JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 54


__ADS_3

"oh jadi anak mama cemburu " diiringi tawa kecil Yuni yang semakin gemas melihat ekspresi wajah Kai.


"tau lah"


"Kai jangan ngambek dong " sahut Jihan.


Kai masih setia memanyunkan bibirnya.


"sudah ayo kita pulang nanti keburu malam , kalian pasti butuh istirahat" ujar Yuni yang melihat jelas dari sorot mata dan wajah mereka yang terlihat letih.


Mereka berjalan beriringan menuju mobil masing-masing, kebetulan pak Joni sudah stanbay didepan bandara.


Segera menancapkan pedal gas menuju kediaman pak Zidan dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan pulang Jihan terus saja memandangi kearah luar mobil melalui kaca jendela mobil.


Wajah nya terlihat ada kesedihan yang mendalam dari sorot matanya saja bisa diungkapkan jika ia sedang tidak baik-baik saja.


Ami menyentuh pundak Jihan dengan pelan ,sang empu langsung menengok ke arah Ami dan menghapus air mata nya yang sempat luruh beberapa tetes.


"Jihan kamu kenapa sayang ,bilang sama ibu ada apa" dengan suara lembut dan senyum tulus nan menenangkan hati.


Jihan hanya menggelengkan kepalanya lalu mengusap pipi nya yang masih terasa basah.


Ami menghela nafas gusar, mengingat anaknya memang sedari beranjak dewasa mulai menyimpan segala kegelisahan hati nya.


Dan enggan mengungkapkan apa yang ia rasa. Ami lebih suka Jihan yang terbuka seperti dulu dia selalu bilang apa yang ia rasa dan apa saja yang membuat dirinya bahagia.


"tatap mata ibu" memalingkan wajah Jihan menghadap wajahnya sangat dekat bahkan mata mereka sangat beradu.


"m-mau a-apa Bu"dengan gugupnya ia berucap serta bibirnya bergetar begitu hebat.


Bukannya menjawab Ami malah menyunging kan senyum manis membuat Jihan semakin gugup menghadapi ibunya.


Memang naluri seorang ibu tak pernah salah dan seorang ibu akan selalu mengerti apa yang anaknya rasakan.


Bagaimana pun juga ibu adalah wanita terhebat yang rela bertaruh nyawa demi melahirkan bayi kedunia ini.


" Jihan kamu bohong sama ibu, ibu tau kamu lagi sedih"


"ibu" panggil nya lirih sembari mengengam tangan Ami yang menakup wajah dirinya.


"aku kangen Celsi hiks.....hiks.....hiks....."


Ami yang melihat mata Jihan mulai menggembun segera memeluk tubuh kecil Jihan kedalam dekapannya.


Perlahan ia mengusap punggung Jihan dengan lembut sembari menenangkan Jihan dengan ucapan lembutnya.


Air mata nya luruh begitu saja, membasahi pipi hingga sesegukan.


Ami terus menenangkan Jihan karena ia tak mau jika Jihan akan drop lagi gegara terlalu banyak fikiran.


" sedih boleh tapi kamu harus ingat kondisi kamu sekarang,kamu baru saja dinyatakan sembuh dan kamu harus berfikir santai agar kondisi kamu tidak drop"

__ADS_1


"ibu sangat takut jika kamu ada apa-apa" lanjutnya


Jihan masih sesegukan dalam pelukan Ami yang setia menciumi kepala Jihan.


Jihan yang sangat nyaman dengan perlakuan Ami hingga tak sadar matanya sudah terpejam dengan posisi masih memeluk tubuh Ami .


Ami mengusap kepala Jihan dengan lembut lalu meraba wajah Jihan yang halus.


Wajah cantik itu kini telah kembali terlihat didepan Ami ,wajah yang selalu ia rindu belakangan ini.


Ami menyandarkan kepala Jihan kekursi mobil.


Ternyata ia sudah terlelap dan wajah nya begitu polos.


"Jihan selalu disisi ibu ya"mengusap pipi Jihan dengan lembut dan menyunging kan senyum manis.


Perjalanan tak terasa ditempuh lama dan sekarang sudah tiba didepan kediamannya.


"aduh Bu ini bagaimana,bapak gak kuat gendong Jihan "sambil menggaruk tekuk kepalanya yang tak gatal.


"aduh bapak " Ami menepuk jidatnya kalau mengingat dulu saat Zidan mengendong Jihan dan tak sanggup menopang berat badan Jihan.


Padahal Jihan itu tergolong kurus tak terlalu gemuk namun mungkin karena faktor usia jadi ia tak kuat untuk membawa beban berat.


Suara klakson mobil dari belakang mensejajarkan mobil. Seorang


pemuda keluar dari mobil sport berwarna putih.


Dan langsung menghampiri Zidan dan Ami yang sedang berdiri didepan pintu mobil bagian belakang.


"assalamualaikum, paman bibi"


"nah ini dia" seru keduanya kompak dan menengok ke belakang.


Kai mengernyitkan keningnya melihat Ami dan Zidan yang tak menjawab salamnya namun malah berteriak.


Setelah itu Zidan dan Ami nyengir kuda.


"wa'alaikum salam"


"Kai boleh kamu bantu kami mengendong Jihan kedalam rumah" ujar Ami dengan ragu serta nyengir kuda.


Kai melirik kearah kaca mobil dan melihat Jihan tertidur pulas.


"oh tentu saja boleh" jawab Kai dengan antusias .


Zidan dan Ami saling pandang lalu menghela nafas lega, segera Kai membuka pintu mobil lalu membopong tubuh Jihan dengan pelan.


Ami berjalan terlebih dulu untuk membuka pintu sedangkan Zidan dibelakang Kai ia bertugas untuk menutup pintu.


Terus berjalan hingga ia menaiki tangga menuju kamar tidur Jihan.


Perlahan ia merebahkan tubuh Jihan diatas ranjang.

__ADS_1


Lalu menyelimuti seluruh tubuh Jihan hingga tersisa wajahnya saja.


"manisnya"batin Kai sambil menyunggingkan senyuman manis.


Ami melihat kearah Kai yang sedang senyum-senyum sendiri membuat Ami penasaran.


"Kai" panggil Ami lalu menyiku siku Kai. Kai sedikit terkejut dan wajah nya langsung merah merona.


"aaa bibi" tersenyum malu karena dirinya kepergok senyum-senyum sendiri sambil memandangi wajah Jihan.


"jangan dipandang nanti jadi cinta" ucap Ami sambil nahan senyum melihat ekspresi Kai yang semakin malu-malu dan merah merona.


"emang iya"batin Kai sambil tersenyum malu-malu ,dan itu semakin membuat Ami gemas .


"iya gak Kai"lanjut nya lagi.


"bibi" ujar Kai dengan suara mengemaskan.


Ami tertawa puas yang berusaha ia tahan, lalu mereka keluar dari kamar Jihan.


Terlihat dari tangga Zidan sedang duduk di ruang tamu dan tersenyum kala istri nya sudah sampai di bawah.


"kenapa ini ,kok tercium ada orang yang lagi salting" diiringi tawa kecil Zidan.


"Ayah tau aja"


"kasih tau dong Bu" ujarnya penasaran.


"kasih tau gak ya" Ami tak kalah bikin penasaran.


Setelah rasa penasaran Zidan meningkat Ami menjawab dengan apa yang ia lihat tadi dikamar Jihan.


Kai yang mendengar dirinya sedang diceritakan hanya bisa tersenyum malu karena telah terpergok mencuri pandang wajah Jihan.


Akhirnya hanya tawa bahagia yang menghiasi ruang tamu ,dan ini kali pertama mereka tertawa lepas setelah bersedih karena Jihan jatuh sakit .


"paman ,bibi aku pulang dulu ya sudah malam"


"iya hati-hati Kai salam buat orang tua kamu sama kak Kevin ya"jawab Ami .


Ami dan Zidan mengantar hingga depan pintu ,Kai mencium punggung tangan Ami dan Zidan dengan lembut.


"assalamualaikum" pamitnya.


"wa'alaikum salam"setelah salamnya dijawab Kai berjalan santai menuju kemobil nya.


Mereka memandangi mobil Kai hingga tak terlihat lagi.


Zidan mengandeng tangan Ami masuk kedalam rumah.


**Jangan lupa vote komen tambah favorit ya 🙂


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂

__ADS_1


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪😀**


__ADS_2