JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 43


__ADS_3

Ami , Zidan,dan Kai mengikuti dokter serta suster dari belakang.


Zidan membimbing langkah Ami yang sedari tadi menangis.


Sebenarnya Zidan juga tidak tega melihat kondisi Jihan saat ini , apa lagi ditambah dengan Ami yang terus menangis dan bersedih sejak Jihan jatuh sakit.


Kai dengan langkah berat ikut menuju ruang kemo terapi, hatinya benar-benar sakit melihat Jihan terbaring lemah diatas brangkar.


Bahkan senyuman manis yang selalu terukir di bibir Jihan kini seperti sirna dan digantikan dengan wajah pucat serta tubuh yang tak berdaya.


Ingin sekali Kai saja yang menggantikan posisi Jihan saat ini sebab ia tak kuat meratap wajah Jihan yang seperti mayat hidup .


Jihan juga selalu menahan sakit yang setiap saat terasa,dan ia harus menahan nya hingga bulir bening menetes membasahi pipinya.


Terlintas di pikiran Kai saat Jihan tersenyum manis dan ketawa bersamanya ,itu adalah saat terindah dalam hidup Kai.


Dan juga terlintas kala Jihan menahan rasa sakit hingga merintih kesakitan serta menangis.


Jika ditanya kondisi hatinya saat ini ia akan mengatakan sedang tidak baik-baik saja.


Tak terasa bulir bening mengalir dari kedua pelupuk mata Kai dengan cepat ia menghapus air mata nya supaya tidak ada orang yang melihatnya menangis.


Hingga mereka tengah sampai didepan ruang kemo terapi dokter membawa Jihan masuk ke dalam ruangan sedangkan Ami , Zidan beserta Kai menunggu di luar ruangan.


Dengan hati gelisah Kai mengusap kepala nya dengan kasar serta wajah Kai sudah berantakan seperti orang kacau.


"Kai duduk lah disamping paman" sembari menepuk kursi di samping nya.


Kai menengok ke arah suara tersebut lalu duduk disamping Zidan yang sedang menenangkan istrinya.


Ya Ami selalu dipeluk oleh Zidan setiap menghadapi musibah dalam hidup maupun sedang bahagia.


Kai melihat keromantisan orang tua Jihan ia jadi faham jika Jihan sangat disayangi oleh keduanya dan pasti orang yang akan mendapatkan Jihan nanti harus seperti Zidan sosok pria lemah lembut, bertanggung jawab, perhatian, penyayang.


Kurang lebih seperti itu , Zidan juga menyadarkanya jika kedua orang tuanya juga begitu sayang padanya apa lagi Yuni yang selalu cerewet menayakan hal-hal yang menurut nya kecil.


Padahal itu adalah bentuk tanda kasih sayang nya kepada Kai.


Tiba-tiba ponsel Kai berdering dengan segera ia menjauh dari Ami dan Zidan lalu menerima telepon dari Yuni mamanya.


__________


Ruang ICU.


"Dika " panggil nya lirih.


"hmmm ada apa" lalu memperlihatkan barisan gigi rapinya.


Sembari memainkan jari jemari tangannya dengan ragu .


"aku pengen liat Jihan boleh kah?"


Dika tersenyum mendapati pertanyaan Celsi lalu menghela nafas panjang.


Raut wajah Celsi sudah khawatir.

__ADS_1


"maaf permintaan kamu kali ini gak bisa aku kabulin soalnya kamu juga harus banyak istirahat serta gak boleh banyak gerak dan gak dibolehin keluar ruangan"


Celsi menangapi nya dengan bibir manyun.


"sebentar saja Dika aku mohon "dengan wajah memelas namun Dika tetap menggelengkan kepalanya.


"ya sudah kalau begitu"lalu bibirnya kembali manyun.


"jangan gitu ini juga untuk kebaikan kamu"diiringi senyum tipis.


_________


Ruang kemoterapi.


"Kai"panggil sosok perempuan menghampiri mereka bertiga.


"mama,Sifa kalian....."


ucap Kai terpotong karena setau dia belum mengenalkan sahabat nya yang bernama Sifa.


"ah iya Kai kenalin ini sepupunya Keyla, apa kalian sudah saling kenal?"


tanya Yuni sembari memandang raut wajah keduanya yang sama-sama terlihat terkejut.


"iya ma Sifa satu angkatan sama aku, Jihan juga"jawab nya lalu tersenyum manis.


Yuni menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis.


Yuni mendekati Ami yang masih duduk bersandar pada dada bidang Zidan.


Yuni langsung memeluk tubuh Ami dengan erat , meyakinkan Ami jika tidak akan ada apa-apa dan semua akan baik-baik saja.


Ami hanya diam seakan bibirnya kelu untuk mengucapkan kata,ia benar-benar hancur .


"Tante aku yakin Jihan akan baik-baik saja percayalah Tante" ucap Sifa ikut nimbrung.


"iya Ami lebih baik kita semua doakan yang terbaik untuk kesembuhan Jihan" kembali memeluk tubuh Ami.


Sifa menghampiri Kai yang sedang duduk sembari menenggelamkan wajahnya dengan kedua tangan.


"Kai" panggil Sifa sembari menyentuh pundak Kai .


Sang empu menengok kearah suara tersebut dengan wajah tanpa sendu.


Sifa tersenyum lalu mengengam tangan Kai.


"Lo pasti dingin ,gue cariin susu jahe ya didepan"ujarnya mau beranjak dari tempat duduk,namun tangan Kai berhasil menahan nya pergi.


"gak usah,gue gak mau ngerepotin Lo. lagian gue bisa beli sendiri nanti"kata Kai dengan suara datar.


Sifa menghela nafas panjang.


"gak ngerepotin gue udah biasa beli disebrang jalan itu"


"ya udah kalau Lo maksa, hati-hati dijalan"

__ADS_1


Sifa dengan segera beranjak dari tempatnya lalu melangkah menyusuri koridor rumah sakit hingga ia sampai di pinggir jalan.


Sifa menengok ke kanan ke kiri setelah dikira aman ,ia mulai melangkah memasuki jalan raya sembari melambaikan tangannya.


Dan akhirnya ia sampai di tempat yang dituju, senyum tipis terukir di bibir nya lalu melangkah memasuki warung kecil dipinggir jalan.


"assalamualaikum bibi"


"wa'alaikum salam eh ada nak Sifa apa kabar?"


"Alhamdulillah baik bibi, kalau bibi sendiri bagaimana sepertinya makin awet muda" pungkas Sifa dengan tawa kecil.


"alah kamu bisa saja mengoda bibi ini, saya ini sudah tua nak Sifa"


"mau pesan apa?"


"pesen 5 gelas susu jahe ya bi yang spesial ok"


ucap Sifa sedikit berbisik.


"ok silahkan tunggu disana"menunjukkan kursi para pelanggan.


"ah tidak aku ingin disini saja sambil bantuin bikin boleh kan bi"


"iya boleh saja kalau kamu tidak keberatan"


Setelah berkutat dengan beberapa bahan dan cara pembuatannya kini telah siap susu jahe buatan bi indah.


"ini uangnya bibi,aku pamit dulu ya. Bibi jaga kesehatan biar nanti aku mampir lagi assalamualaikum"


"iya kamu juga ya, wa'alaikum salam hati-hati dijalan nak Sifa"


Terlihat dari kejauhan Sifa mengacungkan jempol lalu melambaikan tangan sembari berjalan mundur.


Terus berjalan mundur.


"nak Sifa awas" teriakkan bi indah tak didengar oleh Sifa .


Dan tiba-tiba sudah ada suara klakson mobil serta lampu yang bersinar terang menghampiri tubuhnya.


Sifa menengok lalu tubuh nya terasa bergetar seperti tidak bisa berlari.


Dan saat sedikit lagi bagian depan mobil menyentuh tubuhnya tiba-tiba ada yang mendorong dirinya hingga terjatuh ke pinggir trotoar.


Sifa masih terduduk dan menundukkan kepalanya.


"aaaaaaaa!!!!!!!" teriak seseorang dari belakang.


Sifa mendongakkan kepalanya lalu melihat seorang lelaki tertabrak mobil sedang terguling di atas aspal.


**Jangan lupa vote, komen, tambah favorit ya 🙂


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪💪

__ADS_1


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍💜💜💜🤗**.


__ADS_2