JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 37


__ADS_3

Akhirnya mereka sudah sampai di depan ruangan IGD, perlahan Kai membuka pintu lalu mendorong kursi roda Jihan masuk ke dalam ruangan.


Terlihat Dika yang masih terlelap di samping ranjang Celsi , Kai membangun kan Dika dengan pelan.


Dika menggerjabkan mata nya, melihat kehadiran Kai dan Jihan Dika segera terbangun.


Jihan tersenyum manis melihat wajah sayu Dika saat bangun tidur.


"maaf gue baru bangun hehe, Sejak kapan kalian berdua kesini" Dika menyeringai namun terlihat sangat hambar.


"sejak sebelum Masehi" jawab Kai singkat.


"canda gue aja belum lahir" dari tadi" lanjut Kai lagi.


Dika hanya ber oh ria tanpa ada imbuhan kata.


Jihan mendekat ke arah Celsi yang masih setia tertidur.


Jihan mengengam tangan Celsi.


"Cel kapan Lo mau bangun kita tungguin Lo , cepat bangun ya biar bisa kumpul lagi kaya hari-hari yang lalu"bisik hati Jihan .


Tiba-tiba tangan Celsi bergerak namun hanya sebentar setelah itu kembali lagi seperti tak ada respon.


Karena Jihan tidak boleh lama-lama keluar dari ruangan ,maka mereka segera kembali.


Baru membuka pintu terlihat seorang nenek baru datang bersama bi Eni.


"assalamualaikum" sapa nya dengan ramah, Jihan dan Kai kompak mencium punggung tangan oma Mira.


"wa'alaikum salam, selamat pagi Oma" jawab keduanya sama-sama tersenyum manis.


"pagi, bagaimana keadaan mu Jihan ?"


"Alhamdulillah kondisi aku udah membaik Oma"


Oma Mira tersenyum lalu pamit masuk ke dalam ruangan.


Sedangkan Jihan dan Kai kembali ke ruang rawat Jihan.


"kalian dari mana saja kok pagi-pagi udah keluar dari ruangan" tutur Ami kala Kai dan Jihan masuk kedalam ruangan.


"aku habis jenguk Celsi Bu"jawab Jihan dengan tenang.


Jihan kembali ke ranjang nya , menyandarkan kepala ke tembok.


Tangan nya meraih ponsel yang dari kemarin tidak ia sentuh.


Ternyata banyak notifikasi masuk entah penting atau pun sekedar iklan dari beberapa aplikasi.

__ADS_1


Jari-jarinya mulai menjelajahi layar ponsel, wajahnya nampak begitu serius.


Kai menjadi penasaran diam-diam ia mengintip aktivitas Jihan.


"serius amat"kata Kai tiba-tiba ditelinga Jihan.


Jihan terkejut hingga handphone miliknya hampir saja melayang ke udara.


Refleks Jihan memukul dada Kai yang tepat berada di samping nya.


"Kai " panggil Jihan sedikit kesal .


"hmmm apa hahaha" jawab Kai tertawa melihat wajah Jihan yang kesal serta bibirnya manyun.


Jihan terus memukul dada Kai, walaupun tak kencang namun Kai berpura-pura kesaktian.


Ami dan Zidan yang melihat mereka hanya tersenyum, memang mereka seperti itu sedari dulu.


"sudah sayang kasian Kai tu kesakitan"ucap Ami sembari tersenyum.


"dia cuma pura-pura Bu, ini balasan dari gue akibat Lo ngagetin gue " sekarang Jihan menggelitik perut Kai.


Kai masih pura-pura kesakitan membuat Jihan semakin senang mengerjai Kai.


Jihan mencubit perut Kai membuat si empu meringis memperlihatkan barisan gigi rapinya.


"kalau cubit perut pakai perasaan dong ,pedes banget tangan Lo" bisik Kai ditelinga Jihan, ucapan Kai membuat Jihan tertawa puas .


"ok sut" Kai meletakkan jari telunjuk nya di bibir Jihan yang masih memperlihatkan barisan gigi rapinya.


Sontak Jihan menghentikan aktivitas nya, ia terdiam sejenak mata mereka saling beradu.


Tak usah ditanya tentang kondisi jantung Kai yang berdegup kencang kala mata mereka beradu.


"hei jantung bisa tidak berdegup secara normal, jangan pengaruhi gue nanti perilaku gue jadi aneh. Paham gak sih Lo jantung" gumamnya dalam hati.


Tak terasa senyum manis terukir di bibir Kai, apalagi melihat mata indah Jihan, bibir tersenyum manis.


Sudah tak bisa dipungkiri jika Kai sangat terpesona dengan keindahan yang ia saksikan sedekat ini.


Ami dan Zidan tersenyum melihat tingkah laku keduanya, serasa dunia milik berdua sampai Ami dan Zidan tidak dianggap disana.


Ami dan Zidan saling menatap lalu melihat Jihan dan Kai belum juga berubah posisi.


"ekhemm" Zidan berdeham menyadarkan mereka berdua, Kai segera mundur keduanya tersenyum kikuk.


Bagaimana tidak mereka hingga tak sadar jika didalam ruangan itu bukan hanya mereka berdua melainkan ada orang tua Jihan.


"serasa dunia milik berdua ya yah, sampai lupa ada kita disini" kata Ami diiringi senyum mengembang.

__ADS_1


Ami dan Zidan sangat puas menyaksikan adegan gratis serta melihat ekspresi wajah kikuk dikeduanya.


Sebenarnya sedari tadi Ami dan Zidan menahan tawa karena tau ini rumah sakit bukan taman hiburan .


"ma-af ya bibi ,kami tidak sengaja ini terjadi karena spontan" Kai mencoba menjelaskan namun Zidan dan Ami malah tersenyum.


"iya Bu, kami tidak ada hubungan apa-apa kok cuma sebatas teman saja" timpal Jihan ikut berbicara, namun ucapan Jihan langsung mencubit hati Kai.


Bagaimana tidak Kai menginginkan lebih dari sekedar sahabat namun apa daya Kai jika Jihan saja berkata seperti itu.


Kai melamun kata-kata hikmah Jihan terus terngiang-ngiang di kepala nya.


"Kai " hello Kai, Kai Joon " panggil Jihan lagi namun lelaki itu tetap belum beranjak dari lamunannya.


"Hello Kai junedi " panggil Jihan lagi.


"enak aja gue buka junedi ya, nama gue Kai Joon titik bukan junedi inget itu" Kai angkat suara setelah tersadar dari lamunan sebab mendengar kata Junedi yang masuk kedalam lamunan.


"jangan ngelamun Junedi hahaha" tawa Jihan, seperti lupa kalau sebenarnya dia sedang sakit .


"jangan lebar-lebar nanti lalatnya masuk" ketus Kai.


"uhuk-uhuk " tiba-tiba ada yang masuk ke mulut Jihan.


"makanya jangan lebar-lebar hahaha"


"minum ini sayang" Ami mengulurkan satu gelas air putih kepada Jihan, ia segera meneguk air tersebut.


Sedangkan Kai masih tertawa dan giliran Kai ada sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya.


Jihan menahan tawa tadi Kai menasehati dirinya namun sekarang dirinya sendiri ikut kemasukan sejenis serangga.


"sudah-sudah sayang kalian berdua ini, minum dulu Kai biar itu hewan masuk kedalam perut atau gak keluar dari tenggorokan kamu" sebenarnya Ami ingin sekali ikut tertawa tapi ia sudah dewasa bahkan sudah menjadi orang tua masa mau ikut-ikutan kaya anak muda.


"sudah ini rumah sakit , kalian ini pasti heboh kalau udah ketemu" titah Zidan karena takut suara mereka berdua menganggu ketenangan rumah sakit.


Akhirnya mereka diam juga , Sampai lupa jika Jihan sedari tadi belum sarapan begitupun yang lain.


Mereka sampai lupa makan karena Jihan dan Kai heboh sendiri dari tadi.


Zidan dan Ami pergi ke kantin terlebih dahulu sedangkan Kai menemani Jihan sarapan.


**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik.


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪💪😀.

__ADS_1


Mari saling mendukung**.


__ADS_2