
Sembari berjalan Celsi sesekali menengok kearah orang tuanya yang masih setia berdiri berdampingan dengan senyuman yang terus merekah dibibir keduanya.
Hingga mereka telah keluar dari ruangan tersebut.
________
Jari-jemari Celsi bergerak serta bibirnya yang seakan ingin mengeluarkan kata-kata namun masih belum kuat.
Dika yang menyadari jika Celsi sudah mulai merespon ia beranjak dari tempat duduk lalu melangkah keluar ruangan memanggil dokter.
Jihan dan Kai yang memang masih didepan ruangan tersebut melihat wajah Dika yang susah diartikan.
"apa yang terjadi Dik?" tanya Kai .
"Celsi mulai merespon" diiringi senyum tipis terukir di bibir nya.
Dokter memeriksa keadaan Celsi ,
Suster memeriksa pantauan monitor yang selalu memantau perkembangan kondisi pasien.
"terpantau stabil dok"
sembari mencatat dibuku catatan.
Dokter Raffi melirik ke arah monitor lalu memeriksa mata Celsi.
Seusai memeriksa keadaan Celsi Dokter Rafi keluar dari ruangan.
"kondisinya saat ini sudah stabil dan berhasil melewati masa kritisnya, bersabarlah menunggu dia sadar" pungkas dokter Raffi dengan senyum manis terukir di bibir nya.
"terima kasih dok" jawab Dika dengan rasa lega dan bahagia.
Oma Mira dan bi Eni menghampiri Kai, Jihan, Dika yang masih berada di depan ruangan IGD.
"assalamualaikum"
"wa'alaikum salam"jawab mereka bertiga dengan kompak.
"oma"panggil Jihan.
"Jihan kamu kenapa pakai kursi roda, apa yang terjadi?" tanya Oma khawatir karena sudah menganggap Jihan sebagai cucunya sendiri.
"aku hanya sakit sedikit Oma tenang saja Jihan ini kuat" jawab Jihan santai dan senyum manis namun itu semua tak bisa menutupi rasa sakit ,sedih , serta pikiran negatif yang selalu muncul di otak dan hati nya.
"bibir kamu bisa berbohong tapi tidak dengan hati kamu Oma tau kamu lagi sakit kan" Oma mensejajarkan tubuh nya dengan Jihan.
Lalu memeluk Jihan dengan erat , awal nya Oma masih bisa menahan tangisnya namun kali ini sudah tak tertahan.
Oma Mira menangis , demikian pula dengan Jihan ia sudah tak sanggup menahan embun bening dikedua pelupuk matanya.
Tiba-tiba mengalir begitu saja membasahi pipi Jihan.
__ADS_1
"Oma sedih kenapa kedua cucu Oma sakit bersamaan hiks ......"
"Oma harus kuat aku yakin Celsi pasti kuat sebaiknya kita berdoa yang terbaik untuk kesembuhan Celsi dan aku" jawab Jihan dengan suara gemetar .
Jihan menghapus air mata nya sendiri lalu mengusap air mata Oma Mira.
Keduanya tersenyum saling menguatkan.
"Kai yakin Allah pasti mendengar doa kita" sahut Kai yang berduduk disamping kursi roda Jihan.
Sedangkan Dika sudah masuk kedalam ruangan IGD,menanti Celsi tersadar.
Tiba-tiba rasa pusing menjalar di kepala Jihan ia berusaha menahan rasa sakit tersebut , supaya orang yang ada disekitar nya tidak panik .
Sesekali ia memegangi kepala yang terasa berdenyut namun kala ada yang menengok ke arah nya ia berpura-pura tidak ada apa-apa.
Rasa denyutan itu makin lama semakin terasa sehingga ia tak sanggup untuk menahan.
"aaaaaa sa..kit ......." rintih Jihan sembari memegangi kepala nya.
"Kepala Lo sakit lagi , keruangan Lo aja ya biar Lo bisa istirahat" Kai beranjak dari tempat duduk lalu berdiri di belakang kursi roda .
Kai ingin membuka kunci kursi roda ,Jihan sudah menahan tangan Kai supaya tak mengantarkan dirinya keruangan ,karena ia masih ingin menemani Celsi hingga ia tersadar.
"keadaan Lo kaya gini mending Lo istirahat aja ya gue gak mau sampai Lo kenapa-kenapa" ucap Kai dengan suara khawatir sedikit bergetar.
"istilah diruangan mu nanti kalau ada kabar Oma suruh bi Eni mengabari kamu ok Jihan . Dengarkan kata-kata Kai" ujar Oma Mira dengan suara lembut.
"aaaaaa sakit.......hiks...hiks...hiks" tak terasa bulir bening menetes dari pelupuk mata Jihan.
Namun tangan kanan Jihan masih setia menahan tangan Kai supaya tak membuka kunci kursi roda.
Kai melepaskan tangan Jihan karena ia harus membawa Jihan keruangan dan dokter harus memeriksa keadaan Jihan.
Pandangan mata Jihan terasa kabur serta rasa sakit yang tak kunjung reda.
Semakin lama rasa sakit itu semakin bertambah membuat Jihan tak kuat untuk mengucapkan sepatah kata.
"gue ma-sih mau di-si-ni jang-an ba-wa gue per-gi da-ri si-ni" ucap Jihan terbata-bata mengucapkan kata-kata tersebut.
Kai tak mendengar kan permintaan Jihan ia tetap membuka kunci kursi roda ,ia mulai mendorong kursi roda lagi-lagi Jihan menahan tangan Kai.
Tiba-tiba pandangan mata Jihan kabur serasa gelap tak berwarna.
Dan kepala nya terus berdenyut dengan hebat.
"aaa sa...kit.." lalu tak sadarkan diri, Kai ,Oma Mira dan bi Eni panik melihat Jihan pingsan.
Tak pikir panjang Kai mengangkat tubuh Jihan lalu membopong Jihan keruangan nya.
Dengan langkah cepat dan rasa khawatir yang menjalar dihati dan pikiran Kai.
__ADS_1
"gue minta Lo kuat" dengan suara gemetar berjalan menyusuri koridor rumah sakit.
Kebetulan ia berpapasan dengan dokter Sinta ,dia langsung mengikuti Kai menuju ruangan Jihan dengan 1 suster yang selalu stay mengikuti Dokter Sinta.
Dokter Sinta membuka pintu dan terlihat didalam ruangan ada Zidan dan Ami yang duduk di sofa menunggu Kai dan Jihan kembali keruangan.
Zidan dan Ami syok mendapati putri mereka dibopong oleh Kai sedang tak sadarkan diri.
Perlahan Kai meletakkan tubuh Jihan diatas brangkar dengan hati-hati.
Zidan,Ami ,dan Kai diminta menunggu diluar ruangan supaya dokter serta suster yang akan menangani pasien.
Mereka bertiga menurut lalu keluar dari ruangan dengan langkah berat Ami , Zidan dan Kai meninggalkan Jihan.
Suster langsung memasangkan alat bantu pernapasan, monitor serta dokter memeriksa kondisi detak jantung Jihan yang menurun.
"dok kondisi pasien menurun"
Detak jantung Jihan terus menurun.
Dokter memeriksa mata Jihan,lalu memeriksa infus yang masih berjalan namun lebih lambat seperti tubuh Jihan sudah tak mau menerima cairan infus tersebut.
Dokter dan suster terus berkutat memeriksa keadaan Jihan .
________
Didepan ruangan.
Mereka bertiga mondar-mandir ke sana ke mari berdiri,duduk.
Ami menangis tangan nya gemetar , Zidan yang melihat Ami pun tak tinggal diam ia langsung memeluk tubuh istrinya supaya tenang.
Hanya nama Jihan yang selalu muncul di otak dan hati Kai saat ini.
Bahkan ia sudah tak perduli dengan kondisi tubuhnya yang kurang istirahat belakang ini karena selalu menjaga Jihan dirumah sakit.
Sampai ia lupa pulang, Kai duduk menengelamkan wajah nya dibalik katupan tangan nya.
Zidan menepuk-nepuk punggung istrinya dengan lembut supaya ia kuat walaupun dirinya juga merasa khawatir yang amat besar.
________
Dalam ruangan.
"dok kondisi pasien drop"
Maaf baru up lagi ,mari kita saling support.
**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂.
__ADS_1
Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍**.