
"gawat"gumam Jihan lalu berlari ke kamar mandi sedang kan Ami masih berdiri di ambang pintu sembari menggelengkan kepalanya.
"Bu ngapain kamu disini?"
"eh ayah ngagetin aja, itu yah Jihan kesiangan padahal hari ini dia mau anter Kai kebandara"
"emang jam berapa Kai berangkat"
"jam 10 sekarang sudah jam 9 lima belas menit"
Akhirnya Zidan menggajak Ami turun kebawah.
Baru saja Ami dan Zidan membuka pintu, Jihan dengan terburu-buru mencium punggung tangan kedua orang tuanya lalu berlari keluar menuju mobil sport kesayangan nya.
Ami dan Zidan hanya terdiam melihat betapa cepatnya langkah Jihan .
"yah ini gak mimpi kan?"
"ayah juga gak tau ini mimpi apa bukan yang jelas ,barusan yang lewat mirip vampir yang melesat ya Bu"
"iya, eh enak aja ayah itu anak kita tau "
"hehe kan ayah bilang cuma kayaknya, udah ayah mau berangkat ke kantor dulu jaga diri baik-baik dirumah ya" mencium kening Ami dengan mesra ,Ami mencium punggung tangan suaminya dengan lembut dan keduanya sama-sama tersenyum kala mata mereka beradu.
"hati-hati ayah , nyetir nya jangan ngebut terus patuhi rambu-rambu lalu lintas ok"
Zidan menganggukkan kepala lalu masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin.
Ami masih setia berdiri di depan pintu sembari memandangi mobil suaminya yang mulai meninggalkan pekarangan rumah.
_____________
Bandara
"Kai kok kaya bingung gitu,ada apa?"tanya Ami yang melihat Kai menengok ke kanan,kiri bahkan menyelidiki seluruh sudut ruangan.
"iya Kai ada yang kurang kah?"sahut Sifa .
Kai hanya mengangguk kan kepala tanpa melihat wajah Sifa dan Yuni yang ada didepannya.
Lalu terlihat dari kejauhan seorang wanita sedang berlari ke arah nya,tak terasa senyum tipis terukir di bibir Kai.
Yuni yang melihat Kai tersenyum ia mengerutkan keningnya,lalu mengikuti arah mata Kai dan tertuju pada Jihan.
"pantas saja ini anak gelisah ternyata lagi nungguin sang pujaan hati nya "batin Yuni sembari tersenyum tipis.
Sifa yang heran melihat ekspresi wajah anak dan ibu yang tersenyum ia pun mengikuti arah pandangan mata mereka.
__ADS_1
Jihan berlari sembari tersenyum manis walau sedikit ngos-ngosan tapi ia masih mampu untuk tersenyum.
Akhirnya tiba didepan mereka bertiga ,Jihan langsung menghampiri Kai lalu memeluknya erat.
Kai yang mendapat pelukan dadakan jadi tertegun sejenak, setelah sadar ia membalas pelukan Jihan dengan hangat.
Rupanya ada yang panas dengan pandangan itu ,raut wajah Sifa seperti orang tak suka bahkan mendekati orang yang sedang cemburu.
Yuni melihat ekspresi wajah Sifa pun keheranan ,serasa nya tadi Sifa tersenyum senang kala diberi izin mengantarkan Kai ke bandara tapi kenapa setelah Jihan datang raut wajah nya langsung berubah.
Hati Yuni bertanya-tanya seolah ingin mencari jawaban namun ini bukan saat yang tepat untuk menanyakan hal tersebut karena sebentar lagi Kai harus sudah masuk pesawat.
"jaga diri baik-baik disini, soalnya gue masih lama diKorea" ujar Kai mengacak-acak rambut Jihan yang tergerai menutup hingga dadanya.
"tapi Lo juga jaga diri disana , kalau Lo nyantol sama cewe sana bilang ke gue ya ok" diiringi nyengir kuda.
"iya , oke-oke"jawab Kai masih setia mengacak-acak rambut Jihan sembari tersenyum lebar.
"gue gak bakal kecantol sama cewe Korea ,karena Lo adalah cinta pertama dan terakhir gue . Semoga kita jodoh ya Han" batin Kai masih tersenyum.
Jihan pun ikut tersenyum begitu juga dengan Yuni sedangkan Sifa tersenyum hambar , sangat terlihat jelas dari raut wajah Sifa jika ia tak suka.
"bentar lagi pesawat mau lepas landas,gue naik dulu ya bay"
"assalamualaikum semua" pamit Kai lalu menenteng tas ransel.
"wa'alaikum salam"jawab ketiganya dengan kompak.
Setelah Kai sudah tak terlihat lagi,Yuni mengajak Jihan dan Sifa untuk pulang.
Jihan pamit duluan karena ia membawa mobil sendiri lagi pula ia harus membeli beberapa barang ke supermarket.
Jihan menancap pedal gas berjalan dengan kecepatan sedang.
Tak berselang lama akhirnya ia datang ke supermarket favorit nya sedari dulu.
Ia mendorong pintu lalu mengambil keranjang belanjaan ,mulai berjalan menyusuri lorong-lorong .
Melihat setiap merek dan barang yang tertata rapi dirak.
Saat ini ia berada diarea buah-buahan . Jihan kangen dengan buah kelengkeng karena sudah lama ia tak bertemu dengan bush kelengkeng.
Setelah dirasa cukup ia berpindah kearea sayur-mayur.
Tak sengaja Jihan melihat dompet seorang wanita paruh baya yang terjatuh.
Jihan memanggil orang tersebut , betapa terkejutnya Jihan melihat wanita didepannya.
__ADS_1
"Tante" ujarnya terkejut.
"aa Jihan ya" katanya sambil tersenyum manis.
"gimana kabar kamu sekarang,apa sudah sembuh total "
"Alhamdulillah Tante aku udah sembuh ,Tante udah mau pulang?"
"iya bentar lagi ini mau kemeja kasir, Tante pamit dulu ya assalamualaikum"
"wa'alaikum salam" jawab Jihan lalu kembali memilih sayuran.
Akhirnya sudah cukup semua ia kemeja kasir membayar lalu keluar dari supermarket, namun manik mata nya menangkap tubuh seseorang yang tak asing.
"Tante masih disini?"
"iya ,dari tadi Tante cari taxi gak ada yang lewat diaplikasi juga gak ada yang nganggur" titah nya sembari menenteng 2 kantong plastik besar.
"aku antar pulang ya Tan dari pada nanti kelamaan ini juga mulai terik matahari nya"
Dian berfikir sejenak lalu menyaguhi ucapan Jihan. Mereka berjalan beriringan menuju mobil lalu masuk kedalam.
Perjalanan dimulai suasana sangat sepi tak ada yang membuka suara.
"Han kamu pulang kapan?"tanya Dian yang mulai membuka suara untuk menghilangkan rasa sepi.
"kemarin Tan,oh ya sekarang Dika kuliyah Tan"
"sekarang lagi cuti "
Tak berselang lama mereka tengah sampai di rumah Dian ,Jihan pun ikut mampir kedalam karena sudah lama ia tak berkunjung jadi tak enak untuk menolak.
Jihan duduk diruang tamu sambil menunggu Dian yang sedang kedapur untuk meletakkan belanjaan serta mengambil minuman.
"maaf lama ya"
"gak kok tan "nyengir kuda.
"permisi Bu ,mas Dika kumat lagi Bu"ujar bi indah yang datang dengan suara ngos-ngosan.
Dengan panik Dian berlari menaiki tangga sedangkan Jihan masih tak mengerti apa yang sudah terjadi .
"bi tunggu, emang nya Dika kenapa?" tanya Jihan dengan penasaran.
"udah beberapa bulan yang lalu sejak Mbak Celsi meninggal mas Dika jadi depresi mbak" jawab bi indah apa adanya.
Jihan yang mendengar itu tak menyangka dan menutup mulutnya, lalu menyusul kekamar Dika bersama bi indah yang juga ikut berlari.
__ADS_1
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂
Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍💜💜💜🤗🤗🤭