
Pak Firman membukakan pintu mobil untuk Bu Eka dan Dika.
"terima kasih pak" titah Dika dengan senyum tipis lalu ikut masuk ke dalam mobil.
Mobil berwarna hitam mulai meninggalkan area pemakaman dengan kecepatan sedang.
Suasana dalam mobil sunyi, Bu Eka menyandarkan kepalanya kekursi mobil dengan wajah sendu.
Dika sesekali melirik ke arah Bu Eka yang tiba-tiba menangis.
"mami " panggil Dika .
Namun dia masih bersandar di kursi mobil sembari memandangi keluar mobil.
Dika menyentuh pundak Bu Eka .
"mami " panggil nya lagi.
Bu Eka menengok ke arah Dika dengan pipi yang masih basah, karena air mata yang selalu membasahi pipinya.
Dika mengulurkan tangan mengusap pipi Bu Eka dengan lembut diiringi senyum tipis terukir di bibir Dika.
"mami harus kuat, Angel akan bersedih jika mami terus menangis. Lebih baik kita mendoakan Angel " ujar Dika sembari menepuk-nepuk pundak Bu Eka.
Bu Eka menganggukkan kepalanya,tak terasa mereka tengah sampai didepan rumah bergaya minimalis.
Tiba-tiba ponsel Bu Eka berdering dengan segera ia menekan tombol hijau.
Mulai terdengar suara seorang wanita.
"wa'alaikum salam,ada apa Siska " jawab Bu Eka dengan suara serak.
"begini Bu bos tadi ada klayen dari Jogja ingin bertemu dengan ibu, namun sedari tadi ponsel ibu tidak dapat saya hubungi. Sebenarnya ada apa Bu?" tanya Siska disebrang telepon genggam.
"anak saya hiks...hiks...hiks..." ia tak sanggup menahan tangis kala teringat apa yang terjadi hari ini pada putrinya.
Siska semakin khawatir mendengar tangisan bos nya.
Dika mengambil handphone Bu Eka lalu mengobrol dengan Siska.
Sedangkan Bu Eka masih menangis hingga terisak.
"Angel kecelakaan dan sudah meninggal dunia tadi siang " ucapan Dika membuat Siska syok sampai menutup mulutnya dengan tangan.
Siska tak percaya karena baru tadi pagi ia berkomunikasi dengan Angel . Kata Angel ia menitipkan pesan kepada Siska untuk menjaga mami nya karena ia ada keperluan.
"Tidak mungkin" ini mimpi tadi pagi aku sempat menerima telepon dari Angel dia bilang ingin pergi sebentar dan menyuruh ku untuk menjaga Bu Eka" jelas Siska dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"aku akan kesana sekarang" ucap Siska lalu mengakhiri panggilan sepihak.
Dika membimbing Bu Eka masuk kedalam rumah , didepan pintu masuk ada bendera kuning.
Ternyata sudah banyak tetangga yang berkumpul untuk mendoakan Angel, lagi-lagi Eka menangis . Terlihat jelas foto Angel yang terpampang besar menempel di dinding ruangan tamu.
Dengan senyum manis serta raut wajah bahagia terlihat jelas dibalik foto.
Hanya foto dan kenangan yang tersisa dibenak Eka.
Sekarang ia harus tinggal sendiri di rumah mewah , bergaya minimalis .
Pasti akan merasa sepi karena Angel lah yang menghibur dirinya setelah si suami pergi dan tak akan kembali lagi.
Setiap Eka pandangan matanya menyusuri setiap sudut rumah masih terbayang-bayang jelas aktivitas Angel selama dirumah.
Angel yang selalu tersenyum dan selalu menghibur dirinya membuat Eka kuat melewati masa sulit terpisah dari sang suami yang amat ia cintai.
Bibirnya bergetar hebat untuk saat ini hati Eka benar-benar hancur , bahkan ketegaran yang selama ini ia ekspresi kan sudah lenyap.
Bu Eka berjalan melewati para tetangga yang sedang duduk, tempat yang ia tuju adalah taman belakang rumah.
Tiba disana senyum tipis terukir di bibir nya, melihat ada banyak bunga yang ditanam oleh Angel untuk sekedar hobi dan mengisi waktu luang nya.
Terlintas di benak Eka kala ia pulang kerja pukul 17:00 tempat yang pertama dituju adalah taman belakang rumah.
Eka selalu mendapati Angel sedang mengurus bunga mawar, anggrek dll yang amat ia sayangi.
Kebiasaan kala mereka berdua bertemu adalah Eka selalu mencium pipi anaknya dan memeluk Angel dengan erat.
Namun sekarang itu tinggal kenangan , ia sendiri tanpa ada lagi sosok anak dan suami yang selalu memberikan semangat untuk menjalani kehidupan yang tak selalu mudah.
Perlahan melangkah menuju ayunan yang biasa angel duduki.
Setelah terduduk di ayunan pipinya kembali basah.
"andai kamu tidak pergi secepat ini ,pasti kamu sedang duduk disini dengan senyuman manis . Obat rasa capek ku dalam bekerja, sekarang semua harta ini tidak berguna bila kamu tidak ada disisi mami hiks....hiks ..hiks..." gumam Eka lirih .
Sedangkan Dika sedang berada di dalam kamar angel , ruangan bernuansa pink itu terdapat beberapa foto dalam figura.
Niatnya Dika masuk kekamar angel hanya untuk menaruh ponsel dan meletakkan hadiah dari dirinya.
Harusnya malam ini ia akan dinner bersama Angel , dan memberikan Angel kejutan namun belum juga tiba dinner Angel sudah memberi kejutan terlebih dahulu.
Kejutan yang Angel berikan tak akan bisa ia lupakan ,kenangan yang telah lama mereka berdua lalu tidak akan pernah Dika lupakan.
Dika meletakkan kotak kecil berwarna biru diatas nakas. Dengan ragu Dika meraih sebuah figura berisi foto dirinya dengan Angel.
Tes......
__ADS_1
Sebuah cairan membasahi pipinya.
Tangan Dika meraba foto tersebut , foto tersebut diambil setelah Dika mengungkapkan perasaan nya dan langsung Angel terima.
Malam dipenuhi bintang dan hati yang sedang berbunga-bunga membuat keduanya tersenyum manis.
Hanya itu yang terlintas dalam bayang-bayang Dika tentang Angel ,wanita pertama yang membuat dirinya jatuh cinta.
Flashback off.
Dika menangis sembari menunduk kan kepala, dengan tangan yang masih ia katup kan.
"kenapa ini semua terjadi, aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku cintai dengan cara yang sama hiks...hiks..hiks..."gumamnya lirih diiringi dengan derai air mata yang tak kunjung terhenti.
Dika beranjak dari tempat duduk melangkah masuk ke dalam ruangan, dengan langkah berat ia menghampiri Celsi yang masih setia memejamkan matanya.
Dika mengengam tangan Celsi lalu mencium punggung tangan Celsi dan memeluk tangan tersebut.
Bukan hanya mata yang menangis , hatinya juga menangis.
"ayolah Bagun aku disini hiks...." ucap Dika lagi.
Keesokan harinya.
Ruangan Jihan.
Kai sudah melenggang dikoridor rumah sakit dengan langkah santai.
Mengucapkan salam lalu melangkah masuk ke dalam ruangan, ternyata orang tua Jihan masih terlelap dalam tidur sedangkan Jihan sudah bangun .
Jihan menyambut kedatangan Kai dengan senyuman manis.
Setelah lama terlintas didalam otak Jihan ia ingin menjenguk Celsi.
"Kai jenguk Celsi yok , gue pengen liat keadaan dia"
"tapi emang Lo udah dibolehin turun dari ranjang?"
Jihan menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba suster datang sekalian saja Kai bertanya mengenai kondisi Jihan apa boleh turun dari ranjang. Dan menengok pasien yang sedang berada di ruang IGD.
"Diperbolehkan namun jangan terlalu lama ya"
Keduanya tersenyum manis lalu mulai melangkah,Kai mendorong kursi roda Jihan.
Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂
**Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂
__ADS_1
Semangat terus nulisnya 💪💪💪
Mari saling mendukung**.