
2 bulan berlalu begitu cepat ,dan hari ini adalah hari kepulangan Jihan ke Indonesia setelah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.
Bibir Jihan selalu terukir senyum manis yang tak pernah luntur sedari tadi.
Sebenarnya sudah dari sore tadi Jihan keluar dari rumah sakit , Namun Zidan mengusulkan jika menginap 1 malam lagi dihotel dan semua setuju.
Jihan berdiri di depan jendela kaca kamar hotelnya yang berada dilantai 15 . Terlihat pemandangan lampu kota saat malam yang begitu indah sehingga Jihan enggan beranjak dari kaca jendela.
Senyum tipis terukir di bibir dan tiba-tiba ia teringat dengan Dika .
Sudah lama tidak mendengar kabar dari Dika dan dia juga tak pernah menghubungi dirinya.
"Jihan"panggil Ami lalu mengusap pundak Jihan dengan lembut sang empu menengok ke arah Ami.
"disana ada Kai, dia jauh-jauh dari Korea Selatan cuma mau jemput kamu"
"oh iya Bu ,ayo kita kesana" ajak Jihan lalu berjalan berdampingan dengan Ami.
"Hay Kai"
"Hay juga Jihan, gimana kondisi Lo sekarang udah sehat kan, atau ada yang masih sakit bilang ke gue" dengan bertubi-tubi Kai bertanya.
Namun Jihan hanya tersenyum simpul karena sudah hafal dengan tingkah laku Kai yang seperti seorang ibu-ibu.
"iya gue baik-baik aja, Lo gak usah khawatir" lalu Jihan tersenyum manis.
"oke" menyimpulkan senyuman manis.
"sampai lupa ,kita belum makan malam" titah Ami yang menyadari mereka belum makan.
"ayo kita kebawah " ajak Zidan dengan senyuman manis.
Ketiganya kompak menganggukkan kepala lalu mengikuti Zidan yang keluar duluan.
Setelah tiba , mereka menunggu hingga pesanan makan malam tiba dimeja makan.
Mereka sangat bahagia akhirnya bisa makan bersama seperti dulu, dan Kai juga sangat bahagia karena sudah hampir 1 bulan ia tak bertemu dengan Jihan.
Karena Kai disibukkan dengan kegiatan kuliah nya di Korea Selatan yang hampir tak ada waktu untuk berlibur walau 1 hari.
"Alhamdulillah paman senang dan bahagia kita bisa kumpul seperti ini lagi. Terima kasih ya Kai kamu jauh-jauh nyusul kami kesini padahal kamu pasti banyak tugas kuliyah"
"iya paman tapi bulan ini jadwalnya gak sesibuk bulan lalu makanya Kai bisa kesini" jawab Kai dengan senyuman manis.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang , mereka langsung memulai makan malam.
Terus berjalan hingga mereka merasa kenyang.
"ayah boleh gak aku jalan-jalan disekitar sini?"
"tentu saja boleh tapi harus ada yang nemenin kamu"
"Ayo gan sama gue kebetulan disini ada taman yang asri banget" ucap Kai lalu beranjak dari tempat duduk dan mengandeng tangan Jihan.
Keduanya mulai melangkah meninggalkan Zidan dan Ami yang masih duduk .
Ami memandangi punggung mereka yang mulai menghilang dan tak terlihat lagi.
""Bu ayo keatas lagi " bergandengan tangan dengan wajah yang berseri .
__ADS_1
_________
Kai dan Jihan sudah tiba ditaman yang terdapat banyak bunga bermekaran dan mengeluarkan aroma harum .
Tercium jelas ketika menghirup udara malam walaupun dingin tapi dengan adanya harum bunga yang menenangkan.
Setelah lama berjalan hingga mereka menemukan kursi didekat banyak bunga mawar pink.
Terlihat Jihan sangat menikmati pemandangan yang sudah lama tak ia rasakan.
"Han"
panggil Kai ,Jihan melirik sekilas dan kembali memejamkan matanya.
"huh....." menghela nafas dengan mata masih terpejam.
"Kai "
"Hem"
"makasih ya Lo selalu ada disisi gue, gue beruntung punya sahabat kaya Lo" tersenyum tipis .
"iya selagi gue masih bernyawa gue janji bakal ada disisi Lo"
Jihan menengok ke arah Kai dan tersenyum manis.
Jihan menyandarkan kepalanya ke bahu Kai.
"Kai dingin" gumam Jihan sebab ia tak mengenakan jaket.
Kai melepaskan jaketnya lalu memakai kan ketubuh Jihan.
"gue gak papa kok ,oh ya ini udah malam kita balik aja"
Kai berjalan berdampingan , ia juga merangkul tubuh Jihan.
Kalau dilihat mereka seperti pasangan couple yang sangat cocok.
Keesokan harinya.
Mereka tengah bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia.
Rencananya mereka akan berangkat pukul 10 pagi dan sekarang tinggal 1 jam lagi.
Seusai semuanya segera menuju bandara.
_________
"Dika"
Dika hanya menengok sekilas kearah mamanya lalu kembali menatap kosong kearah jendela kamarnya.
Dian datang membawa nampan berisi sarapan pagi untuk Dika karena dari tadi ia tak mau turun keruang makan.
"makan dulu ya, nanti kamu sakit" mengangkat mangkuk berisi bubur ayam favorit Dika.
"ayo buka mulutnya ,mama suapin"menyodorkan satu sendok makan , namun Dika masih enggan membuka bibirnya dan tatapan matanya masih kosong.
"ayo lah Dika ,mama gak mau kamu sakit karena telat makan" kembali menyodorkan bubur ayam.
__ADS_1
Dika memandang manik mata Dian , tatapan Dian terlihat tulus , menenangkan namun ada kecemasan dalam mata Dian.
Dika membuka mulutnya lalu menerima satu suap bubur yang terasa hambar menurut Dika.
Padahal kalau Dika sedang sehat ia akan ketagihan makan bubur ayam buatannya.
"pasti hambar " ujar Dian menyadari ekspresi wajah Dika yang nampak masam.
Dika menganggukkan kepala , sedangkan Dian menghela nafas panjang karena harus bagaimana lagi ia memasak makanan untuk Dika agar rasanya tidak hambar.
"ayo makan lagi"
Dengan segera Dika menggelengkan kepala.
"Dika......"
"gak ma aku udah kenyang"
"sekali lagi ya"
Dika menggelengkan kepalanya.
"mama buatin sandwich ya"
"boleh"
_____
Akhirnya mereka sampai di bandara Indonesia dengan selamat.
Dan disana sudah ada Yuni yang menjemput Kai di bandara.
Kai langsung memeluk tubuh Yuni dengan erat menyalurkan rasa rindu yang teramat dalam.
"akhirnya mama bisa ketemu kamu juga"Yuni menangis haru karena baru kali ini ia jarang bertemu dengan Kai.
"Kai juga sangat,sangat rindu mama" memeluk dan mengusap punggung Yuni dengan lembut.
Ami,Zidan dan Jihan yang melihat itu hanya bisa tersenyum bahagia melihat adegan itu.
Karena mereka sangat faham akan sifat Kai dan Yuni . Apalagi Kai sangat manja jika ada mamanya , mungkin karena dia anak terakhir .
"udah belum ni kangen-kangenan kita sampai jadi nyamuk ni" ujar Ami .
"iya masa kita dicuekin" sahut Zidan.
Yuni dan Kai hanya saling tersenyum karena menyadari akan yang terjadi tadi.
Yuni juga langsung memeluk tubuh Jihan dengan erat ,ia juga rindu dengan teman anaknya yang sudah ia anggap anak sendiri.
"dah kebiasaan si mama kalau udah ketemu Jihan anaknya dilupain" sindir Kai sambil memanyunkan bibirnya.
Mereka yang ada disana hanya terkekeh melihat wajah Kai yang imut bukan menjadi seram karena ngambek.
Yuni mencubit pipi Kai hingga sang empu nyengir kuda yang membuat wajahnya begitu imut Jihan menjadi gemas melihat nya. Tak berapa lama Jihan mencubit perut Kai karena Kai mulai menjahilinya.
**Jangan lupa vote komen tambah favorit ya 🙂
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂
__ADS_1
Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪**