
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di rumah Zidan.
Mobil perlahan memasuki halaman dan terlihat Ami sudah menunggu kedatangan mereka didepan pintu.
Jihan keluar dari mobil dan langsung dipeluk oleh Ami dengan erat seakan ia tak ingin jauh lagi dari putri tunggalnya.
"ibu khawatir sama kalian , soalnya dari pagi tidak pulang. Memang nya kalian jalan kemana kok sampai lupa waktu hmmmm" menakup wajah Jihan.
"biasa Bu nonton film hehe" jawab Jihan diiringi senyum kuda.
Ami menggeleng kan kepala,sedari dulu memang kalau pergi dengan Kai sampai lupa waktu entah apa yang mereka lakukan dan tempat macam apa yang mereka kunjungi.
"maaf ya bibi,aku telat antar Jihan pulang"
"gak papa yang penting kalian udah disini dengan selamat ,bibi sudah bersyukur. Tapi ada pesan dari saya , boleh jalan-jalan tapi ingat waktu jangan sampai malam "
"siap" ujar keduanya dengan kompak dan hormat .
Ami mengandeng tangan Jihan masuk kedalam rumah sedangkan Kai pamit pulang karena Yuni juga sudah menelfon nya sedari tadi.
_________
Rumah Kai.
Kai menapakkan kaki lalu melangkah menuju pintu masuk dengan langkah santai.
Ia membuka pintu lalu mendapati Yuni sudah menunggu nya diruang tamu.
"mama" ujar Kai dengan ragu karena mendapati ekspresi wajah Yuni sedikit cemberut.
Yuni menengok lalu menatap Kai dengan bibir manyun, sedangkan yang ditatap hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"mama beliin kamu ponsel fungsinya buat apa coba jawab Kai"
"buat telfon sama kasih kabar"
"terus tadi kenapa gak diangkat telfon mama , mama telfon kamu sampai ini jari mau copot nekan tombol telfon"
Kai menahan tawa karena ucapan Yuni sedikit membantu dirinya ingin tertawa .
"udah lah ma kan sekarang Kai ada didepan mama jadi jangan khawatir lagi " ujarnya sembari melangkah mendekati Yuni diiringi senyum manis.
"hmmm iya , aduh kamu jangan senyum terus Kai nanti mama bisa diabetes " ucapnya diiringi tawa.
"masa sih ma" masih tersenyum dan terdengar ketukan pintu, Yuni membuka pintu diiringi senyum tipis.
Terlihat ada Kevin dan Rangga yang berdiri di ambang pintu sembari tersenyum manis.
Melihat itu Yuni menepuk jidatnya , rasanya tadi senyuman Kai sudah manis tapi kala melihat suaminya tersenyum tambah manis.
"kalian bertiga jangan senyum-senyum terus nanti aku bisa diabetes" ujar Yuni karena sudah tak sanggup melihat senyuman manis dari ketiga pria tersebut.
__ADS_1
"loh ma bukan nya suami pulang cium tangan ini malah nutup mata"
Yuni tersadar lalu nyengir kuda memperlihatkan barisan gigi rapinya.
Rangga menggelengkan kepala.
"abisnya papa senyumannya manis banget mama jadi lupa kalau belum cium tangan papa ,mana senyuman papa diturunkan kepada Kai dan Kevin "
Rangga yang melihat ekspresi Yuni tertawa geli karena istrinya memang sangat suka kala ia tersenyum dan sekarang senyuman manis Rangga sudah diturunkan kepada Kai dan Kevin.
"ma"panggil Rangga sembari menakup wajah Yuni, seketika pipinya merona .
Kai dan Kevin yang melihat itu merasa menjadi nyamuk . Kai berdehem lalu pergi meninggalkan mereka ,Kevin juga ikut pergi takut nya mengganggu .
Keduanya berlari menaiki tangga dengan cepat .
"oi Kai tunggu gue napa ,ngab ni "
kata Kevin ngos-ngosan.
Kai menengok lalu berhenti .
"siapa suruh Lu ngikutin gue "
"dasar" lu jadi adek gak ada manis-manis nya sama kakak lu . Asem dah lu"
"idih orang manis begini dibilang asem kayaknya lu butuh obat mata deh atau gak kacamata minus" sambil beraegyo imut.
"enak aja mata gue masih sehat dan gak butuh kacamata minus" ketus Kevin.
"ya udah" ujar Kevin melalu Kai begitu saja .
Kai memandang badan Kevin yang berjalan dengan santai menuju kamarnya.
"gak ada hadiah untuk gue apa ,atau uang saku gitu" ujar Kai , terdengar jelas di telinga Kevin.
Kevin menghentikan langkahnya lalu berbalik badan dengan muka datar.
"gak ada"singkat nya lalu kembali berjalan .
Kai mengernyitkan keningnya ternyata Kevin mulai perhitungan padanya.
Namun Kai maklum karena ini pasti udah perintah dari papanya , ia harus belajar mandiri dan tak suka membuang-buang uang untuk yang tidak jelas.
Menghela nafas lalu masuk kedalam kamarnya.
Membanting kan tubuh kekasur yang empuk dan selalu menjadi kesayangan nya.
Sembari menatap langit-langit kamar ia membayangkan kembali senyuman manis Jihan , sehingga tak sadar ia senyum-senyum sendiri.
"apa sih ni bibir senyum-senyum "sambil menepuk bibir nya sendiri.
__ADS_1
"udah lah Kai lebih baik sekarang lu bersihin badan lu terus tidur besok lu harus tepat waktu kebandara" gumamnya, meraih handuk lalu membuka kenop pintu kamar mandi.
Seusai selesai semua ia merebahkan tubuhnya lalu menutup dengan selimut sembari jari-jemari Kai menari diatas layar ponsel.
Ada notifikasi wa masuk dari Sifa ,ia mengirimkan stiker .
Kai melihat dan enggan untuk membalas namun tak berapa lama pesan berupa teks masuk lagi.
Kai melihat lalu membaca sekilas.
Dan akhirnya Sifa mengirim pesan berturut-turut namun Kai hanya melihat tanpa membalas.
Rington nada dering ponsel Kai berbunyi ia melihat Sifa menelfon nya namun ia matikan panggilan.
Kai kembali melihat Instagram namun Sifa terus-menerus menelfon nya .
"ya ada apa" ujar Kai langsung ke poin .
"aa tidak aku hanya ingin mengecek mu saja sudah tidur apa belum , soalnya pesan aku kamu read doang" titah Sifa disebrang layar .
"emang gue mau tidur , udah ngantuk banget gue tapi Lo malah telfon gue"
"maaf ya kalau mengganggu ya sudah dilanjutkan tidurnya ,aku juga mau ngerjain tugas kuliah bay selamat malam "
"iya, selamat malam juga"
Kai meletakkan ponsel diatas nakas lalu mematikan seluruh lampu kamar ,menarik selimut dan meluncur ke alam mimpi.
Keesokan harinya.......
Waktu berjalan begitu cepat, kini matahari mulai menampakkan sinarnya menembus korden jendela.
Ia membuka mata perlahan dan mendapati sinar yang nampak begitu terang menusuk mata nya.
Menutup sinar itu dengan tangan nya lalu bangun dan duduk bersandar .
Tok.....tok ..tok....
"iya " ujar Jihan dengan suara khas bangun tidur dan melangkah membuka pintu.
"loh sayang kamu baru bangun ,ini kan udah jam 9 "
"emang kenapa Bu"
"kamu lupa hari ini jam 10 kan kau berangkat ke Seoul masa kamu gak anterin dia"
"oh , aduh Bu aku lupa bentar cek ponsel. aduh ponsel dimana kamu "
"Han itu ponsel kamu diatas nakas , kenapa kamu cari dikolong ranjang "
Jihan nyegir kuda dan langsung membuka ponselnya dan ada banyak panggilan telepon dan chet dari Kai.
__ADS_1
**Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂
Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍👍💜🤗**