
Tak terasa sinar mentari pagi ,telah korden jendela seorang lelaki yang masih setia memeluk bantal kesayangan nya.
Tok...Tok...Tok
"Kai bangun udah siang,mama tunggu dimeja makan ya" Yuni terdiam mencoba menguping apa ada aktivitas didalam kamar.
Yuni membuka pintu terlihat anaknya masih tertidur dengan lelap,padahal sudah menunjukan pukul 08:00.
Yuni menggoyang-goyangkan kaki Kai supaya terbangun ,namun ia hanya berbalik badan dan tak menghiraukan Yuni yang membangun kan nya dari tidur.
Yuni menarik bantal dari pelukan Kai tetap saja Kai masih tertidur ,Ia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Yuni langsung menarik selimut dari tubuh anaknya , terjadi saling tarik menarik hingga akhirnya Kai terbangun.
Ia memanyunkan bibirnya,Yuni tertawa melihat wajah Kai yang imut saat ngambek. "ma aku masih ngantuk, biarkan aku tidur sebentar lagi aku mohon"
"oh kmu gak mau ikut keacara "
"ikut acara apa ma,apa itu acara penting hingga aku harus ikut" ucap Kai dengan suara parau khas orang baru bangun dari tidur.
"acara syukuran dirumah Jihan,ikut nggak"
Berfikir sejenak mencoba mencerna ucapan mamanya.
Setelah lama ia baru tersadar jika dirumah Jihan ada acara syukuran dan Zidan meminta Kai untuk membantu persiapan acara.
Kai beranjak dari tempat tidur berlari dengan cepat kilat kekamar mandi , Sedangkan Yuni menggeleng kepalanya.
Ia keluar dari kamar Kai ,tiba diruang makan sudah ada Kevin dan Rangga yang sedari tadi menunggu kedatangan Yuni .
" Kai mana ma?"
"biasa pa kesiangan bangunannya,lagi mandi sekarang kita sarapan dulu aja"
"pagi semua" teriak Kai yang turun dari tangga dengan cepat kilat,tiba didepan mereka bertiga yang keheranan melihat tingkah laku Kai.
"apa ada yang salah kak?"
"Lo mandi cepat banget , jangan-jangan Lo gak mandi ya"ledek Kevin.
"enak aja yang jarang mandi kan kak Vin ,kaya kecoak klimis tapi gak mandi " ledek Kai sambil tertawa terbahak-bahak.
Kevin menjitak kepala Kai sehingga membuat adik laki-laki itu meringis sambil memegang kepala nya.
"sudah-sudah Kevin ,Kai ayo makan nanti kita telat kerumah Zidan" titah Rangga melerai perdebatan kecil mereka.
Kevin dan Kai menurut ,mereka kembali makan tak ada yang bersuara hanya ada suara sendok bertabrakan dengan piring.
__ADS_1
Dering handphone Kevin yang tiba-tiba berbunyi.
Kai menerima telepon menjauhkan diri dari meja makan.
"mau kemana kmu Kai?"
"aku mau intip orang pacaran ma,bentar" berlari menghampiri Kevin namun ia masih jaga jarak aman.
Saat Kevin berjalan kembali ke meja makan ia melihat ada seseorang dibalik pintu.
"ngapain Lo disitu nguping ya" sindir Kevin ,berlalu melewati Kai yang bersembunyi dibalik pintu.
Setelah dikira aman Kai keluar dari persembunyian ,yang membuat dirinya bertemu dengan kecoak hewan paling mengerikan menurut kai.
Dengan santai ia melenggang kembali bergabung dengan keluarganya.
"ngapain Lo nguping tadi"
"emmm gu..gue nguping jangan sembarang kak Vin ,gue tadi dari dapur ,iya dapur gue dari dapur"
"*gawat ni serigala 🐺 betina mau ngamuk ,mampus deh gue" gerutunya dalam hati sembari menepuk jidatnya.
"Lo sih ngapain berurusan dengan serigala betina*"
"kenapa kmu Kai pusing kepala nya?"
"gak kok ma cuma lagi mikir ,aku duluan kerumah Jihan ya pa,ma,kak" mencium punggung tangan Yuni dan Rangga,berlari masuk mobil warna hitam yang terparkir di depan rumah.
"maaf bibi paman aku terlambat" mencium punggung tangan Ami dan Zidan.
Lalu menghampiri Jihan yang sudah terlihat segar. Dika dan Celsi sudah berada disana , seperti biasa Kai dan Dika bertos.
"Kai Lo gak bawa kado buat gue?"tanya Jihan yang melihat Kai datang dengan tangan kosong.
"ada di mobil bentar gue ambil dulu" berlari menghampiri mobilnya,membuka bagasi tangan mungil Kai meraih sebuah kotak.
Dengan senyum manis Kai memberikan hadiah tersebut pada Jihan yang menerima dengan senang hati.
Acara dimulai,awal pembukaan dilanjut dengan doa bersama.
Pukul 13:00 para tamu dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang disajikan.
Kai membawa Jihan menjauh dari Dika dan Celsi , hingga tiba ditanam belakang yang menenangkan hati dan mata kala melihat pemandangan yang indah.
Terdapat kolam ikan , bunga, rumput halus serta beberapa spesies bunga mawar.
Jihan mengajak Kai berfoto-foto ria dengan berbagai gaya.
"Jihan Kai kesini"panggil Ami dari balkon lantai 2, keduanya langsung masuk dan bergabung bersama tamu yang hadir.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun putri ayah" mencium pucuk kepala Jihan dengan lembut.
Begitupun Ami ia mencium kening Jihan berkali-kali,Jihan tersenyum manis lalu memeluk kedua orang tuanya dengan erat.
"Kai kmu disini dulu ya mama sama papa duluan ada urusan,Ami , Zidan kami pulang dulu ya. Jaga kesehatan assalamualaikum" mereka berdua pulang bersama Kevin .
"bibi paman aku pulang dulu ya"mencium punggung tangan Ami dan Zidan.
"hei baged mau pulang bareng nggak?" kata Kevin sembari berjalan didepan Kai .
"enak aja gue bukan baged( bayi gede),gue bisa pulang sendiri"
"Kevin kok ngobrol disini ayo papa udah nungguin dimobil, kmu nanti pulang nya hati-hati ya kai. Mari semua" Yuni tersenyum manis lalu mengandeng Kevin ke mobil.
"ada apa dengan kepala ku kenapa terasa sakit sekali" batin Ami
"Bu kmu kenapa kok wajahmu pucat?" tanya Zidan.
"iya Bu ,ibu kenapa"
"gak cuma sedikit pusing aja,nanti juga sembuh tenang aja"tersenyum tipis lalu pandangan mata nya terasa menggabur .
Tiba-tiba tubuh Ami tumbang ke dada bidang Zidan ,yang segera menangkap tubuh istrinya.
Jihan berteriak mendapati Ami tak sadar kan diri,Zidan dan Jihan mencoba membangun kan Ami namun tak kunjung terbangun.
Zidan membopong tubuh Ami kedalam mobil bersama Jihan dan Kai mengemudikan mobil ,menancap pedal gas dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"ibu bangun hiks...hiks...hiks ibu...."tangis Jihan sembari mamangku kepala Ami dikursi belakang.
"jangan nangis anak ayah kan kuat"titah Zidan walau dirinya juga takut akan terjadi apa-apa dengan istrinya.
"hiks...hiks ..hiks" Jihan terus menangis dan menghapus air matanya dengan kasar.
Tiba dirumah sakit Kai memanggil suster lalu suster datang membawa brangkar, perlahan Zidan menidurkan Ami diatas brangkar tersebut.
"maaf semuanya tunggu disini,biar saya dan dokter yang menangani pasien" ucap seorang suster sembari menutup pintu ruang IGD.
Jihan terus menangis dipelukan Zidan ,sebab ia sangat takut kehilangan ibu yang paling dia sayang.
Dokter keluar disambut oleh Jihan,Kai ,Zidan menghampiri dokter Citra.
"gimana kondisi istri saya dok"
"bapak saya harus mengatakan kabar ini,jika...."
**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit.
Semoga sehat selalu 💜
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya🙂**