JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 51


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka tengah berkumpul di depan ruangan Jihan dan sudah siap untuk terbang ke Singapura.


Jihan dibawa oleh mobil ambulance sedangkan Kai bersama Yuni mengikuti mobil ambulance dari belakang.


Mereka berjalan beriringan membelah jalan kota Jakarta yang padat penduduk.


"Kai kalau udah sampai kabari mama ya"melirik ke arah Kai yang sedang memandangi arah luar dari kaca .


Kai menoleh dan tersenyum lalu mengangguk kan kepala, Yuni langsung memeluk tubuh Kai dengan erat.


"mama jaga kesehatan ya disini,aku gak bisa jagain mama. Kalau kak Kevin macam-macam bilang sama Kai "


"iya sayang nya mama" mencium kepala Kai berkali-kali. Keduanya tersenyum manis dan enggan untuk melepaskan pelukan.


________


Didalam mobil ambulance.


Ami dan Zidan serta 2 perawat wanita duduk bersebrangan .


Sedangkan Jihan masih lelap dalam tidurnya .


Alat medis masih lengkap terpasang ditubuhnya, wajah nya pucat bahkan seperti bukan manusia yang masih hidup.


Tak berselang lama mobil ambulance sudah tiba di depan bandara .


Segera mereka menghubungi pihak yang bersangkutan untuk mengurus penerbangan ke Singapura untuk keluarga Zidan.


Mereka ke Singapura menggunakan jet pribadi milik Zidan dan Rangga yang saat itu mereka beli dengan uang keduanya .


Kini semua sudah siap , pesawat pun mulai berjalan . Dan langsung lepas landas.


________


Jakarta.


Yuni pulang bersama supirnya lalu tiba-tiba ponsel nya berdering tertera nama Kevin.


"iya ada apa sayang"


"ma ,Kai udah berangkat?"


"iya sayang ,mama mau mampir ke kantor ya . Mau dibawain makan siang apa?"


"yang biasa aja ma"


Lalu mengakhiri panggilan telepon.


Setelah lama perjalanan kini mereka tengah sampai dirumah sakit Singapura .


Suster dan para dokter sudah stand bay menjemput kedatangan keluarga Zidan.


Mereka mengeluarkan brangkar Jihan dari dalam mobil ambulance.


Selama menyusuri koridor rumah sakit ,semua hanya diam terfokus pada ruangan yang kini tinggal beberapa meter lagi.


Tiba di depan ruangan dokter membawa Jihan masuk ke dalam ruangan.


Sampai didalam dokter memasang kan alat medis yang canggih terhadap tubuh Jihan.


Dengan cekatan dokter memeriksa kondisi Jihan saat ini.

__ADS_1


Selesai itu dokter keluar untuk menemui keluarga Zidan.


Lebih menyenangkan dokter yang menangani Jihan berasal dari Indonesia.


"permisi " pintanya dengan suara sopan.


"gimana kondisi Jihan dok?" tanya Ami.


"Alhamdulillah kondisi pasien stabil walaupun perjalanan Indonesia kesini cukup jauh tapi pasien masih kuat berjuang melawan penyakitnya"


"lakukan yang terbaik untuk anak saya dok"


"itu pasti kami akan melakukan yang terbaik untuk anak bapak dan ibu"


Hari berjalan dengan cepat hingga tak sadar mereka sudah 1 minggu di Singapura. Dan Alhamdulillah kondisi Jihan semakin membaik walaupun ia belum tersadar.


Pagi ini Kai datang kerumah sakit untuk mengantikan Zidan yang menemani Jihan sedari kemarin sore.


Kai masuk kedalam ruangan dengan wajah berseri untuk menyambut Jihan ia senantiasa tersenyum.


"Hay selamat pagi Han"


"bagaimana hari ini , kapan Lo mau bangun"


Kai menghela nafas panjang karena Jihan belum juga tersadar. Rasanya ia sangat merindukan senyuman manis Jihan yang sudah lama ia tak melihat.


Kai mengusap pipi Jihan dengan lembut diiringi senyum tipis terukir di bibir Kai.


Lalu mengengam tangan Jihan sesekali menciumnya dengan lembut.


Tak mengapa jari-jemari Jihan bergerak walau itu sedikit.


_________


"Jihan ikutlah bersama lelaki itu ,kamu akan bahagia bersama nya" ucap seorang wanita namun tak berwujud , hanya terdengar suara entah suara itu berasal dari mana.


Jihan menyusuri setiap sudut ruangan dengan mata indahnya.


Pandangan matanya tertuju kepada lelaki yang membelakangi dirinya ditengah-tengah sinar yang nampak begitu terang.


Bibirnya masih tak mampu mengucapkan sepatah kata, seperti ada yang mengunci .


Lelaki itu membalikkan badan menghadap ke arah Jihan.


Dengan senyuman manis ia memandang wajah Jihan dari kejauhan.


Jihan yang melihat lelaki itu tersenyum dengan tak ia sadari ikut tersenyum manis.


Dan kakinya dengan mudah melangkah tanpa ada yang menyuruh.


Lelaki itu semakin tersenyum manis mendapati Jihan semakin melangkah mendekati dirinya.


Ia ulurkan tangan diiringi senyum Jihan menerima uluran tangan tersebut.


"Jihan dia adalah jodohmu ,dan kelak kamu akan hidup bahagia bersama nya. Walau nantinya akan ada halangan yang menghadang hubungan kalian .


Tapi sudah digaris takdir jika kalian akan bahagia bersama hingga mau memisahkan" ucap seseorang yang tak berwujud.


Jihan melangkah berdampingan bersama lelaki yang senantiasa tersenyum manis.


_________

__ADS_1


Jari-jemari Jihan bergerak dengan cepat,dan matanya mulai terbuka .


Perlahan sinar lampu menusuk pandangan mata Jihan yang sudah lama tak melihat cahaya.


"Jihan" ujar Kai yang mendapati Jihan tersadar dan sedang menetralkan pandangan mata dengan cahaya yang terang.


Jihan tersenyum simpul melihat Kai yang tersenyum sampai meneteskan air mata.


Dengan lemas tangan Jihan meraih wajah tampan Kai lalu menghapus air mata Kai dengan lembut.


Kai mengengam tangan Jihan yang masih menempel di pipinya.


"jangan nangis" kata Jihan lirih.


"gue seneng Lo udah sadar hiks...." air matanya kembali menetes membasahi pipinya , diiringi senyum manis terukir di bibir Kai.


Jihan tersenyum sembari mengusap pipi Kai , Kai menghapus air mata nya sendiri lalu berusaha menampilkan senyuman terbaik nya .


Dokter datang menghampiri Kai dan Jihan . Kai keluar dari ruangan menyisakan dokter yang akan memeriksa keadaan Jihan.


Kai segera menelepon Zidan dan Ami untuk memberi kabar jika Jihan sudah sadar dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter.


Ami dan Zidan yang mendengar ucapan Kai langsung mengucap syukur, akhirnya doa mereka selama ini terkabul.


Mengakhiri panggilan dengan Ami ,Kai langsung menelpon mamanya di Indonesia memberi kabar jika Jihan sudah sadar .


Yuni ikut senang karena dari suara Kai ia sedang bahagia.


"oh ya Kai , kemarin Sifa datang kerumah nyari kamu. Kata dia kamu sudah lama gak bisa dihubungi"


"iya ma aku juga baru pegang hp dari kemarin ,mama bilang apa sama Sifa?"


"mama bilang kamu lagi ada di Singapura dan sedang menemani Jihan"


"ma kabari Sifa kalau Jihan sudah baikkan soalnya aku lagi mau urus yang lain"


"oke sayang ,jaga kesehatan disana ya sama jangan telat makan ok"


"mama juga ya jaga kesehatan "


Setelah mengakhiri panggilan Ami dan Zidan sudah hadir dirumah sakit.


Lalu menghampiri Kai yang sedang duduk bersandar di kursi.


"assalamualaikum"


"wa'alaikum salam" lalu mencium punggung tangan Ami dan Zidan dengan sopan.


"gimana kondisi Jihan sekarang Kai"


Belum sempat Kai menjawab dokter keluar dari ruangan menghampiri mereka bertiga.


Dokter tersenyum manis.


"bapak,ibu Alhamdulillah kondisi Jihan sudah membaik"


"Alhamdulillah" serempak menjawab.


**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂

__ADS_1


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪😀**


__ADS_2