JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 44


__ADS_3

Seorang pria berguling di atas aspal hingga berhenti di trotoar dekat Sifa terjatuh.


Sifa menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dari perawakan nya mirip dengan Kai namun ia mencoba menafikan pikiran tersebut lalu beranjak dengan kaki yang sedikit pincang karena lecet.


Ia menghampiri pria tersebut, perlahan ia membalikkan badannya dan betapa terkejutnya ia.


"Kai"ucapnya sembari menutup mulutnya masih tidak percaya.


Terdiam sejenak mencoba mencerna apa yang ada didepan matanya.


Setelah ia mengerti ia langsung panik, khawatir dan cemas.


"tidak tolong bangunlah gue mohon hiks ......hiks......hiks....."


"tolong!!!!!" sontak para warga berkumpul menghampiri Sifa yang sedang memangku kepala pria tersebut.


Terlihat darah mengalir dari kening dan mulut nya. Sifa menangis hingga sesegukan.


"sebaiknya kita bawa kerumah sakit saja mari semua membantu"titah seorang warga.


"iya betul mari kita bantu"timpal yang lain.


Dengan gotong royong mereka mengangkat tubuh Kai dan membawanya ke sebrang jalan ,lebih tepatnya kerumah sakit yang berada disebrang jalan.


"suster tolong!!!"panggil salah satu warga kepada suster .


2 Suster menghampiri mereka dengan mendorong brangkar.


Perlahan tubuh Kai diletakkan di atas brangkar, seiring menyusuri koridor rumah sakit Sifa terus saja menangis.


Hingga sampai diruang IGD,Sifa duduk didepan ruangan menunggu hasil pemeriksaan dokter yang ada dalam ruangan.


Tangan nya terasa bergetar dan juga bulir bening yang terus membasahi pipinya.


"Lo pasti kuat gue yakin Lo pasti sembuh hiks....hiks....hiks....apa yang harus gue katakan ke Tante Yuni hiks...hiks...hiks...."ujarnya sembari mengatupkan kedua tangannya dibawah dagu.


Pikiran Sifa saat ini benar-benar kacau ia sangat menghawatirkan kondisi Kai terlebih sedari tadi dokter tidak keluar-keluar dari ruangan.


Membuat perasaan nya semakin tidak tenang, akhirnya dokter keluar dari ruangan dengan wajah datar.


"dengan keluarga pasien?"


"saya temannya dok , bagaimana keadaan temen saya dok?"tanya nya dengan cemas.


"pasien saat ini sedang kritis, tolong kabari keluarga pasien ada hal yang ingin saya katakan pada mereka "pungkas dokter dengan raut wajah serius.


Sedangkan Sifa yang mendengar penuturan dokter ,ia menutup mulutnya dengan tangan kanan tak percaya.

__ADS_1


Kejadian nya begitu cepat dan ini semua karena keteledoran dirinya.


Sifa terus dihantui rasa bersalah dan selalu menyalakan diri sendiri.


Seharusnya ia lebih konsentrasi menyebrang bukan tersenyum sambil berjalan mundur.


"ini salah gue harus nya gue jangan teledor,hal ini pasti gak akan terjadi hiks....hiks...hiks ..."seiring dengan air mata yang membasahi pipinya.


Apa yang harus ia katakan kepada Yuni ,dia pasti syok kalau tau anaknya kritis akibat menyelamatkan dirinya.


Sifa beranjak dari tempat duduk lalu melangkah menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah berat.


Bayang-bayang kejadian tadi selalu terngiang di kepala nya, bulir bening mengalir dari pelupuk matanya.


"harusnya Lo gak usah selamatin gue Kai ,ini semua gak akan terjadi" bisiknya dalam hati.


Air matanya terus membasahi pipi hingga ia sampai didepan ruangan Jihan,disana ada Ami,Yuni dan Zidan yang langsung melihat kearahnya secara bersamaan.


"Sifa ,Kai dimana katanya mau nyusul kamu . Kok kamu sendirian?"tanya Yuni dengan senyuman manis nya.


Sifa hanya menunduk kan kepala ia tak berani melihat wajah Yuni yang syok, untuk membayangkan saja ia tak sanggup apa lagi kejadian .


Tapi Yuni berhak tau atas kondisi Kai saat ini, karena bagaimanapun dia adalah seorang ibu pasti firasatnya tajam.


Yuni melangkah mendekati Sifa yang sedang berdiri sembari menunduk kepala dan menyembunyikan wajahnya dibalik rambut panjang nya.


"kamu kenapa Sifa ,ada apa? tolong bicara kan apa yang terjadi kenapa bisa membuat kamu menangis" ujar Yuni dengan nada lembut.


Sifa masih terdiam sesegukan , bibirnya bergetar dan terasa kelu untuk mengeluarkan sepatah kata.


Yuni menghelai rambut Sifa lalu membawanya ke dalam dekapan hangat nya.


Air mata Sifa terus mengalir membasahi pipinya diiringi suara isakan.


Dirasa sudah cukup tenang Yuni menghapus air mata Sifa dengan ibu jarinya.


"duduklah dulu lalu bicara lah dengan sejujurnya" membimbing Sifa duduk di kursi.


"Tante"


"iya ada apa?"


"Kai Tante........hiks....hiks.....hiks...." belum selesai mengatakan air matanya sudah tak bisa dibendung lagi.


"Kai kenapa,dia baik-baik saja kan?" tanya nya dengan khawatir.


Sifa menggelengkan kepalanya, membuat Yuni menjadi cemas jangan-jangan firasat tidak enak yang sedari tadi menyeruak didalam hati dan pikirannya, adalah kenyataan.

__ADS_1


"tolong bicaralah ,ada apa dengan Kai "


Sifa menggeleng lalu menatap mata Yuni yang mulai berkaca-kaca.


"iya Sifa katakan saja jangan buat kami jadi khawatir"sahut Ami yang juga mengkhawatirkan keadaan Kai sebab sedari tadi pamit belum juga kembali.


"Kai hiks....hiks.....hiks...... ketabrak mobil hiks....." Sifa kembali menunduk kan kepala nya didepan Yuni .


Yuni yang syok menutup mulutnya dengan tangan kanan dan terdiam mematung sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Sifa.


"apa kamu serius?"tanya Zidan yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Sifa.


"gak ini pasti salah hiks....hiks...hiks..."Yuni terisak sembari menutup mulutnya.


Ami langsung duduk di samping Yuni, lalu menyandarkan kepala Yuni ke pundaknya .


Mencoba menenangkan sahabat nya ."dimana Kai sekarang?"tanya Zidan dengan serius.


"di IGD om"jawabnya singkat tanpa mendongakkan kepalanya.


"ayo kita jenguk bagaimana keadaan Kai sekarang"ajak Ami supaya Yuni melihat keadaan Kai yang sebenarnya.


Semua berjalan menuju ruang IGD kecuali Zidan yang harus menjaga putrinya walau dari depan ruangan.


_______


Tak butuh waktu lama mereka tengah sampai didepan ruangan, Yuni mengintip dari kaca pintu terlihat Kai terbaring di atas brangkar disertai beberapa alat medis yang melekat di beberapa bagian tubuh nya.


Bulir bening luruh dari pelupuk matanya langsung membasahi pipinya.


Yuni terduduk di depan pintu ruangan, hatinya benar-benar hancur melihat Kai terbaring lemah.


Selama ini kau yang selalu menemani nya dirumah saat Kevin dan Rangga(suaminya) disibukkan oleh pekerjaan kantor .


Ami memeluk tubuh Yuni yang meringkuk sembari mengusap punggung nya dengan lembut.


Sifa yang melihat itu hanya bisa menangis , karena ini terjadi akibat keteledoran dirinya.


Kalau saja ia tidak ceroboh mungkin ia tidak akan melihat wanita yang menangis meratapi kondisi anaknya.


"sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ini bisa terjadi Sifa?" tanya Ami yang penasaran dengan akibat kecelakaan yang menimpa Kai.


"begini Tante tadi aku hampir ketabrak mobil karena tidak lihat kanan kiri pas nyebrang,tapi saat hampir ketabrak Kai mendorong aku hingga terjatuh dan akhirnya Kai yang .......hiks.....hiks....hiks...."


**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂

__ADS_1


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪💪**.


__ADS_2