
Jam menunjukkan pukul 18:00 mereka berdua masih terlelap dalam tidur,Ami dan Zidan masuk keruangan Jihan .
Ami tersenyum melihat Jihan tidur begitu pulas sampai-sampai jam segini belum bangun, Kai juga kenapa tidur padahal ditugaskan untuk menjaga Jihan.
Ami meletakkan tasnya di atas nakas , tiba-tiba Kai terbangun dan meminta maaf karena ia tertidur.
Zidan dan Ami hanya tersenyum karena mereka sudah hafal dengan perilaku Kai saat kelelahan pasti tertidur , walaupun di toilet kalau mengantuk Kai tidur hingga berjam-jam.
"aku ngantuk bi maaf ya" ucapnya sembari mencoba membuka matanya yang masih mengantuk sebab semalam ia tak bisa tidur mencemaskan keadaan Jihan.
"Kai kalau kmu capek , pulang sayang biar bibi sama paman yang jagain Jihan" tutur Ami dengan lembut lalu mengusap kepala Kai dengan lembut.
"Kai nggak capek bi ,Kai senang bisa bantu bibi dan paman menjaga Jihan saat kalian bekerja"
"Kai kamu anak baik,tapi sebaik-baiknya orang kamu harus pikirkan kondisi badan kamu "
kata Zidan menepuk pundak Kai.
Kai tersenyum manis lalu meminta agar dirinya tetap dibolehkan untuk menemani Jihan, sampai Jihan sembuh seperti sedia kala.
Zidan tersenyum lalu mengusap kepala Kai dengan lembut.
"Ibu.. Ayah...Kai kalian sedang apa kenapa berpelukan seperti itu"
Suara gadis itu mengejutkan ketiganya ,lalu melepaskan pelukan .
Ami menghampiri putrinya yang baru saja terbangun dari tidur.
"gak papa sayang ayah sama ibu berterima kasih karena dari dulu hingga sekarang Kai selalu menjaga kamu "
Jihan tersenyum manis mengedarkan pandangan ke arah Kai yang setia tersenyum manis untuk nya.
Jihan merentangkan kedua tangannya mengajak Kai agar memeluk dirinya, Kai beranjak dari tempat duduk menghampiri Jihan dan langsung berpelukan diiringi senyum tipis dibibir mereka.
"ooo rindunya sama Kai doang sama ayah gak rindu" ucap Zidan berdiri di samping ranjang putri tunggal nya.
Akhirnya mereka berpelukan dengan erat, walau Kai bukan anak mereka Kai tetap disayang oleh Ami dan Zidan.
Keesokan harinya jam menunjukkan pukul 08:00, Zidan,Ami ,Kai berada diruang rawat inap.
Karena sekarang hari Minggu mereka libur kerja, sekaligus mencari tau apa Jihan sudah diperbolehkan pulang, sebab dari semalam Jihan merengek ingin pulang tak mau dirumah sakit lama-lama.
__ADS_1
Dokter datang dan menyatakan bahwa Jihan sudah diperbolehkan pulang tapi harus kontrol 1 Minggu 2 kali yaitu hari Senin dan Kamis.
Jihan senang bukan main,Ami dibantu Kai membereskan barang bawaan mereka sedangkan Zidan mengurus administrasi rumah sakit.
ceklek....
Suara pintu dibuka terlihat diambang pintu ada dua orang satu laki-laki dan satu perempuan seusia dengan dirinya.
Senyum lebar Jihan perlihatkan kala Dika berada di samping nya.
Jihan memeluk Celsi yang sudah merentangkan kedua tangannya mengajak Jihan berpelukan.
Mereka berdua tersenyum bahagia karena bisa bertemu lagi ,walau wajah Celsi terlihat sedikit pucat dan makeup tebal .
Jihan bertanya-tanya seingat dirinya Celsi tidak suka makeup tebal, Celsi makeup natural seperti dirinya mengapa sekarang berbeda.
Jihan ragu untuk bertanya dan ia putuskan untuk mengurungkan pertanyaan tersebut ,lalu menganggap jika Celsi butuh sesuatu yang baru.
Selesai berkemas mereka menaiki mobil berwarna hitam milik Zidan serta supir pribadinya.
Karena mobil tidak muat Celsi dan Dika mengikuti dari belakang menggunakan mobil sport kesayangan Kai ,sebab Kai ikut dalam mobil keluarga Zidan.
Kebetulan Dika dan Celsi kerumah sakit mengendarai taxi ,mobil Dika sedang diperbaiki dibengkel.
Dika memberanikan diri membuka pembicaraan dengan bertanya besok apa Celsi tidak sibuk.
"besok gak sibuk kalau sore kalau pagi gue ada kelas"
"jalan yuk besok gue ajak Lo ketempat paling indah jam 15:00"
"boleh" jawab singkat namun membuat jantung Dika tidak karuan , karena terus berdegup kencang keringat dingin mengucur di dahinya.
Celsi mengambil tissue lalu mengusap keringat Dika, bukannya makin kering lama-lama makin banyak keringat yang muncul.
Dika tak sadar memandang wajah cantik Celsi, hingga tak sadar hampir menabrak penjual sayur kompleks yang sedang menyebrang.
Dika rem mendadak ,untung saja semua selamat dan tidak ada yang dirugikan ,Dika meminta maaf karena hampir menabrak penjual sayur.
"Dik Lo serius kalau nyetir,untung kita nggak papa sama abang sayur gak ada yang luka , kalau sampai siabang itu ketabrak"
"iya maaf habisnya ,kamu cantiknya kelewat" gumam Dika .
__ADS_1
"bisa diulang ngomong apa Lo"
"gak papa jalan lagi ya" lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Namun jantung Dika masih berdegup kencang, sampai ia tak berani untuk menatap mata indah Celsi, karena itu bisa membuat dirinya serangan jantung.
"kenapa Lo gak pegel liat jalan terus ,leher Lo kaku apa gimana sih "
"gak gu gue gak papa, cuma takut nanti nabrak orang lagi" ucap Dika gugup ,mencoba menarik nafas dan menstabilkan detak jantungnya.
"kenapa sih jantung gue gak mau damai , kalau gini terus gue bisa hipertensi"
"Dik udah kelewat rumah Jihan Lo jangan ngelamun, ngelamunnin apa sih" protes Celsi karena kejauhan dari rumah Jihan.
"ngelamunnin Lo"jawabnya lirih namun Celsi tak tau Dika bergumam apa.
Sampai didalam rumah mereka berdua sudah ditunggu oleh Zidan,Ami,Kai dan Jihan yang sedang duduk diruang tamu.
"kalian abis dari mana kok lama banget?" tanya Kai yang keheranan melihat Celsi dan Dika baru sampai.
"tu Dika nyasar sampai blok C padahal ini blok A bayanggin aja jauhnya dari sana kesini" ucap Celsi kesal .
"hahahaha kok bisa Lo ngapain si Dik sampai nyasar jauh banget"
ledek Kai sambil tertawa terbahak-bahak.
"gue terlalu fokus jadi kelewat "
Mereka makan siang bersama sebelum akhirnya Kai ,Dika dan Celsi pamit pulang karena sejak kemarin Kai tidak pulang sama sekali.
Kurang lebih ada 4 hari Kai tidak pulang , setelah semua pulang Jihan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh nya .
Beberapa menit perjalanan Kai sudah berdiri diambang pintu mendapatkan sambutan dari ibunya yang langsung menanyakan kondisi Jihan.
Dengan sabar Kai menjawab pertanyaan dari ibu satu persatu , sebenarnya dia sangat lelah dan ingin langsung tidur . Namun ia urungkan untuk menjawab pertanyaan ibu nya terlebih dulu.
Rasa kantuk Kai tak tertahan lagi ia menguap-uap , matanya juga sipit tetapi Yuni terus bertanya.
Suara Kai sudah tak sanggup untuk menjawab lalu ia tertidur disofa , tak sengaja ia mengabaikan ibunya yang masih ngomong.
Yuni menengok dan menyadari jika Kai tak menjawab pertanyaan dari dirinya.
__ADS_1
Yuni menggeleng kan kepala mendapati Kai sudah tertidur di samping dirinya.