JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 16


__ADS_3

Tatapan mata Jihan membuat jantung nya semakin berdegup kencang, bibirnya bergetar ia tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun.


Seakan-akan bibir Kai terbungkam oleh tatapan mata Jihan yang indah dan menenangkan.


Mereka tersadar Jihan langsung bangkit dari jongkok, sedangkan Kai tersenyum kikuk . Perilaku nya juga mendadak aneh , Jihan meminta maaf karena ia tak sengaja membuat telinga Kai berdenyut.


Kai bukan nya menjawab malah semakin senyum sendiri dan pipinya merona, aneh tapi nyata seorang lelaki pipinya merona karena wanita.


"Kai"Lo kenapa?"


Segera tersadar dari lamunannya menjawab dengan gugup.


"gu... gue gak papa, iya gue gak papa Lo tenang aja" diiringi senyum tipis padahal hati dan otaknya lagi tidak sejalan.


Baru juga tersadar Kai melamun lagi, Jihan jadi heran kenapa akhir-akhir ini Kai sering melamun padahal biasanya usil banget.


"owh jadi tadi cuma pura-pura sakit telinga nya"sindiran Jihan langsung menyadarkan Kai kembali, ia membalas dengan senyum kikuk karena ia ketauan.


"maaf habisnya gue kaget Lo teriak tadi jadi gue kerjain lo" dengan senyum tipis.


"iya gue juga minta maaf buat Lo kaget ,tapi akhir-akhir ini Lo sering ngelamun. Lo ngelamunnin apa?"


"gu....gu...gue ngelamun Lo salah liat kali, gue gak ngelamun gue ceria ni" menunjukkan aegyo imutnya.


"Lo masih waras kan,suhu badan Lo normal tapi kenapa Lo jadi aneh gini" memeriksa kening Kai dengan menurut Kai hanya diam , sedangkan Jihan membolak-balik kan tubuhnya kekanan ke kiri.


"gue masih normal"


Jihan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu mengajak Kai ke kelas karena akan segera dimulai.


Mereka berdua berjalan berdampingan dengan Kai melirik Jihan yang hari terlihat ceria.


Tak terasa bibirnya tersenyum manis melihat wajah Jihan yang begitu imut dan cantik sehingga ia tak sadar ada dosen didepan nya.


Bruk


Dua orang lelaki bertabrakan tak lupa dengan buku-buku yang berjatuhan menimpa kedua lelaki itu.


"aduh kamu gak liat apa saya bawa buku banyak begini main tabrak aja"ujar seorang lelaki sembari duduk .


"pak kasian temen saya ketindih bapak" ucap Jihan yang mendapati pantat Kai tertindih bokong pak Harto.


"oh ,apa!" pak Harto berdiri ya memang tubuhnya gemuk dan menimpa tubuh Kai yang mungkin jika dibandingkan hanya seperempat nya saja.


Pak Harto berdiri dengan susah payah Jihan mencoba membantu namun sangat lah berat.


Mencoba dan terus mencoba akhirnya pak Harto berdiri, sekarang Kai sedang beranjak dari tersungkur .


Kai memegangi pantat dengan tangan nya , sangat terasa nyeri.

__ADS_1


"Kai Lo gak papa?"


"Lo liat sendiri sakit banget kaya ketimpa monster tau" jawabnya sembari meringis kesakitan.


"apa kamu ngatain saya monster, saya ganteng begini dikatain monster mau kamu saya skor 1 bulan biar gak jadi wisuda"


Jihan menepuk jidatnya"kenapa mulut Lo lepas banget sih"bisiknya ditelinga Kai .


Kai melotot melihat orang didepan nya ,"Pak Harto gawat walau kadang bercanda tapi tar kalau bener gimana" batinnya was-was.


"maaf pak maksudnya gak gitu,kan bapak ganteng jangan marah-marah nanti Bu Linda gak mau lagi sama bapak karena bapak itu galak"


"kamu ngancem saya..."


"pak Bu Linda datang" ucap Jihan mendapati Bu Linda mulai mendekat.


pak Harto merapikan baju dan rambut nya.


"mari Bu"kedua nya kompak tersenyum berbarengan, sedangkan pak Harto senyum-senyum sendiri.


"mari,pak Harto gak ngajar?" ujar Linda dengan senyum manis.


Pak Harto sampai tak berkedip ia mematung dan tak lupa dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.


Bu Linda mengibas-ngibaskan tangan didepan wajah pak Harto yang masih mematung.


"apa bapak tidak papa?" tanya Linda kepada pak Harto,namun pak Harto hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan matanya masih tetap memandang wajah Bu Linda yang cantik,manis,imut walau usianya sudah menginjak 30 tahun masih seperti orang berusia 20 tahun.


"bapak gak ngajar semua mahasiswa sudah menunggu pak"


"saya ngajar, apa jam berapa sekarang saya harus buru-buru permisi Bu Linda" merapikan bukunya yang terjatuh lalu berlari menuju kelas.


"lalu kalian berdua kenapa masih disini ayo masuk"


Kai dan Jihan menurut mereka masuk ke dalam kelas musik.


"baik saat wisuda kalian akan menampilkan sebuah pertunjukan bernyanyi untuk mewakili kelas musik"


"saya akan memilih 2 orang cewe cowo untuk menjadi mewakili pembukaan .


sedangkan yang lain kalian persiapan kan lagu perpisahan untuk akhir acara semua mengerti"


."mengerti bu"sahut seisi kelas.


"Kai dan Jihan menjadi wakil untuk lagu duet , terserah pilih jendre dan lagu apa tema bebas"


Keduanya menyanggupi permintaan Bu Linda.


Pelajaran musik terus berjalan hingga tak sadar waktu sudah selesai dan sekarang mereka berdua keluar dari kelas menuju ruang musik untuk mulai berlatih bersama Bu Linda.

__ADS_1


Jihan dan Kai mengekori Bu Linda dari belakang, terlihat seperti seusia.


Tiba didepan pintu masuk Bu Linda mendorong pintu lalu masuk ke dalam ruangan.


Didalam ruang musik terdapat berbagai alat musik dari gitar,piano, biola,drum, harmonika,serta alat-alat musik lainnya.


Mereka berdua duduk berhadapan dengan Bu Linda.


Kai melihat ke sekeliling alat musik apa yang akan ia gunakan nanti.


"Kai apa kamu sudah menemukan alat musik apa yang akan kamu gunakan?"


"sudah Bu saya memilih piano" jawabnya singkat.


"pilih lah lagunya"


Berfikir sejenak lalu keduanya kompak menunjukan judul lagu yang akan dinyanyikan.


"pesan dari hati"


"apa kalian yakin"


keduanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Bu Linda.


Jihan membaca lirik lagu dengan saksama begitu pun dengan Kai memahami nada dengan saksama agar lirik dan aransemen musik nya terpadu dengan sempurna.


Suasana hening hanya ada suara piano yang sesekali berbunyi berhenti.


4 Jam kemudian.


Bu Linda mendatangi Jihan dan Kai yang masih berlatih nyanyi, padahal sebenarnya sudah bagus tapi keduanya kompak ingin mengulang hingga sempurna.


"sudah kalian pulang jangan terlalu diforsir kan kalian juga mengerjakan skripsi akhir kan"


"iya Bu , sekali lagi ya"


Jari- jemari Kai menari diatas kibord piano menghasilkan suara nada musik yang sempurna, Jihan memahami setiap not lagu .


Sehingga saat ia bernyanyi , suara lembut ,menenangkan hati keluar dari mulut Jihan.


Suara yang menyebabkan orang yang mendengar memejamkan mata karena begitu merdu dan lembut.


Kai juga ikut menyumbang kan suaranya , karena mereka akan berduet.


Suara Kai juga tak kalah lembut,merdu, menenangkan,halus.


Bu Linda saja sampai memejamkan matanya saat suara mereka berdua bersatu.


**Jangan lupa, vote,komen,tambah favorit ya.

__ADS_1


Maaf baru up.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir, semoga dilancarkan dalam segala urusan baik**.


__ADS_2