JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 29


__ADS_3

"Lo harus bahagia terus kalau pun ada masalah jangan pernah Lo nyerah ok" ujar Kai diiringi senyum manis terukir di bibir Kai.


"gitu doang" jawab Jihan karena mana ada hukuman seperti itu.


"sama Lo harus buatin gue sarapan setiap pagi setelah Lo sembuh" timpal Kai lagi.


"ok siapa takut deal" mereka berdua berjabat tangan dengan senyum yang mengembang diwajah keduanya.


"permisi maaf menganggu sebentar, saya mau periksa kondisi Jihan" titah dokter yang sudah berdiri disamping Kai bersama satu suster.


Kai menyingkirkan diri sedikit menjauh dari Jihan , mengamati dari kejauhan dokter memeriksa detak jantung,infus serta suster mengecek monitor yang masih terus memantau perkembangan kondisi Jihan.


"semua stabil dok"


"catat semuanya nanti taruh di meja kerja saya"


"baik dok"


Seusai memeriksa keadaan Jihan dokter dan suster keluar dari ruangan meninggalkan Kai dan Jihan.


______


Didepan ruang IGD.


Ami dan Zidan sedang menunggu kabar dari dokter.


Setelah dokter keluar Zidan langsung bertanya kondisi Jihan apa sudah membaik.


"kondisi Jihan sudah membaik dan nanti akan segera dipindahkan ke ruang rawat" jawaban dokter Sinta membuat Ami dan Zidan bernafas lega.


Dokter Sinta melangkah kan kaki meninggalkan mereka berdua.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan terlihat Jihan sedang tertawa karena ulah Kai.


"gimana keadaan kamu sayang,apa ada yang sakit?"


"gak Bu aku baik-baik saja dan sehat" jawab Jihan dengan senyuman yang tak luntur dari bibir.


Ami mencium kening Jihan lalu mengusap kepala Jihan dengan lembut.


Keesokan harinya.


Jihan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap ,kini hanya Kai yang menemani Jihan karena Ami dan Zidan masih ada dirumah.


"Kai belum bangun, kayaknya dia kecapean nungguin gue" gumamnya karena mendapati Kai masih terlelap di atas sofa dengan wajah kelelahan.


Sedangkan Jihan sudah terbangun dari tidur dan duduk di atas ranjang.


Ia bingung mau ngapain karena suster belum keruangan nya mungkin karena ini baru pukul 05:00.


Mencoba tertidur lagi tetapi matanya sudah tak mau dipejamkan.


Jihan memutarkan bola matanya mencari sesuatu agar ia tak bosan.


Meraih tas miliknya diatas nakas.

__ADS_1


Membuka dan meraih laptop serta ponsel miliknya.


Jari-jemari Jihan mengetik kibord laptop dengan cepat.


Mencari film yang bagus karena ia sangat jenuh jika tidak melakukan apapun.


"harusnya ada snack buat nemenin gue nonton film" gumam Jihan sembari menyender di samping ranjang.


Kai merilekskan otot-otot tubuh nya dan mengedarkan pandangan matanya .


Menyesuaikan sinar lampu yang begitu terang. "Jihan Lo udah bangun,kok gak bangunin gue?" mengedipkan matanya karena masih merasa sedikit mengantuk.


"gue gak tega bagunin Lo ,pulas banget tidurnya" jawab Jihan.


"gue keluar dulu ya mau cari sarapan" hendak beranjak dari tempat duduk namun Ami dan Zidan tengah berdiri di ambang pintu.


"assalamualaikum selamat pagi" sapa Ami dan Zidan kepada Jihan dan Kai yang membalas dengan senyuman manis mereka.


Kai mencium punggung tangan Ami dan Zidan ,setelah itu Jihan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Ami meletakkan 2 kotak makanan diatas nakas, Kai kembali duduk bersama Zidan.


"ini ibu bawain bubur ayam spesial buatan ibu, dan ini untuk Kai nasi goreng spesial" mengeluarkan kotak makanan ke pada Kai.


"makasih bibi,tau aja kalau perut Kai udah keroncongan"diiringi cengiran .


Kai langsung membuka kotak makanan tersebut , matanya berbinar mendapati ada telur ceplok favorit nya serta selada,mentimun .


"Ibu suapin ya" mengulurkan satu sendok bubur ke mulut Jihan.


"emmm enak masakan ibu memang the best" Jihan mengacungkan dua jempol tangan nya.


"emang masakan bibi selalu jadi favorit aku kalau ketemu bibi" pungkas Kai karena merasakan masakan Ami yang tak berubah sedari dulu.


30 menit berlalu.


Suster masuk membawa nampan berisi makanan rumah sakit.


"maaf ini sarapan untuk pasien"meletakkan di nakas.


"maaf sus saya sudah makan" jawab Jihan karena perutnya sudah kenyang.


"saya sudah menayakan ini kepada dokter Sinta jika Jihan boleh memakan bubur buatan sendiri" timpal Ami.


"oh baiklah kalau begitu,makan saja buah yang tersedia" ujar suster lalu keluar dari ruangan.


"assalamualaikum" ucap seorang cowo yang masuk kedalam ruangan.


"wa'alaikum salam masuk Dika " ucap Ami diiringi senyum manis.


Dika masuk ke dalam ruangan dengan senyuman yang selalu mengembang dibibirnya.


Dika mencium punggung tangan Ami dan Zidan serta bertos ala-ala Kai dengan Dika.


"Dika Celsi dimana kok gue gak liat dia dari kemarin?" tanya Jihan karena tak melihat Celsi menjenguk nya sedari kemarin.

__ADS_1


"Jihan lagi ada urusan sama keluarga, jadi gak bisa kesini" jawab Dika .


Jihan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Kai pamit keluar sebentar untuk membeli sesuatu.


Dengan senyum manis terukir di bibir Kai ia menyusuri koridor rumah sakit dengan santai.


Hingga ia tiba didepan ruangan dokter Raffi , ia melihat 2 orang wanita masuk ke dalam ruangan.


Terlihat dari belakang seperti ia kenal postur tubuh salah satu wanita tersebut.


Awalnya ia kepo namun Kai memilih melanjutkan perjalanan nya, mungkin saja hanya mirip.


Setelah selesai membeli kopi capuccino ,Kai kembali menuju ruangan Jihan sembari menenteng 1buah paper bag yang berisi beberapa kopi capuccino.


Pandangan matanya kembali menangkap 2 wanita tadi yang baru saja keluar dari ruangan dokter Raffi.


Namun wajah salah satu wanita itu tak terlihat jelas membuat Kai semakin penasaran.


Dia memutuskan untuk mengikuti orang yang bersama dokter Raffi yang sedang berjalan menuju salah satu ruang rawat inap.


Dengan mengendap-endap Kai mengikuti dari belakang.


Sesekali bersembunyi kala ada salah satu dari mereka menengok ke arah belakang.


Mereka tengah sampai diruang rawat inap, ada tulisan diatas pintu.


Ruang rawat inap melati.


Pintu nya tak terlalu tertutup jadi Kai bisa mengendap-endap untuk mendengarkan percakapan mereka.


"kondisi jantung nya semakin memburuk jika tidak dipasang ring " ucap dokter Raffi yang terdengar hingga ketelinga Kai .


"lalu bagaimana dok ,saya tidak mau kehilangan putri tunggal saya. Karena hanya dia harapan saya" tutur seorang wanita dengan suara bergetar.


"non ayo bangun non ,bibi kangen sama non kasian nyonya dia sayang banget sama non"


"saya yakin jika dia pasti kuat karena Allah tak pernah tidur jadi tetaplah berdoa yang terbaik untuk dia.


titah dokter Rafi .


Mereka melangkah keluar ruangan dengan segera Kai berlari lalu bersembunyi di balik tanaman yang ada di sudut pintu.


Kai berjongkok dan memejamkan matanya karena takut ketahuan.


Serasa sudah aman Kai berdiri melangkah dan membuka pintu.


Perlahan terlihat jelas dari ambang pintu seorang wanita terbaring lemah diatas ranjang.


**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂🙂🙂.


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍.

__ADS_1


Semangat 💪💪💪💪💪**


__ADS_2