JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 24


__ADS_3

"pasien mengidap penyakit leukemia limfoblastik akut atau disebut juga dengan kanker darah, ini bisa terjadi karena tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal"


"Jihan masih bisa sembuh kan dok, saya mohon beri perawatan yang paling bagus biar saya yang menanggung biaya rumah sakit" ucap Kai dengan khawatir takut terjadi apa-apa dengan Jihan.


"kami bisa melakukan kemoterapi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu melawan sel kanker"pungkas dokter dengan jelas.


"baiklah, apa boleh saya menemui Jihan dok?"


"boleh silahkan, tetapi dia belum sadarkan diri jadi dimohon tetap tenang saat menemui pasien"


"baik dok saya permisi" beranjak dari tempat duduk lalu melangkah keluar dari ruangan dokter menuju ruang IGD.


Kai masuk ke dalam ruangan terlihat dari kejauhan Jihan masih setia memejamkan matanya, serta beberapa alat medis yang terpasang dihidung, tangan serta monitor yang akan menampilkan grafis tentang kinerja tubuh.


Dengan langkah kaki berat Kai mendekati Jihan yang tertidur diatas brangkar,wajah Jihan begitu pucat.


Raut wajah Kai sedih , karena Jihan harus terbaring lemah dirumah sakit padahal ibunya Jihan baru saja dinyatakan sembuh.


Sekarang Jihan yang harus berjuang melawan kanker darah yang entah dari kapan mulai menggerogoti tubuh Jihan.


Kai menakup tangan kanan Jihan dengan kedua tangan nya.


"Han gue mohon Lo bangun ya,Lo gak kasian liat gue jalan sendirian tanpa ada temen" kata Kai sembari memperhatikan gigi putih nya.


Namun Jihan belum merespon, membuat Kai tersenyum getir.


"Han bangun napa gue kangen senyuman Lo"


Tiba-tiba jari-jemari tangan Jihan bergerak ,Kai langsung berlari memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Jihan.


Dengan sigap dokter datang bersama 1 suster masuk ke ruang IGD , sedangkan Kai menunggu di depan ruangan dengan perasaan campur aduk.


Otak dan hati nya dipenuhi rasa cemas, khawatir , ia rasa otak dan hati nya seperti tak berfungsi untuk memikirkan hal lain selain Jihan , Jihan dan Jihan.


Nama Jihan selalu menghantui otak dan hati nya yang kini sedang dalam kondisi tak baik.


"Jihan gue tau Lo pasti kuat,gue mohon lawan penyakit Lo" ucap Kai dengan suara bergetar , menyembunyikan wajahnya dibalik katupan tangannya.


Dokter keluar dari ruangan lalu menghampiri Kai dan memberi kabar untuk cepat ditindak lanjuti.


"apa kamu sudah mengabari pak Zidan?"


Kai menggelengkan kepalanya karena sedari tadi yang ada dipikiran nya hanya kondisi Jihan.


"baiklah sus tolong kabari pak Zidan agar cepat kesini"


"baik dok permisi"

__ADS_1


"sebenarnya sudah 1 minggu Jihan bolak-balik rumah sakit ,saya diminta untuk tidak memberi tau siapa pun tentang penyakit yang Jihan derita" jelas dokter duduk disebelah Kai .


"apa 1 Minggu!"ucap Kai sedikit meninggi kan suaranya.


Ia tak habis pikir kenapa hal sepenting ini Jihan sembunyikan dari kedua orang tuanya dan bahkan diri nya juga ikut dibohongi.


"pantesan akhir-akhir ini Jihan menggunakan make up tebal padahal biasanya natural" pungkas Kai karena belakang ini Jihan pakai make up tebal,dan sering meminum obat yang ia tak tau itu obat apa.


Sebab Jihan bilang itu obat hanya vitamin yang biasa ia minum.


Beberapa saat kemudian Zidan dan Ami tiba dirumah sakit dengan raut wajah cemas.


"assalamualaikum"


"wa'alaikum salam"


"bagaimana keadaan Jihan dok?"


"Jihan harus dikemo terapi sebab sel kanker nya semakin meluas"


"apa, tidak ....." Ami pingsan Zidan menangkap tubuh Ami .


"Bu bangun Bu" panggil Zidan sembari menahan air mata nya supaya tidak jatuh.


Zidan menepuk-nepuk pipi Ami supaya terbangun, hingga Ami mulai membuka matanya perlahan.


"Jihan" panggil nya dengan suara lirih.


Zidan bingung mengekspresikan diri nya disatu sisi ia tersenyum senang karena Ami sudah bangun tapi disisi lain ia sedih karena Jihan harus melawa penyakit yang tak bisa diremehkan.


"syukurlah ibu sudah bangun, Jihan didalam Bu"


Zidan membantu istri nya terbangun dan bersandar di dada nya.


Ami menangis , Zidan mengusap kepala Ami dengan lembut mencoba tegar dan menguatkan istrinya.


Walaupun ia juga rapuh dengan keadaan Jihan anak satu-satunya, Jihan adalah harapan Ami dan Zidan.


"paman bibi aku yakin Jihan pasti kuat " Kai mencoba menahan tangis namun kala Yuni menghampiri mereka Kai tak mampu menahan tangisnya lagi.


Kai memeluk ibunya diiringi isakan lirih karena ia sudah tak sanggup menahan semuanya.


"hei Kai kamu ini anak cowo masa nangis udah jangan nangis, mama yakin Jihan pasti sembuh" Yuni mengusap punggung anaknya.


"saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan Jihan, tolong kalian juga berdoa untuk kesembuhan Jihan." titah dokter dengan jelas.


"permisi pak Zidan ini harus ditanda tangani oleh bapak karena pasien harus kemo terapi" ucap suster lalu menyerahkan satu map kepada Zidan.

__ADS_1


Zidan menerima lalu membaca dan menandatangani.


"mohon pembayaran nya segera dilunasi pak permisi"suster pergi setelah menerima map itu kembali..


Zidan beranjak dari tempat duduk lalu melangkah menuju administrasi untuk melunasi tagihan rumah sakit.


Setelah berpelukan dengan Kai ,Yuni memeluk Ami untuk saat ini Ami dan keluarga sangat butuh sport dan doa.


"Jihan sudah sadar silahkan untuk yang mau menjenguk tapi 1 orang berganti"


Ami masuk kedalam dengan langkah berat , mendapati Jihan yang sudah tersadar dan tersenyum ketika mendapati Ami datang.


Jihan tersenyum manis tapi ia tak bisa menutupi rasa sakit ditubuhnya.


Jujur tubuh Jihan sangat lemas seperti tak ada tenaga , wajah nya pusat .


"ibu"panggil Jihan dengan lirih.


"iya Jihan ibu disini cepat sembuh ya sayang,ibu yakin kamu pasti bisa lewati ini semua"


Ami membawa tangan Jihan kedekapan nya sembari menciumi tangan Jihan.


senyuman manis terukir di bibir pucatnya .


"kenapa kamu tidak bilang dari kemarin, kalau bilang kamu gak sampai separah ini . kamu bisa kemo terapi dari kemarin sayang"


Jihan tersenyum"maafin Jihan Bu, karena kemarin Jihan hanya mengira jika minum obat sudah cukup untuk mengobati kanker darah. Dan aku gak mau liat ibu serta yang lainnya sedih"


"lain kali kalau ada apa-apa bilang sayang, kita pasti bisa hadapi ini semua"


Keduanya tersenyum saling menguatkan,Ami pamit karena Kai sedari tadi ingin menjenguk Jihan.


Seusai Ami keluar Kai masuk ,Jihan tersenyum dibalas senyum oleh Kai.


"jangan sedih gitu napa Kai,gue gak papa "ucap Jihan ketika melihat raut wajah Kai sedih.


"jangan bohong,Lo pasti sakit banget kan. Gue yakin Lo pasti bisa lawan penyakit Lo dan nanti pukul 7 malam Lo kemo terapi"


"ada jarum suntik nya?"


Kai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"tidak......"


**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya πŸ™‚.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku πŸ™‚.

__ADS_1


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


SemangatπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ**


__ADS_2