JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 28


__ADS_3

"kondisi pasien saat ini......


Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya, diperbolehkan menjenguk tapi satu persatu" diiringi senyum.


"terima kasih dok"kata Zidan .


Mereka bersyukur dan senang akhirnya Jihan bisa melewati masa kritisnya.


Ami masuk terlebih dahulu karena ia sudah sangat rindu dengan anaknya.


"Jihan"panggil Ami lirih ketika sudah sampai di samping ranjang Jihan.


Bulir bening menetes dari pelupuk matanya.


"Jihan bangun sayang semua nungguin kamu , tolong kamu dengar kan ucap ibu" ujar Ami yang tak bisa lagi menahan tangisnya.


Ami mengengam tangan Jihan sesekali mencium tangan Jihan.


Air matanya terus membasahi pipi Ami,ia tak sanggup melihat putrinya terbaring lemah .


Jari-jemari Jihan bergerak ,Ami menyadari itu langsung menatap wajah Jihan.


"ibu" dengan suara lirih namun terdengar jelas oleh Ami, ia tersenyum kecil melihat ibu nya berada didepan nya.


"kamu udah sadar sayang"langsung memeluk Jihan dari samping.


Ami mengucap syukur dan ia bingung harus berekspresi apa.


Bahagia tapi air matanya terus membasahi pipi.


Tangan Jihan meraih pipi ibunya lalu dengan tenaga yang tersisa ia menghapus air mata Ami dengan lirih.


"ibu jangan nangis Jihan gak apa-apa" tuturnya diiringi senyum tipis terukir di bibir pucat.


Ami menganggukkan kepala lalu mencium tangan Jihan dan kening Jihan.


Jihan tersenyum manis kala mendapatkan ciuman dari ibunya.


"ibu gak sedih kok,ibu bersyukur dan terharu akhirnya kamu sadar "


Keduanya tersenyum manis, masih terlihat jelas jika Jihan lemas .


Tak ada daya ,Ami keluar ruangan lalu memanggil dokter Sinta yang sudah siaga didepan ruang IGD.


Dokter Sinta memeriksa keadaan Jihan, lalu kembali keluar dari ruangan dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


"Jihan tak papa , hanya saja dia masih lemah karena baru sadar. Nanti siang jika keadaannya semakin membaik insyaallah dipindahkan ke ruang rawat" ucapnya berlalu pergi meninggalkan Ami,Kai, Zidan.


Sekarang giliran Zidan yang menjenguk Jihan.


Zidan langsung memeluk putri nya yang tersenyum manis mendapati sang ayah datang.

__ADS_1


"ayah sayang Jihan, jangan pernah tinggalin ibu sama ayah ya"


"Jihan gak akan tinggalin ayah sama ibu,tapi aku sempat bertemu dengan 4 orang 2 nenek 2 kakek"


"mereka berkata jika Jihan tak boleh ikut mereka karena ayah sama ibu sangat menyayangi dan membutuhkan aku" lanjut nya.


Zidan tersenyum pasti itu adalah kakek dan nenek nya Jihan yang sudah meninggal sebelum Jihan lahir kedunia ini.


"itu orang tua ayah sama ibu, mereka sudah meninggal sebelum kamu lahir ke dunia ini Han" jawab Zidan lalu menundukkan kepalanya.


"mereka meninggal karena apa yah?"


"kecelakaan,mobil orang tua ayah masuk ke jurang karena rem blong" terlihat jelas jika luka dan kesedihan dihati Zidan masih terasa, bahkan Jihan bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Zidan.


"ayah jangan sedih disini masih ada aku sama ibu yang sayang banget sama ayah" diiringi senyum menguatkan Zidan.


Keduanya tersenyum manis, Zidan pamit keluar karena sudah ada yang tak sabar untuk melihat Jihan.


Zidan sampai di depan ruangan lalu Kai masuk.


Dengan langkah cepat ia menghampiri Jihan yang masih setia berbaring dengan senyuman yang tak luntur sedari tadi.


Kai bingung mengekspresikan perasaan nya, melihat senyuman dibibir Jihan saja sudah membuat jantung nya berdegup kencang.


Bibir Kai terasa terkunci dengan senyum manis itu, perlahan ia mendekati Jihan.


Kai hanya diam karena perasaan nya saat ini tidak karuan.


"hei ,kok diem kenapa" mengibaskan tangan didepan wajah Kai yang masih terdiam sembari memandangi dirinya.


"iya kenapa Lo butuh apa"jawab Kai kaget karena Jihan, menyadarkan dirinya dari lamunan.


Jihan menarik nafas dalam lalu mengeluarkan lewat mulut nya.


"Lo ngelamunnin apa sih, sampai gak dengar gue panggil,mana tenaga gue lagi lemes " ketus Jihan karena tenaga nya terkuras hanya memanggil nama Kai.


"maaf Lo terlalu manis" kata-kata itu tiba-tiba terucap dari bibirnya Kai langsung menakup mulut dengan tangan nya.


"bukan gitu maksudnya...." ucapan Kai terhenti kala Jihan menaruh jari telunjuk nya di kedua bibir Kai.


Sontak Kai semakin mematung, jantung yang berdegup kencang dan secara tiba-tiba pipinya merona.


"ada apa ini, Lo gak malu apa masa cowo pipinya merona. hei jantung bisa gak sih Lo jangan begini kalau gue deket sama Jihan. Sadar Kai ,sadar cepetan Lo sadar" batinnya yang terus mengumpat kan dirinya sendiri.


"hei ngelamun lagi?"


Baru Kai membuka bibirnya dengan cepat Jihan menyuruh Kai tak usah lagi minta maaf.


"Oh ya Lo mimpi apa sampai betah banget tidurnya?"


"gue gak tau itu mimpi atau dialam yang berbeda ,gue ketemu sama kakek dan nenek gue yang dari kecil sampai gue Segede gini belum pernah liat mereka" penjelasan Jihan didengar secara saksama oleh Kai.

__ADS_1


Tiba-tiba Jihan mencubit perut six pack Kai, namun Kai tak merasa kesakitan.


Dengan jahil Jihan kembali mencubit perut Kai kali ini berhasil membuat Kai mencari apa yang membuat perut nya terasa sakit seperti tergigit sesuatu.


Kai terus mencari , namun tak ketemu sedang kan Jihan menahan tawa melihat perilaku Kai.


"kok kaya ada yang gigit perut gue ,masa semut gak mungkin tadi rasanya seperti........." tak melanjutkan ucapannya ia malah menatap Jihan yang sedang pura-pura tidak tahu.


"hmmmmm pasti Lo kan yang cubit perut six pack gue"


Jihan mencoba tetap tenang untuk menutupi kejahilan nya itu.


"gak kan dari tadi tangan gue disini,dan gue belum banyak tenaga untuk cubit perut Lo" bantah Jihan dengan tenang terbanding terbalik dengan hatinya yang sudah tertawa puas melihat mimik wajah Kai yang kebingungan mencari pelaku itu.


"tapi sakit juga ya" ujar Kai sembari mengelus-elus area perut yang terkena cubitan.


Jujur Jihan sudah tak tahan menahan tawa.


Kai melupakan rasa sakit itu lalu kembali mengobrol dengan Jihan.


"dari tadi Lo kaya nahan tawa ada apa,ada yang aneh dengan gue?" tanya Kai dengan santai.


Jihan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kai.


Kai hanya ber"oh" menanggapi jawaban Jihan.


"hahahaha" tawa Jihan pecah karena sudah tak bisa ia tahan.


Kai mengernyitkan keningnya, jujur ia bingung.


"kenapa?" tanya Kai dengan wajah tanpa dosa.


"gue lagi pengen ketawa aja" jawab Jihan dengan menahan tawa karena ekspresi wajah Kai membuat dirinya ingin terus tertawa.


"jujur gak" pinta Kai karena ia semakin bingung dengan Jihan .


"apa ada yang salah dengan kemoterapi kemarin, hingga Jihan ketawa terus dari tadi" batin Kai menduga-duga.


"maaf Kai tadi gue yang cubit Lo"


"apa.....,Lo gue hukum" ketus Kai.


Jihan deg-degan apa hukum yang akan diberikan oleh Kai.


"Lo harus............"


Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita.


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍

__ADS_1


Ayo saling sport , semangat terus nulis novel 💪💪💪💪💪


Semangat.........


__ADS_2