
Jihan mengakhiri video,tak terasa Kai meneteskan air mata .
Kai menghapus air mata nya dengan kasar, masih tetap mematung tak bergerak.
"Han gue yakin Lo pasti sembuh,gue akan selalu ada untuk Lo" gumamnya lirih diiringi isakan lirih.
Kai menutup mulutnya dengan tangan karena takut menganggu pasien yang sedang beristirahat.
"mas,apa kau baik-baik saja?" tanya security yang sedang patroli kesetiap koridor rumah sakit.
Kai mendongak kan kepala sambil menghapus air matanya.
"oh aku tidak apa-apa" mencoba tersenyum,namun ia tak bisa menutupi rasa sedihnya.
"saya tau mas pasti lagi sedih karena orang yang mas cinta sedang sakit kan"
"iya" jawabnya singkat, pak security duduk disampingnya.
Menepuk-nepuk punggung Kai supaya sabar dan selalu berdoa.
Kai tersenyum lalu mengangguk kan kepala.
"terima kasih pak saya sudah sedikit tenang" diiringi senyum tipis terukir di bibir Kai.
"baiklah saya pamit mau keliling dulu, jangan bersedih dia butuh doa bukan air mata yang terus mengalir dari orang disekitarnya" pungkasnya beranjak dari tempat duduk lalu melangkah pergi meninggalkan Kai .
Suasana dirumah sakit saat malam hari sangat sunyi, apa lagi didepan ruang IGD .
"sungguh mataku tak bisa tertidur bagaimana ini"keluh Kai berusaha memejamkan matanya namun tak kunjung terpejam.
Kai meraih handset serta ponselnya, memasang handset kedua telinga nya lalu menyalakan musik.
Rekaman suara Jihan waktu kemarin dikampus.
Perlahan ia mulai memejamkan mata hingga tertidur dengan posisi duduk sembari memeluk tas ransel miliknya.
_____________
Akhirnya ia terjun ke dunia mimpi.
Kai berdiri di sebuah ruangan yang kosong serta gelap.
Ia terus berjalan mencari jalan keluar namun nihil pintu keluar tak kunjung ia temukan.
Di keadaannya sedang bimbang tiba-tiba ada suara yang tak asing baginya.
Suara itu lembut, menenangkan hati ,dan tiba-tiba hatinya terasa hangat ketika mendengar suara tersebut . Ia langsung mencari dimana orang yang memanggil nya.
Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan hingga tak tertinggal satu sudut ruangan yang tak ia lihat.
"Kai "panggil nya lagi, Kai lagi-lagi belum menemukan dari mana suara itu muncul dan siapa yang memanggil dirinya.
__ADS_1
"siapa, dimana kamu berada tolong muncullah kehadapan ku jangan buat aku menduga yang tidak-tidak" jawab Kai dengan raut wajah penasaran.
"Kai aku disini" suara itu kembali muncul.
Kai langsung membalikkan badannya dan mendapati seorang wanita cantik mengenakan baju putih serta bersinar ,rambut panjang berwarna hitam tergerai menutup hingga ke payudara.
Bibirnya serasa kelu untuk memanggil nama wanita yang didepan nya.
Tak terasa senyuman manis terukir di bibir keduanya, Kai tetap dalam posisi tak bergerak maju atau mundur .
Ia benar-benar tertegun melihat Jihan yang sedang tersenyum manis kepada dirinya.
Jihan menghampiri Kai yang masih mematung, mendekati Kai dan sekarang mereka sudah berdiri berhadapan dengan jarak yang tak jauh.
"kenapa apa kamu tidak rindu dengan aku?"
"aku sangat merindukan mu tolong jangan pergi, semua orang sedang menunggu mu maka ikutlah denganku" titah Kai lalu mengengam tangan Jihan karena tadi dia refleks.
Kai memandang wajah Jihan dengan sendu,namun Jihan hanya tersenyum.
"aku mohon" Kai ingin bersujud agar Jihan tak pergi ,namun dengan cepat Jihan menghentikan Kai dan tetap mensejajarkan tubuh nya dengan Kai.
Lagi-lagi Jihan tersenyum manis.
Kai langsung memeluk tubuh Jihan dengan erat, rasanya ia ingin menangis saat ini.
Jihan masih dengan senyum manis mengusap punggung Kai dengan lembut.
"jangan tinggalkan aku,aku sangat mencintaimu" sembari melepaskan pelukan nya.
Diambang pintu yang penuh dengan sinar terang, terlihat ada empat orang sudah tua yaitu 2 nenek dan 2 kakeknya Jihan berdiri di ambang pintu tersebut.
Jihan tersenyum kearah nenek dan kakek nya dibalas senyum oleh mereka.
"kembalilah sayang kamu belum saatnya ikut kakek dan nenek , jagalah ibu dan ayah mu mereka masih sangat menyayangimu dan membutuhkan mu" ucap sikakek disebrang pintu.
"iya Han ikut lah dengan nya kamu belum pantas ikut kami" sahut kakek satu nya.
Jihan berbalik memandang wajah Kai yang masih setia memohon agar ia tak pergi .
Kai mengulurkan tangan untuk Jihan, Jihan masih bimbang.
Jihan tersenyum kepada kakek dan neneknya setelah itu ia membalikkan badannya lalu membalas uluran tangan Kai .
Senyum manis terukir di bibir keduanya, Jihan menengok ke arah kakek dan neneknya masih setia memandangi dirinya.
"ayo"ajakan Kai diangguki oleh Jihan mereka mulai melangkah kan kaki menuju asap yang mengepul.
__________
Kai langsung terbangun dari tidurnya, lalu beranjak dari tempat duduk menghampiri pintu masuk ruangan IGD .
__ADS_1
Ternyata masih sama Jihan belum tersadar ,raut wajahnya kembali bersedih lalu ia terduduk di kursi sembari mengacak-acak rambut nya dengan kasar.
Adzan subuh sudah berkumandang,ia memutuskan untuk pergi ke mushola untuk menunaikan salat subuh.
Waktu berjalan begitu cepat.
Jam menunjukkan pukul 07:00 Kai masih terduduk di kursi depan ruangan dengan wajah yang masih seperti kemarin.
ponsel miliknya berdering tertera nama mama , perlahan ia menekan tombol hijau dan mulai berbincang dengan Yuni yang ada disebrang telepon.
"assalamualaikum" sapa Ami dan Zidan yang sudah sampai di rumah sakit.
"wa'alaikum salam paman bibi"
jawab Kai dengan sopan.
"ma kalau mau kesini tinggal kesini aja , udah dulu ya ma" lalu mengakhiri panggilan sepihak dengan Yuni yang masih ingin berbicara.
"kenapa dimatikan memang sudah selesai kamu ngobrol sama mama Yuni" ucap Ami yang duduk di samping Kai.
"biasa bi kalau dilanjutkan nanti banyak pertanyaan"
"kamu pasti belum sarapan ini bibi buatkan nasi goreng spesial buat kamu" mengulurkan sebuah kotak makanan kepada Kai.
Kai melihat isi kotak lalu memakannya ,namun setelah tiga suap perutnya sudah terasa kenyang.
Ia menutup kotak makanan tersebut lalu meminum jus yang dibawakan oleh Ami.
"kenapa masakan bibi tidak enak ya?"
"masakan bibi enak tapi perut Kai sudah kenyang dan sedikit mual"
jawab Kai.
"semalam kamu tidur apa tidak jangan-jangan kamu masuk angin" titahnya dengan khawatir.
"tidak kok bi cuma mual dikit nanti juga sembuh,oh ya dokter lagi periksa keadaan Jihan dari tadi belum keluar-keluar"
"semoga tak terjadi apa-apa dengan Jihan, kita doakan saja yang terbaik untuk kesembuhan Jihan" ujar Zidan dengan tenang.
Ami dan Kai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Akhirnya dokter keluar dari ruangan.
"bagaimana kondisi Jihan dok?"tanya Ami dengan cemas.
"kondisi pasien saat ini......."
**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit ya 🙂.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂.
__ADS_1
Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍
Ayo semangat terus nulisnya 💪💪💪💪😀😀😀**