JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 19


__ADS_3

"dasar anak nakal,gak liat apa gue Segede gini main ditinggal ngomong sendiri" gumamnya dengan kesal.


Tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera ia menekan tombol hijau.


Terdengar suara seorang pria dari sebrang telepon.


"dimana dia sekarang,apa boleh saya menemui nya?"tanya Kevin dengan khawatir.


"besok bos bisa bertemu dia , tapi siap-siap dia agak lupa ingatan. Besok dia akan interviu dikantor menjadi asisten"


"oh baiklah aku akan menunggu nya besok, pastikan informasi ini benar"


"iya bos saya sudah menyaring informasi ini dengan teliti"


Mereka mengakhiri panggilan,Kevin duduk di sofa pikiran nya gelisah.


Ada yang mengganjal di hati dan otaknya.


Tak terasa bulir bening mengalir di pipi Kevin ,ia menghapus dengan kasar .


Mengacak-acak rambutnya kala teringat kejadian 3 tahun lalu.


Kevin menenggelamkan wajah dengan kedua tangan nya, saat ini hatinya benar-benar tak karuan.


Ia tak sanggup jika besok wanita yang paling ia cinta lupa ingatan seperti informasi hasil penyelidikan Denis .


langkah demi langkah Kai menuruni tangga dan mendapati kakak nya sedang menangis, hatinya jadi bertanya-tanya apa yang membuat seorang Kevin Kianno sosok pria dinginnya minta ampun.


Sampai saat dikantor ia menjadi buah bibir para staf wanita cantik.


Mereka berusaha menarik perhatian Kevin namun usaha mereka selalu gagal.


Padahal mereka sampai memakai baju yang ketat hingga bentuk lekuk tubuh mereka terlihat jelas.


Bukan nya Kevin tertarik malah dia menasehati"pakai lah baju yang longgar, jangan pakai baju kurang bahan itu dihadapan saya. Saya risih melihat nya"


"Lo kenapa ,inget kejadian itu lagi?" pertanyaan Kai tak dijawab oleh Kevin malah Kevin semakin bersedih .


Kai langsung menghampiri Kevin dan memeluk nya dengan erat seperti 3 tahun lalu ia selalu memeluk Kevin saat Kevin menangis.


"udah Lo jangan sedih gue yakin jodoh pasti bertemu entah terpisah jarak,waktu, tempat, bertahun-tahun terpisah . Jika Allah menghendaki


gue yakin Lo bisa bertemu sama kak Keira" entah kenapa Kai menjadi bijak .


Kevin memandang wajah Kai yang sangat khawatir pada dirinya.


Karena Kai sangat khawatir takut nya Kevin akan seperti beberapa tahun lalu.


Mogok makan, mengurungkan dirinya dikamar, selalu menyalakan diri sendiri sampai mau bunuh diri namun dicegah oleh Jihan dan Kai.


"gue tau masalah Lo berat tapi jangan gini caranya Lo selesaiin masalah, gue tau Lo sangat cinta sama kak Keira tapi kalau Lo kaya gini"

__ADS_1


"terus pakai cara apa?" tanya Kevin lirih.


" jika benar kak Keira lupa ingatan,Lo bantu dia mengembalikan ingatan nya"


Kevin tersenyum lalu mengusap air matanya , berkat ucapan Kai Kevin kembali bersemangat.


Setelah keadaan Kevin membaik Kai pergi kekamar nya begitupun Kevin pergi ke kamar untuk beristirahat.


Waktu berjalan begitu cepat sehingga tak terasa sinar mentari menembus korden jendela kamar.


Perlahan ia membuka matanya menetralkan pandangan mata saat melihat ke seluruh sudut kamar.


Ia duduk di tepi ranjang sejenak, setelah dia rasa nyawanya sudah terkumpul bangkit kekamar mandi.


___________


Dapur.


Seorang pria sedang sibuk memasak nasi goreng untuk sarapan bersama adik laki-laki nya.


Walaupun dia seorang lelaki namun tangan nya lihai memotong bahan-bahan.


Ia memasak nasi goreng spesial serta minuman 2 gelas jus mangga.


Satu-persatu ia taruh di atas meja makan sembari menunggu adiknya turun dari kamar.


Semua sudah siap ia duduk di kursi sembari melihat ponselnya.


Ponselnya berdering tertera nama Denis.


"oh baiklah gue akan segera kekantor" melihat jam ditangannya baru menunjukkan pukul 08 jadi masih banyak waktu untuk bersiap-siap kekantor.


"ini siapa yang masak ?" suara lelaki yang tiba-tiba sudah terduduk dikursi sembari memandangi satu piring nasi goreng spesial , makanan favorit Kai dan Kevin.


"gue yang masak tadi ayo sarapan tar keburu dingin,Lo jemput mama jam berapa?" menaruh ponsel lalu Kevin mendekatkan satu piring nasi goreng spesial kehadapan nya.


"jam 12 siang emang kenapa?"


jawab Kai sembari memasukkan satu sendok makan nasi goreng.


Kevin hanya ber"oh" tanpa ada imbuhan kata.


Kai manggut-manggut lalu kembali memakan nasi goreng buatan Kevin yang sangat enak.


Sebenarnya Kai kangen sama masakan Kevin karena sejak Kevin menjadi CEO ia jarang ada waktu untuk keluarga.


Selesai sarapan Kai pamit keluar karena ada urusan.


________


Tepi danau.

__ADS_1


"kamu suka kesini?"tanya Celsi kepada Dika yang duduk disebelah kanan nya.


"kalau aku lagi sedih aku kesini ,aku berteriak-teriak tak jelas disini sedikit mengurangi beban pikiran aku" diiringi senyum manis lalu melirik Celsi yang sedang memejamkan matanya menikmati udara segar ditepi danau.


"aku pernah berjanji akan bawa orang yang aku cintai kesini dan sekarang sudah terkabul aku sangat bahagia"pungkas Dika dengan senyum manis yang tak memudar dari kemarin.


Keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing menikmati udara segar dan sejuk , membuat hati tenang.


"aku ada hadiah untuk kamu" Dika mengeluarkan dua buah gelang dari kotak berwarna biru.


Celsi tersenyum dengan senang hati ia mengulurkan tangan,Dika memasang gelang tersebut ke tangan Celsi setelah itu Celsi memasang kan gelang ke tangan Dika.


Keduanya tersenyum manis Celsi memeluk tubuh Dika dengan erat dan tak lupa dengan senyum manis mereka yang tak memudar.


melepaskan pelukan Celsi menyandarkan kepalanya di bahu Dika sembari memandangi danau yang luas ,jernih dan pemandangan sekitar masih hijau.


___________


Rumah Jihan.


Terdengar suara klakson mobil dari depan pagar rumah Jihan, pak Joni membuka pagar .


Mobil sport berwarna hitam mulai memasuki pekarangan rumah Jihan.


Pengemudi keluar dari mobil lalu mengetuk pintu rumah.


tok...tok ...tok.


Jihan membuka pintu dengan senyum manis lalu mengajak Kai sarapan bersama.


"maaf bukan aku nolak bibi tapi aku udah sarapan tadi pagi"


Kai menunggu Jihan di ruang tamu , Jihan sedang membuatkan minuman didapur.


Tak butuh waktu lama Jihan kembali ke ruang tamu.


"Han Lo mau gak temenin gue jemput nyokap dibandara?" sembari menyeruput secangkir kopi capuccino buatan Jihan .


"bisa gue siap-siap dulu ya Lo tunggu disini" berlalu menaiki tangga menuju kamar.


Selang waktu Jihan sudah siap dan menghampiri Kai yang berada di ruang tamu.


"ini kopi Lo racik sendiri?,pas rasanya gue suka"


"itu percobaan pertama gue bikin kopi semalam gue liat tutorial nya"


Keduanya pamit kepada Ami dan Zidan mencium punggung tangan mereka berdua.


Kai menancap pedal gas menuju bandara.


Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya.

__ADS_1


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂.


Semoga dimudahkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍


__ADS_2