
Dika menunggu jawaban dari Celsi dengan hati berharap dan sorot matanya memancarkan ketulusan.
Jihan tersenyum manis lalu mengangguk kepalanya diiringi senyum manis, seketika senyum manis terukir di bibir Dika refleks langsung memeluk Celsi dengan erat.
"aku senang sekali, penantian ku terbalas"kata Dika dengan senyum manis yg selalu mengembang diwajahnya.
Celsi tersenyum manis didalam dekapan hangat Dika, sudah lama ia tak merasa sebahagia malam.
Karena sejak Leo meninggal hidungnya seperti ada yang kurang.
Sejak kehadiran Dika dalam hidupnya kembali berwarna.
Dika jadi ingat beberapa bulan yang lalu ia harus menaklukkan hati seorang wanita cantik yang kini ada didalam pelukan nya.
Celsi wanita pertama yang menjadi kekasih seorang Dika yang dulu terkenal cuek,dingin, namun ternyata memiliki rasa sayang dan perhatian.
Melepaskan pelukan keduanya sama-sama tersenyum manis,Celsi menerima buket bunga pemberian Dika dengan senang hati.
Malam ini adalah malam yang paling membahagiakan menurut Dika , namun tidak dengan Jihan yang kini sedang terjebak dalam cintanya kepada Dika.
___________
Perjalanan pulang.
"Han Lo kenapa dari tadi kaya gelisah gitu?"
"gue gak papa kok,cuma pengen cepet pulang gue capek banget"jawab Jihan sesekali melirik handphone milik nya.
"oh, ya udah kalau gitu langsung pulang aja ya biar kamu bisa istirahat"
"mampir dulu ke tukang bakso didepan" ujar Jihan membuat Kai mengernyitkan keningnya.
"kenapa,gue lapar soalnya Lo juga belum makan dari tadi boleh ya" rengekan Jihan seperti anak kecil yang meminta mainan.
Kai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kembali fokus melihat jalan.
Kai memarkirkan mobilnya setelah itu mereka berdua berjalan berdampingan menuju penjual bakso langganan Jihan dan dirinya sejak mereka kecil.
Kai memesan 2 porsi bakso spesial serta minuman 2 gelas teh hangat ,lalu ia duduk bersebrangan dengan Jihan yang sedang asik memainkan ponsel.
10 menit berlalu kini bakso yang Kai pesan sudah tergeletak di atas meja sesuai pesanan.
Kai mulai membumbui baksonya sedangkan Jihan sudah mulai melahap bakso yang pedas.
Jihan menambah kan banyak sambal kedalam mangkuk bakso dan terlihat sangat merah karena cabe yang banyak.
Kai bingung biasanya memang kalau Jihan makan bakso sama sambal tapi tak sebanyak itu.
"Han Lo gak sakit perut banyak banget sambalnya"
Jihan tak menjawab hanya mengisyaratkan jika ia membutuhkan minuman.
"hahhhhh pedas hahh pedas" mengibaskan tangannya didepan mulut.
__ADS_1
"itu panas bentar gue beli air mineral dulu,Lo tunggu disini gue cepat" Kai buru-buru beranjak dari tempat duduk lalu berlari kesebuah penjual air mineral.
Dengan gesit ia langsung memberikan 1 botol air mineral kepada Jihan.
"makasih ya,Lo belum makan maafin gue jadi ngerepotin Lo"
"gak ngerepotin biasa aja" jawab Kai sembari menyantap bakso.
"Bu satu porsi lagi bakso nya yang spesial" ucap Jihan yang berdiri disamping penjual bakso.
"siap"
Jihan kembali duduk , karena bakso yang baru saja ia pesan belum datang Jihan memandang wajah Kai saat makan.
Ternyata tidak ada yang berubah dari dulu selalu belepotan kalau makan. Jihan meraih tissu diatas meja lalu mengusap bibir Kai .
Sontak Kai memberhentikan aksi makanya , jantung nya mulai tak kontrol lagi dan lagi berdegup kencang .
Wajah Jihan yang tulus sangat dekat dengan wajah nya, mata mereka saling beradu.
"begitu indah"batinnya.
"permisi ini pesan bakso spesial nya sudah siap, selamat makan saya permisi" lalu si penjual kembali ke gerobak untuk menyampaikan pesan bakso untuk para pembeli yang lain.
Jihan dan Kai segera tersadar dari adegan pandang memandang.
Lagi-lagi Jihan menaruh sambal begitu banyak kedalam mangkuk bakso.
"nanti gue bayar 2 kali lipat"singkat nya lalu kembali malahab bakso.
Jihan mulai melahap bakso dengan rasa pedas,panas dibibirnya sedang Kai makan satu mangkuk sedari tadi belum habis.
Seusai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.
"Han Lo gak diet lagi?"
"diet" jawab Jihan singkat lalu kembali berfikir.
"gue tadi habis berapa mangkuk bakso?"
"5 porsi"jawab Kai singkat.
"ya gawat berat badan gue naik pasti "keluhan Jihan membuat Kai semakin bingung.
"terus Lo makan sambal begitu banyak, sekarang perut Lo masih sehat ?" Jihan mengecek perutnya masih sehat.
"Lo boleh sedih tapi jangan makan sambal kebanyakan, nanti kalau Lo sakit siapa yang khawatir"
"iya"
__________
Malam semakin larut Dika mengantarkan Celsi pulang menggunakan mobil sport miliknya.
__ADS_1
Duduk dalam satu mobil bersama Celsi membuat hati Dika senang bukan main ,bahkan seperti ada kupu-kupu diperutnya.
Serta bibirnya yang selalu tersenyum manis,ia selalu melirik ke arah wajah Celsi yang sudah tertidur pulas di samping nya.
"Wajah nya begitu indah sampai aku tak bisa memandangnya,bibir kecil, hidup mancung,imut sekali"batin Dika sambil senyum-senyum sendiri.
___________
Kai membopong Jihan kedalam rumah karena dia sudah tertidur pulas di dalam mobil.
Ami dan Zidan menyambut kedatangan Kai, lalu menyuruhnya untuk segera membawa Jihan kekamar.
Tiba didalam kamar , ruangan berdominasi warna biru muda serta foto ,figura, turut menjadi isi dalam kamar.
Kai meletakkan Jihan dengan hati-hati keatas kasur lalu menyelimuti tubuh Jihan dengan pelan.
Ia juga meletakkan tas milik Jihan diatas nakas ,lalu berjalan keluar untuk menemui Ami dan Zidan yang sedang duduk di ruang tamu.
"duduk dulu Kai,kamu sudah makan atau belum?" tanya Ami dengan santai.
Kai duduk disamping Zidan.
"udah bi tadi makan bakso sama Jihan juga, bagaimana keadaan bibi sekarang?"
"Alhamdulillah sekarang sudah lebih sehat , bagaimana kabar orang tua kamu apa mereka sehat?"
ucap Ami diiringi senyum.
"baik bi sekarang lagi ada di Semarang lagi ngurus kerjaan papa"jawab Kai dengan sopan dan senyum manis yang selalu terukir di bibir nya.
"Kai pamit pulang dulu udah malam soalnya takut nanti dicari kak Kevin"mencium punggung tangan Ami dan Zidan, mereka berdua mengantar Kai sampai didepan pintu.
Kai kembali menghampiri Ami dan Zidan untuk memberikan ponsel Jihan yang tertinggal didalam mobil.
Zidan dan Ami masuk kedalam rumah setelah mobil Kai sudah meninggalkan pekarangan rumah.
_________
"baru pulang dari mana kamu?"
tanya Kevin dengan nada ketus.
"dari restoran"jawab Kai singkat lalu meninggalkan Kevin yang masih berdiri didepan pintu.
"besok Mama pulang , tolong jemput Lo besok gue ada miting sama klayen dari Surabaya"
Kai menengok ke arah Kevin.
"iya besok gue jemput,gue capek mau istirahat" Kai berlalu pergi kekamar, dan meninggalkan Kevin begitu saja.
**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir, semoga dilancarkan dalam segala urusan baik**.
__ADS_1