
Jihan bersembunyi dibalik jaket yang dikenakan Kai.
Kai mengusap kepala Jihan dengan lembut lalu mencoba menenangkan nya.
"Lo ngemil aja ini" menyerahkan pop corn yang sedari tadi ia pegang.
Jihan mendongak ke atas lalu menerima pemberian Kai diiringi senyum.
Segera ia menyantap pop corn itu dengan nikmat sampai keasikan dan lupa jika sedang menonton film horor.
Terdengar suara tembakan dari dalam layar yang membuat Jihan terkejut dan refleks memeluk Kai dengan erat .
Kai yang mendapati Jihan memeluknya erat dan dengan cepat kilat membuat Kai terkejut .
Namun dalam hati senang karena bisa dipeluk Jihan , Kai tersenyum tipis lalu menyentuh pundak Jihan .
Bukan nya melepaskan pelukan Jihan malah semakin mempererat pelukannya sembari bergumam ia takut.
"Han gak ada apa-apa,itu cuma suara dari audio film" ucapan Kai terdengar jelas di telinga Jihan, perlahan Jihan melepaskan tangannya namun dengan rasa hati-hati dan waspada.
Melirik kearah layar ternyata sedang ada adegan tembak-tembakan pantas saja terdengar suara pistol yang ditembakkan.
Jihan menghela nafas lega , padahal tadi jantungnya sudah mau copot.
"Kai pulang aja yuk,gue takut liat film horor"
dengan mimik wajah kecut, Kai menganggukkan kepala lalu mengandeng tangan Jihan pergi dari bioskop.
Ide terlintas dipikiran Kai ia ingin mengajak Jihan kesuatu tempat yang indah dan belakang ini ia jarang kesana.
Mobil berjalan membelah kota yang ramai oleh penduduk.
Tak butuh waktu lama mereka tengah sampai ditempat tujuan.
Kai membukakan pintu mobil untuk Jihan lalu mengandeng nya masuk kesebuah tepi danau .
Airnya nampak begitu jernih pandangan sekitar hijau serta rumput-rumput yang hijau.
Awalnya Jihan cemberut karena kak tidak membawanya pulang namun kala melihat pemandangan yang menyejukan ,tak terasa senyuman manis terukir di bibir Jihan.
Terus mengedarkan pandangan ke sekeliling diiringi senyum manis hingga matanya menyipit.
Kai menghela nafas lega karena disini lah kau bisa menenangkan hati dan pikiran nya yang terkadang tak jelas.
"Kai"panggil Jihan lirih.
"hemm iya"
"emm Lo sering kesini?"
__ADS_1
Kai hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban sembari memandangi wajah Jihan yang masih setia berseri.
"gue punya sesuatu buat Lo,tapi tutup dulu mata Lo" pungkas Kai .
Jihan pun menuruti perintah Kai dengan ragu ia menutup mulutnya namun bibirnya tersenyum lebar.
Kai merogoh saku switer nya lalu mengambil sebuah kotak berisi hadiah yang akan ia berikan kepada Jihan.
Kai memakai kan sebuah gelang ketangan Jihan.
Seusai memakaikan Kai meminta Jihan membuka matanya.
Perlahan ia buka mata dan melihat kearah tangannya ,senyum tipis terukir indah di bibir Jihan.
Jihan melihat sekeliling gelang dan ia sangat suka .
"terima kasih Kai " refleks memeluk tubuh Kai,ia yang terkejut karena mendapat kan pelukan mendadak.
Ia berusaha menghilang kan rasa terkejut nya lalu dengan ragu Kai mengusap punggung Jihan.
Jihan tersenyum senang dalam pelukan Kai ,sedari dulu Kai selalu ada untuk nya.
"maaf gue refleks" diiringi senyum malu-malu karena ia memeluk Kai tanpa meminta izin terlebih dulu.
Kai hanya tersenyum melihat Jihan menundukkan kepala, perlahan Kai mengangkat dagu Jihan dengan kedua tangan nya.
"oh ya ada satu tempat lagi yang harus kita kunjungi ayo" ucap Kai lalu mengengam tangan Jihan menuju mobil, Jihan hanya menurut dan mengikuti langkah Kai.
Kai menancapkan pedal gas menuju tempat yang sudah ia rencanakan.
Jihan memandangi sekeliling jalan yang mereka lalu mencoba memahami namun sepertinya ia sudah lupa dengan jalan tersebut.
"Lo kenapa kaya orang bingung gitu?"tanya Kai sembari mengemudi sesekali melirik ke arah Jihan.
"gue kaya pernah lewat jalan ini tapi gue lupa"
"Lo tenang aja gue mau bawa Lo kesuatu tempat yang indah banget"
Keduanya terdiam Kai fokus mengemudi sedangkan Jihan sibuk memahami jalanan yang selalu mereka lewati.
Kai memberhentikan mobil didepan gedung menjulang tinggi, membukakan pintu mobil untuk Jihan.
Jihan menampakkan kaki lalu tangannya masih setia digandeng oleh Kai.
Ia terus mengikuti langkah Kai dari masuk ke lift dan tiba dilantai paling atas .
Ada sedikit anak tangga yang harus mereka lewati agar sampai disana.
__ADS_1
Dan tepat saat tiba Jihan langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling melihat langit yang mulai berubah warna serta matahari yang mulai tenggelam.
Kai mengajak Jihan duduk sembari memandangi langit sore yang menyegarkan mata.
"menurut gue senja itu paling indah" gumam Jihan,Kai yang mendengar itu langsung menengok ke arah Jihan.
"dan senja itu selalu nemenin gue tiap hari , bahkan selalu hadir disaat gue seneng atau pun sedih . Makasih ya kak Lo udah jadi senja dalam hidup gue" ujar Jihan dengan wajah tulus serta senyum manis.
Kai menganggukkan kepala dan ikut tersenyum manis .
"gue juga suka sama senja ,menurut gue senja itu setia karena dia selalu hadir setiap hari nemenin sore gue yang terkadang sepi" sahut Kai yang juga tak kalah kagum dengan senja.
Jihan menengok ke arah Kai yang masih setia memandangi langit .
"Foto yok Kai buat kenang-kenangan " Kai menganggukkan kepala lalu beberapa gaya telah tersimpan digaleri foto ponsel Jihan.
"Han pulang yuk"ajak Kai karena hari mulai gelap, namun dengan cepat Jihan menggelengkan kepalanya.
Kai menghela nafas gusar, bagaimana caranya agar Jihan mau diajak pulang soalnya kalau pulang kemalaman takut menganggu kondisi nya .
"ayo nanti paman sama bibi khawatir sama Lo dan gue dikira gak tepat waktu bawa Lo pulang sampai malam" ujarnya lagi dengan nada memohon juga mimik wajah yang memelas.
Jihan menengok ke arah wajah Kai lalu menghela nafas panjang.
"sebentar lagi ya hehe"
"oke sebentar aja kan " Jihan mengangguk lalu kembali fokus melihat pemandangan kota serta senja yang mulai gelap digantikan oleh lampu-lampu yang mulai terlihat indah dari atas gedung.
"udah lama gue kangen banget pemandangan ini" gumamnya.
Tiba-tiba ponsel Kai berdering tertera nama bibi Ami , tamatlah sudah riwayatnya pasti sekarang Ami sangat menghawatirkan Jihan .
Ditambah mereka pergi sejak pagi dan belum pulang sama sekali, dengan jari gemetar Kai menekan tombol terima.
Bibirnya terasa ragu untuk menjawab sapaan Ami.
"Kai ,Jihan sama kamu kan?"
"i-iya bibi"
"kenapa kalian belum pulang ini sebentar lagi isya loh"
"iya Bi aku sama Jihan pulang sekarang"
Mengakhiri panggilan telepon, Jihan yang mendengar suara cemas Ami akhirnya mau pulang.
Perlahan menuruni beberapa anak tangga lalu memasuki lift.
Dan tiba didepan gedung segera Kai meluncur ke rumah Jihan.
__ADS_1
**Jangan lupa vote komen tambah favorit ya 🙂
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂**