisi dia merasa kesal dan tidak mau menemuinya untuk saat ini .


" sayang aku pulang , teriak Ar yang sudah tidak sabar menemui keluarga kecilnya .


"yayah yayah pulang holeeee" teriakan zura dan Azam berlari menemui sang ayah .


deg


Ar yang baru satu minggu tidak pulang namun kondisi Zura yang tanpa kurus dan pucat ,meski senyum nya tak pernah hilang .


" sayang ,sini ayah kangen , ko kamu kurus nak ,kenapa nak " Ar yang sudah tidak sabar untuk memeluk keduanya .


" iya yayah dede gak mau makan makan ,sakit nanas yah " adu Azam pada ayahnya .


dengan hati hancur ,tanpa terasa Air mata mengalir begitu saja ,rasa sesak yang Ar rasakan saat mendengar adu Azam ,dengan pandangan yang menajam mencari sosok wanita yang amat ia rindukan belum terlihat .


" mah ,sisi diman mah , Ar belum liat dia mah ? " tanya Ar sambil mengendong kedua anaknya .


"ada di kamar , kamu temui saja sini azura sama oma ama kaka dulu yah " ucap mamah sedikit ketus


mendengar nada bicara mamah sisi membuat Ar sedih ,dia merasa bersalah tidak memberi kabar pada keluarganya .


"aku titip anak anak yah mah "


dengan langkah gontai Ar melangkah pergi ke kamar menemui sang istri tercintanya .


tok


tok


tok


" sayang mas boleh masuk " ucap Ar lembut


suara langkah Sisi menghampiri pintu dan membukakannya .


" masuk mas ,kenapa pake di ketuk segala " ucapnya sedikit ketus


dengan langkah gontai Ar menghampiri Sisi .


dengan sigap Ar memeluk Sisi dari belakang , da rasa sesak di hati ,melihat sikap mamah terutama Sisi yang terlihat cuek dan jutek .


" maafkan mas " ucapan pilu Ar masih terdengar Sisi namun dia enggan untuk menjawabnya .

__ADS_1


"hem , lepas mas aku mau pergi " dengan tegas Sisi meronta karena hari ini dia akan menemui bu sarmi yang sudah memberinya mangga muda .


" mas mohon kamu jangan tinggalin mas lagi ,mas gak sanggup sayang " perkataan Ar membuat hati Sisi sedikit jail dia pikir Sisi akan meninggalkan nya padahal dia hanya pergi menemui bu Sarmi .


" lepas mas mas kemarin juga ninggalin kita tanpa kabar kan "bentaknya membuat Ar kembali menangis dan bersujud di bawah kaki ,Ar benar benar ketakutan jika sisi pergi dan membawa kedua anak anaknya .


" mas lepasin ,aku mau pergi awas iih " dengan kesal Sisi menjambak sedikit rambut sang suami .


" maafin mas sayang,mas janji tidak akan mengulangnya lagi kemarin mas hanya panik dan sedikit melupakan kalian maafin mas yah sayang " tak henti henti Ar memohon agar Sisi tak pergi .


"panik ,lupa satu minggu aku jagain anak anak mas ,menunggu kabar darimu taunya mas lupa sama kita , sekarang ingat pulang ,apa udah ingat iya " sedikit Sisi meninggikan suaranya sebenarnya sisi sudah memaafkan nya namun hanya ingin tau usaha sang suami saat membujuk nya .


" asal mas tau zura sakit di rawat dan dia susah di bujuk untuk makan mas tau dia rindu namun juga kecewa kenapa ayahnya tidak pulang dan tidak punya kabar ,mas liat dia kurus kan ,itu satu minggu hanya makan beberapa suap saja " ucapan Sisi membuat hati Ar sakit berkali kali dia tidak tau jika putrinya sakit karena rindu ,dia merasa bersalah dan berlari mencari sang putri .


" mas mau kemana " teriaknya ...


*


*


*


grep ... " sayangnya ayah maafkan ayah nak ayah sudah bersalah meninggalkan zura dan abang dan mamah di sini ,maafkan ayah yah nak " ucapan Ar begitu pilu dan dia tak sanggup jika sisi dan kedua anknya meninggalkan nya .


" yayah tak oleh nangis ,ini jeyek , dak danteng agi ,zula seneng yayah pulang ,tapi janji yah gak oleh pelgi lagi ,jangan ama ama lgi pelginya keh " senyum di bibir zura membuat semua orang melihatnya ikut tersenyum begitupun Ar dan sisi tak luput juga mamah sisi dan kang soleh , menyaksikan drama rumah tangga Ar .


" janji ,yayah ndak akan pergi lama lagi ,sini abang yayah mau peluk juga " dengan senang hati Zura dan azam kembali berpelukan namun sifat jail Sisi masih belum selesai .


" ehem ... kalian mau ikut bunda tidak "


Deg


suara itu membuat membuat Ar memeluk zura dan azam dengan erat .


" gak boleh ikut bunda kalian sayang ayah kan" bisiknya


" atu mau ikut unda pergi aja " ucapan zura dan azam bersamaan membuat hati Ar semakin sedih .


" sayang mas minta maaf ,mas ikut kalian kemanapun kalian pergi" ucap nya yakin .


" yakin " ledeknya


" iya yakin ,dengan cepat Ar membawa kedua anaknya masuk ke dalam mobil meski tidak tau sang istri akan pergi kemana .


" stop......... stop ...... ketiganya berteriak dia depan rumah bu sarmi .

__ADS_1


ciiiiittt.


bersambung ..


__ADS_2