JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 60


__ADS_3

Jihan menghapus air mata diiringi senyum manis.


"Jihan, Dika " suara lembut mengagetkan mereka berdua.


Keduanya menengok ke arah suara tersebut dan langsung mencium punggung tangan seorang nenek-nenek.


"Oma senang bisa bertemu kalian disini ,dan Oma kangen banget liat wajah kalian berdua. Gimana keadaan mu sekarang Jihan?"


"Alhamdulillah Oma sudah lebih baik" dengan senyum manis yang mengembang.


Oma duduk bersebrangan dengan mereka berdua ,ia menaburkan bunga keatas pusaran cucunya setelah selesai kepusaran anak menantu dan anak kandung nya.


Tak lupa makam suaminya juga ia singgahi.


"kalian sudah tenang disana ,Oma doakan semoga mendapat mendapatkan tempat terindah di sana hiks ....hiks....hiks ...." tangisnya tak kuat ia bendung kala didepan makam suaminya.


"Oma"panggil Jihan dengan lembut lalu memeluk tubuh Oma dengan erat.


Menyalurkan rasa tenang agar kondisi Oma tak drop.


"oh ya Oma ada sesuatu untuk kalian berdua, sudah lama Oma ingin menemui kalian tapi tak ada waktu senggang . Ini untuk kalian titipan dari Celsi sebelum dia meninggal" menyerahkan sebuah amplop berisi surat dari Celsi kepada Jihan.


Jihan melirik ke arah Dika mendapatkan anggukan kepala darinya,lalu Jihan dengan ragu menerima amplop tersebut.


"eh iya satu lagi , kalian harus baca isi amplop itu didepan makam Celsi itu adalah pesan terakhir nya" ujarnya lagi.


Jihan duduk berdampingan dengan Dika sedangkan Oma duduk bersebrangan sembari mengusap air mata yang tadi membasahi pipinya.


Jihan membuka amplop itu dengan tangan gemetar, perasaannya ragu namun ada rasa penasaran yang menyusup ke relung hati nya.


Dika menunggu Jihan hingga ia lelah karena begitu lama.


"Han cepetan lama banget,gue aja sini yang buka"


"sabar dong Dik ini juga cepat"lalu mempercepat membuka amplop dan terlihat selembar kertas yang tertekuk rapi didalam amplop.


Dika membaca dengan suara keras mengenai isi amplop tersebut.


......**Hay Dika ,Jihan kalian apa kabar.......


Semoga selalu baik ya.


...Gue yakin kalau kalian baca ini pasti gue udah gak ada didunia ini tapi gak papa gue cuma mau titip pesan buat kalian....


...Yang pertama tolong jaga oma gue dengan baik karena dia udah gak punya siapa-siapa lagi dunia....


......Untuk Dika kamu jangan berlarut dalam kesedihan jika aku pergi meninggalkan dunia ini.......

__ADS_1


......Aku gak mau kamu seperti yang dulu.......


......Aku hanya mau Dika yang sekarang......


...yang selalu tersenyum, semangat,ceria....


...Aku mencintaimu Dika tapi Allah tak menghendaki aku untuk memiliki mu seutuhnya jadi setelah nanti aku pergi...


...aku mohon buka hati kamu untuk Jihan.................


......Aku minta kamu jaga dan cintai Jihan karena dia adalah orang yang terbaik untuk kamu jangan sia-siakan dia.......


......Jihan tulus mencintai kamu ......


......aku bahagia bila melihat kamu bahagia bersama Jihan.......


...Tolong jalani permintaan aku ............


...Jihan kamu adalah wanita sekaligus sahabat terbaik aku ,jaga diri baik-baik aku akan selalu bahagia jika melihat orang yang aku sayang bahagia....


...Aku pergi karena sudah waktunya jangan tangisi kepergian ku...


...Lebih baik kalian doakan saja aku dan juga tolong jalani permintaan aku walau itu mungkin berat untuk kalian berdua jalani....


...Tapi aku yakin kalian akan menjadi saling mencintai ,jalani saja dulu ya...........


......***Salam bahagia ......


...CELSI ANDRIANA***...


Dika ,Jihan ,Oma mereka menitihkan air mata setelah mengerti isi surat tersebut.


"Celsi hiks......hiks....hiks...." tangis Oma sembari mengusap batu nisan Celsi.


"Oma yang sabar ya" Jihan menghampiri Oma lalu memeluk nya dengan erat , untuk menenangkan Oma .


Semua faham perasaan Oma sangat kacau bagaimana tidak ia ditinggal oleh anak kandung,anak menantu ,dan cucunya.


Jujur ia terpukul namun ia harus kuat karena mau gimana lagi ini adalah takdir dari sang Kuasa.


Oma percaya setiap musibah pasti ada hikmahnya walaupun musibah itu terlalu berat untuk ia jalani.


Kepercayaan kepada sang pencipta adalah kunci kekuatan untuk ia supaya bisa melewati semua takdir yang sudah tercatat dan tak bisa diganggu gugat.


Namun apalah daya manusia sudah lama ia mulai lupa namun kini ingatan beberapa bulan yang lalu kembali terlintas di benak dan pikirannya.


Jujur ia hancur sehancur nya ,mungkin ini adalah pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan hingga tak bernafas lagi.

__ADS_1


"Oma jangan sedih dan khawatir disini masih ada keluarga aku,Dika dan Kai kami akan selalu menyayangi Oma" ucap Jihan dengan tulus.


"oh ya Oma bagaimana kalau Oma tinggal bersama Jihan saja sama kedua orang tua Jihan juga ,mau kan Oma"


"Oma pikirkan dulu kalau masalah itu " jawab nya diiringi senyum manis.


Jihan sudah menganggap Oma Mira seperti Omanya sendiri.


Apalagi mereka kenal sedari Jihan kecil dan itu membuat tak ada jarak diantara mereka.


"terima kasih Jihan,Oma juga sudah anggap kamu seperti cucu Oma sendiri"


"iya kan kita semua adalah keluarga" mereka kembali berpelukan.


Berbanding terbalik dengan Oma dan Jihan,Dika hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata bahkan pandangan mata nya kosong menatap nanar batu nisan Celsi.


"Dika ,Oma tau ini berat tapi yakin lah skenario Allah lebih baik dibandingkan dengan realita yang kita bayangkan terkadang tak sesuai harapan"


Dika mendongakkan kepalanya sejenak menatap wajah kedua wanita yang ada di depan nya dengan kosong.


Lalu kembali menunduk kan kepala sembari mengingat apa saja permintaan Celsi .


"Oma ayo kita pulang ini sudah sore, Dika ayo pulang Lo harus banyak istirahat" cicit Jihan sembari membantu Oma berdiri.


"kalian pulang duluan saja ,aku masih ingin disini" singkat nya.


"tapi nanti Tante Dian gimana,kan Lo perginya sana gue ,dan juga Lo harus banyak istirahat . Lo belum sehat total"


Dika menghela nafas gusar lalu mengikuti langkah Jihan dan Oma Mira dari belakang.


Namun matanya engan menatap yang lain ,ia terus memandangi makam Celsi dan sampai tak sengaja ia tersandung batu tepat didepan makam Angel yang beberapa hari kemarin ia kunjungi.


Tanpa aba-aba air mata nya luruh membasahi pipi Dika dan ia tertinggal jauh dari Jihan dan Oma .


Tiba diparkiran Jihan menengok ke sana ke mari namun tak terlihat batang hidung Dika .


Oma yang melihat Jihan gelisah lalu menyuruh nya menyusul Dika takut terjadi apa-apa.


Jihan menurut lalu meminta Oma menunggu dimobil ia janji akan segera kembali.


Jihan menyusuri setiap sudut jalan makam hingga ia mendapat seorang lelaki yang sedang menangis tersedu-sedu dari perawakan nya ia kenal.


"Dika" tenang lah" ujarnya memeluk tubuh Dika yang bergetar .


**Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍💜🤗**

__ADS_1


__ADS_2