JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 11


__ADS_3

"saya memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan ini, presentasi kmu sangat memukau" sembari menjabat tangan Kai dan Rafael , mereka tersenyum lalu menjalin kerjasama untuk proyek pembangunan hotel berbintang.


"terima kasih anda sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami,semoga proyek pembangunan hotel lancar hingga launching" titah Kai dengan senyuman yang selalu mengembang di bibirnya.


Kai dan Rafael membungkuk badan tanda sopan santun, dibalas oleh Kiandra Satian klayen yang baru saja bergabung dengan perusahaan Nugraha yang sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu.


Kai menghela nafas lega lalu duduk di kursi , diikuti Rafael yang duduk di samping Kai dan menghela nafas lega.


Karena ia sudah rela begadang demi persiapan proyek besar tersebut.


Dering ponsel Kai menyadarkanya dan segera menekan tombol hijau.


"halo, gimana Kai miting nya berhasil?"


"paman kemana kok Lo yang tanya ke gue, mitingnya berjalan lancar dan gimana keadaan bibi Ami?"


"udah selesai cuci darah nya sekarang sudah ada diruang rawat sama ayah" jawab si perempuan disebrang telepon.


"kalau Lo capek langsung pulang aja istirahat ,Ayah berterima kasih banget sama Lo karena sudah mewakili miring"


"iya ,santai aja kaya sama siapa"


mereka mengakhiri panggilan .


Waktu sudah menunjukkan pukul 17:00.


Kai bergegas menghampiri mobil hitam kesayangan nya yang terparkir diparkiran.


Senyum tipis selalu terukir diwajah Kai ,ia menancap pedal gas menuju rumah nya.




"Bu bagaimana keadaan mu sekarang, kmu harus kuat demi aku dan Jihan anak kita" ucap Zidan disamping ranjang Ami yang sudah tersadar setelah cuci darah beberapa jam yang lalu.



Ami tersenyum tipis , wajahnya masih pucat.


Ceklek....


Pintu terbuka terlihat diambang pintu Jihan berdiri dan segera masuk kedalam ruangan.



Jihan menghampiri kedua orang tuanya dengan rasa bersyukur.


"Ya Allah terima kasih engkau telah melindungi ibuku dan semoga keluarga ku bahagia hingga kita tua nanti.Amin" doa Jihan disamping Zidan dan Ami yang ikut mengaminkan doa dari Jihan putri tunggalnya.



Mereka tersenyum manis walau Ami hanya tersenyum tipis, namun itu membuat hati mereka sedikit tenang.



Seperti mentari yang selalu menyinari, namun disaat mentari itu tenggelam dalam awan langit kembali mengelabu.



Bagi Jihan dan Zidan ,Ami adalah mentari yang selalu menyinari mereka berdua ditiap saat.



"Mas ,Jihan aku gak papa,aku janji akan sembuh dan kembali ke pelukan kalian" ucapnya lirih ,ada senyum kecil yang ia lukiskan dibibirnya.



"janji"Ami mengatupkan jari jemarinya dengan Zidan dan bergantian dengan Jihan.



Zidan jadi teringat dengan janji yang dulu dengan Ami.


"permisi maaf menganggu ,saya mau periksa pasien"tutur seorang dokter wanita spesialis penyakit dalam.



Jihan dan Zidan menjauh dari Ami ,memberi kesempatan untuk dokter memeriksa keadaan nya.

__ADS_1



"besok sudah bisa pulang tapi harus rutin cek up dan rutin cuci darah"pungkas dokter dengan jelas.



Ami tersenyum memandangi wajah suami dan anak nya, yang paling ia cintai . Bahkan jika ia harus memilih antara harta dan keluarga maka ia akan memilih keluarga.



Ami sangat bersyukur dan bahagia memiliki suami seperti Zidan ,sosok pria perhatian, penyayang, pengertian dan berlaku lembut dengan siapa pun.



Malam sudah tiba Jihan dan Zidan makan malam bersama, sedangkan Ami makan makanan yang disediakan oleh rumah sakit.



"Ayah bulan depan aku S1,boleh aku meminta sesuatu?"tanya-tanya ragu .



"kmu mau lanjutin kuliyah dimana?"


"aku ragu Yah,aku mau Deket mama terus" jawab Jihan dengan sopan.



"Nanti Ayah pikirkan supaya kmu tetap bisa dekat sama ibu ya,putri Ayah yang paling cantik sejagad raya" sembari mencubit pipi Jihan , yang membuat Jihan memanyunkan bibirnya.



Namun tak bertahan lama Jihan tersenyum, selesai makan malam mereka berdua kembali keruangan Ami hingga besok mereka pulang ke rumah.



"ibu"panggil Jihan dengan manja mendapati Ami sedang duduk bersandar ,dan keadaannya mulai membaik.



"manjanya anak Ayah"Zidan mengacak-acak rambut panjang Jihan .




Mereka tersenyum bersama seperti hari-hari sebelumnya.



**Keesokan harinya**.



"Ibu jangan lupa cek up dan jadwal cuci darah nya jangan sampai terlewat .Dan semoga cepat pulih kembali"



"terima kasih dok ,saya akan patuhi anjuran dokter karena saya ingin sembuh" jawab Ami lalu menengok ke arah Jihan dan Zidan yang sedang membereskan barang bawaan mereka.



"ya demi mereka saya pasti kuat" Ami tersenyum manis dan menyemangati diri nya sendiri.



"saya suka dengan semangat ibu untuk sembuh"



Zidan memapah Ami hingga sampai dimobil, sedangkan Jihan membawa 1 buah tas yang cukup besar lalu ia masukkan kedalam bagasi mobil.



Zidan menancap pedal gas menuju rumah yang penuh tawa.


Sepanjang perjalanan pulang tak ada perbincangan sama sekali , suasana nampak sepi.


__ADS_1


Tiba-tiba ponsel jihan berdering tertera nama Kai,ia segera menekan tombol hijau.



Baru terjawab terdengar suara sang penelpon yang protes kepada Jihan.


"bisa berhenti rapper nya,gue gak ngerti Lo ngomong apa" ucap Jihan mulai mendekatkan ponsel ketelinga.



"ya Jihan Lo udah pulang gak kabarin gue,gue dirumah sakit sekarang"



"maaf gue lupa kabarin Lo, sekarang Lo kerumah gue aja"



"hm" jawab sang penelpon yang mengakhiri panggilan sepihak.



"dasar gak jelas telpon langsung marah-marah"gumam Jihan sembari memasukkan ponselnya kedalam tas selempang yang ia kenakan.



Mobil berwarna putih mulai memasuki rumah bergaya minimalis, sang pengemudi memberhentikan mobil tepat didepan pintu masuk rumah.



Zidan keluar lalu membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta.


Dengan senyum manis Ami membalas uluran tangan Zidan, Jihan ikut tersenyum mendapati kedua orang tuanya rukun dan saling tersenyum dengan damai.



Pintu terbuka terlihat ada 2 asisten rumah tangga yang menyambut kepulangan keluarga Zidan.


"selamat datang kembali nona Ami ,nona Jihan,Tuan Zidan"sapa kedua asisten rumah tangga mereka.



Zidan,Ami,Jihan tersenyum manis.


"nona biarkan saya saja yang membawa tasnya"



"tak usah bi aku bisa sendiri,lebih baik bibi kerjakan yang lain saja"timpal Jihan dengan sopan.



"baiklah aku akan mengerjakan yang lain,permisi non" kedua asisten rumah tangga itu pergi kebelakang untuk membereskan pekerjaan yang belum selesai.



Zidan mengantar Ami kekamar , sedangkan Jihan telah duduk diruang tamu menunggu kedatangan Kai.



Dia merasa gabut ,mencoba membuka medsos ada up tadi malam dari Instagram Dika.



Foto Dika direstoran bersama Celsi sedang dinner romantis. Terlihat jelas raut wajah mereka berdua bahagia.



"apakah mereka sudah jadian, kenapa hati gue terasa aneh gini ya kaya gak ihklas"gumam Jihan sambil memandangi foto Dika dan Celsi.



"woi ngelamunnin apa sih" suara keras langsung berdengung ditelinga Jihan.



\*\*Jangan lupa vote, komen, tambah favorit ya.


__ADS_1


Terima kasih\*\*.


__ADS_2