
Kai mengikuti arah mata Jihan dan ia mengerti Jihan sedang memandang Celsi dan Dika dari kejauhan.
"Lo kenapa gak senang liat mereka tertawa lepas?"
"gu..gue senang,senang banget akhirnya Dika bisa dekat sama Celsi. Kita tau sendiri kalau Celsi sudah cinta sama satu orang akan susah pindah ke yang lain" ucap Jihan,namun kenapa dengan hatinya seolah-olah tak rela.
"owh, kalau gitu Lo liat gue jangan liatin mereka lama-lama kmu nanti cemburu" titah Kai sembari mengambil makanan dan memasukkan nya kedalam mulut.
Tetap saja Kai sudah mulai makan , sedangkan Jihan masih sama melamun dan memandangi wajah Dika yang sedang tertawa bahagia dengan Celsi.
"oi! makan jangan melamun nanti Lo kerasukan" ketus Kai yang sedari tadi makan.
Teriak Kai menyadarkanya dari lamunan yang selalu terbayang dalam hati dan pikirannya.
"iya, gue kaget tau,untung jantung gue kuat kalau gak udah copot ni jantung gue"
Jihan mencoba menyuapkan kuah soto kemulutnya, dan fokus makan takutnya Kai akan mengejutkan dirinya lagi.
Celsi dan Dika selesai makan, mereka beranjak dari duduk dan meninggalkan kantin yang sedang ramai seperti pasar.
Kai selesai makan , sedangkan Jihan baru 4suap memakan soto.
"Lo makan apa jalan kaki lama bener"
"makan lah,bentar gue lagi gak mau cepat-cepat makan tar gue keselek"
"sini biar cepat gue siapin Lo"Kai mengambil alih sendok lalu menyuapkan soto kepada Jihan.
"Kai malu banyak orang disini, kembaliin sendoknya"kata Jihan dengan lirih.
"biarin aja yang penting Lo cepat makannya, emang Lo buka orang ayo buka mulutnya"
Jihan membuka mulut lalu menerima satu suap.
"gue serius gak bercanda,gue malu dilihat banyak orang"
"gue juga serius 2rius malah , gak usah malu disuapin orang ganteng juga. Ayo makan lagi ,tak usah pedulikan mata mereka dan kata mereka"
Akhirnya makanan Jihan habis dan perutnya pun sudah kenyang, sekarang tinggal kekelas musik bersama Kai.
Mereka berdua berjalan berdampingan, sesekali Kai menjahili Jihan dan menimbulkan tawa dikeduanya.
Tak sengaja mereka berpapasan dengan Dika dan Celsi yang mau pulang karena kelas mereka sudah selesai.
"romantis sekali berpegangan tangan seperti tak ingin terpisah" batin Jihan kala melihat Dika menggandeng tangan Celsi.
Tiba-tiba Kai meraih tanganya lalu mengandeng jari jemari Jihan didepan Dika dan Celsi.
__ADS_1
Jihan mencoba memberi kode dengan Kai mengunakan matanya ,namun Kai menangapi nya dengan santai.
Setelah Dika dan Celsi berlalu pergi Kai melepaskan gandengan tangan dengan Jihan.
"Lo ngapain gandeng gue depan mereka"
"gue tau Lo suka kan sama Dika?" dengan suara sendu.
"kata siapa gue suka sama Dika,ngaco Lo habis lihat apa si kok jadi gitu"
"Lo bisa bohongi semua orang dan bohongi muka Lo,tapi Lo gak bisa bohongi hati Lo dan gue.
gue kenal Lo dari kecil,gue hafal semua sifat,sikap, gerak gerik Lo" jelas Kai dengan santai.
"hmm, iya gue tau Lo paling halaf perilaku gue tapi tidak dengan sekarang gue gak suka sama Dika sama sekali" tutur Jihan diiringi senyum manis terukir dibibirnya.
Kai hanya mengangguk,tapi hatinya masih merasa jika Jihan menyukai Dika dan terlihat dari tatapan mata Jihan kala memandang Dika itu berbeda saat Jihan memandang dirinya.
Tapi sudahlah dari pada ada keributan di antara mereka,lebih baik Kai mengiyakan saja jawaban Jihan walaupun hatinya masih penasaran.
"jangan ngelamun,ayo kita kekelas!" kata Jihan sedikit meninggi kan suaranya.
Kai terkejut mendengar itu,lalu langsung menyusul Jihan yang sudah berjalan mendahului nya.
P****ukul 15:00
Kai menancap pedal gas,ia mengemudi dengan kecepatan sedang.
Wajah Jihan terlihat sedang galau lebih baik Kai bawa kesuatu tempat supaya moodnya kembali bagus saat pulang kerumah.
"kenapa gak belok? kan rumah gue belok kanan" tanya Jihan kepada Kai yang sedang fokus melihat jalan.
"gue mau bawa Lo kesuatu tempat yang indah" jawabnya singkat.
Jihan hanya mengangguk lalu menyandarkan kepalanya kekursi mobil.
Kai berhenti didepan minimarket, lalu ia masuk bersama Jihan yang selalu berjalan disampingnya.
Kai mengambil banyak makanan seperti Snack, makanan kaleng,susu,buah, yogurt.
"Kai makanan sebanyak ini mau Lo makan atau buat apa sih?"tanya Jihan ,karena ia juga membantu membawa makanan yang banyak sampai keranjang yang ia bawa penuh.
"nanti juga tau,ikut aja"lalu berjalan menuju tempat kasir,Kai mengantri Jihan menunggu dikursi tidak jauh dari tempat Kai berada.
Selesai membeli semua keperluan,Kai melajukan mobil nya kembali.
Hati Jihan masih bertanya-tanya , "apakah Kai akan memakan , makanan sebanyak itu" batin Jihan sesekali melirik kearah Kai yang fokus mengemudi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai ,Kai mengajak Jihan keluar dan mengikuti Kai dari belakang.
Terlihat dari plang Panti Asuhan Ibu Melati.
Jihan masih bimbang kenapa ia diajak kepanti asuhan.
Kai mengambil beberapa barang dibagasi,Jihan ikut membantu membawa karena begitu banyak.
Mereka berdua masuk,baru sampai didepan pintu ibu panti keluar dan menyapa Kai dengan ramah.
Jihan tersenyum manis lalu memperkenalkan diri, ibu itu bernama Tiwi pemilik panti asuhan ibu Melati.
Mereka dipersilahkan masuk ,Kai dan Jihan menghampiri para anak-anak yang dibesarkan di panti.
Pelan-pelan Jihan mulai tertawa lepas dengan keseruan anak-anak yang menghiburnya.
Kai tersenyum ia berhasil membuat Jihan tertawa lepas ,sedari kemarin Jihan hanya menangis, melamun, seperti tak ada gairah untuk hidup.
Sekarang Kai menikmati tawa lepas Jihan yang sudah lama ia rindu.
Gigi rapi,wajah imut terlihat sangat sempurna.
"Kai Lo ngapain disitu ,sini main seru main sama mereka"Jihan melambaikan tangan mengajak Kai untuk bergabung.
Kai pamit kepada ibu panti lalu bergabung bersama Jihan dan anak-anak lainnya.
Dirasa sudah capek tertawa Kai memberikan Jihan sebotol air mineral, dengan wajah gembira Jihan meneguk air.
Mereka beranjak dari tempat duduk,lalu menghampiri ibu Tiwi yang melihat mereka dari kejauhan.
"terima kasih Kai kmu selalu repot bawa banyak makanan kesini, anak-anak juga senang banget kalau kamu kesini.
Lain kali kalau mau kesini tinggal kesini tak usah bawa barang sebanyak ini"
"oh tidak repot sama sekali aku hanya ingin memberi sedikit rejeki yang aku peroleh sendiri kepada mereka.
Kan mereka wajib kita jaga, karena mereka tak punya siapa-siapa selain kita"
"iya terima kasih Kai, ngomong-ngomong ini pacar kamu cantik sekali kalian terlihat serasi"
"iya benar kak Kai kalian sangat lah cocok" sahut Denis anak panti yang digandeng tangannya oleh Jihan.
**Jangan lupa vote, komen, tambah favorit ya
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir,semoga dilancarkan dalam segala urusan yang baik.
Terima kasih 🙏🙏🙏**
__ADS_1