JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 23


__ADS_3

Malam pun telah berganti,sinar mentari menembus korden jendela .


Seorang lelaki terbangun dari tidurnya , terduduk di tepi ranjang sembari mengumpulkan nyawa.


Setelah dia rasa nyawa nya sudah terkumpul beranjak dari tempat duduk melangkah menuju kamar mandi.


Hanya terdengar suara gemericik air shower yang mengguyur dari ujung kepala hingga ujung kaki.


__________


Rumah Zidan.


Pagi-pagi keluarga Zidan sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.


Ami mengambil kan nasi serta lauk pauk ke piring Zidan, dengan senang hati Zidan menerima.


Jihan tersenyum bahagia melihat wajah kedua orang tuanya saling senyum.


"Bu nanti aku antar kamu cek up ya"


"emang nya ayah gak kerja,ibu bisa sendiri kok yah kan ibu udah kuat" jawab Ami karena takut menganggu pekerjaan suami nya.


"ayah udah izin tadi jadi nanti aku yang antar" Kata Zidan dengan senyuman manis, Ami menuruti saja karena ia juga bahagia bisa diantar cek up.


"maaf ya ayah , ibu aku gak bisa ikut soalnya ada urusan dikampus"


"iya gak papa sayang,lagi pula lusa kamu wisuda kan" ujar Ami lalu mengelus pipi putri tunggalnya.


Jihan tersenyum manis, mereka melanjutkan makan.


Seusai sarapan Jihan langsung pamit karena ia sudah dijemput oleh Kai.


Ami dan Zidan ikut keluar rumah mereka berdua akan ke rumah sakit.


__________


Kampus.


Mobil berwarna hitam terparkir tepat didepan para mahasiswa mahasiswi yang memang sengaja menunggu kedatangan Kai, Jihan,Dika, dan Celsi.


Mereka berempat adalah idola bagi kaum hawa dan kaum Adam.


Kaki Jihan melangkah keluar mobil bersama dengan Kai ,sontak semua berteriak histeris melihat Jihan dan Kai makin lama makin keren dan cocok menjadi pasangan couple.


"wah Kai ganteng banget" ucap seorang mahasiswi.


"udah ganteng ,baik, perhatian, penyayang, anak nya orang berada paket komplit"timpal lainnya.


"Lo sadar diri napa muka Lo aja pas-pasan masa naksir sama J


Kai, Kai itu jodoh gue" ujar nya.


"gila-gila cantik banget man ,makin keren aja sumpah"kata mahasiswa yang sedari tadi tak memalingkan pandangan ke arah lain.

__ADS_1


"Hay " sapa seorang lelaki yang menghampiri Jihan dan Kai dengan cara menghadang dari depan.


Jihan dan Kai menghentikan langkahnya, Jihan melihat orang didepan nya sedikit aneh.


"H-hay " jawab Jihan dengan ragu.


"Kenalin gue Riko anak fisika" sembari mengulurkan tangan.


Dengan ragu Jihan membalas jabatan tangan Riko ,namun tak kunjung Riko lepas tangan Jihan.


Riko senyum-senyum sembari memandangi wajah Jihan yang sedikit meringis karena makin lama tangan sakit.


Riko mengenggam tangan Jihan kuat , Kai melirik Jihan yang meringis langsung melepaskan tangan Riko dan Kai membawa Jihan pergi.


"Lo gak papa tangan Lo gima...." Jihan meletakkan jari telunjuk nya di tengah-tengah bibir Kai, sontak Kai langsung berhenti bicara.


"gue gak papa tadi cuma sedikit nyeri,dia jabat tangan gue kaya mau diremes"


"Selamat pagi semua" teriak dosen didepan papan tulis, padahal Jihan dan Kai tidak tau kapan dosen masuk.


"pagi " jawab seisi kelas dengan kompak.


Penjelasan Bu Linda sudah berakhir, tak terasa waktu menunjukkan pukul 12:00 siang.


"Selamat menempuh karier dalam hidup kalian semoga sukses ,bisa bahagia kan kedua orang tua, jangan lupa kan saya" pesan Bu Linda karena harus melepaskan murid yang sudah ia anggap seperti keluarga.


Bu Linda merapikan beberapa buku lalu melangkah keluar kelas.


Sesampainya di ambang pintu masuk Jihan melihat Dika dan Celsi sedang tertawa sembari bercanda.


Ada rasa bahagia tapi juga ada rasa sedih dihati Jihan karena melihat Dika tertawa lepas bukan dengan dirinya.


Tiba-tiba dada Jihan terasa nyeri ia mencoba menahan namun semakin lama semakin sakit.


Kaki Jihan terasa berat untuk melangkah , badan nya terasa lemas, kakinya bergetar.


Kai yang mengandeng tangan Jihan merasa jika tangan Jihan dingin,Kai melihat wajah Jihan nampak pucat .


"Han Lo kenapa muka Lo pucat banget Lo sakit ya?"


Jihan belum menjawab pertanyaan Kai ia semakin lemas dan pingsan dengan sigap Kai menangkap tubuh Jihan supaya tak terjatuh kelantai.


Dengan segera Kai membopong tubuh Jihan menuju mobil, pemandangan itu disaksikan oleh banyak pasang mata.


Mungkin karena mereka berdua asik berbincang Dika dan Celsi tak tau jika Jihan pingsan.


Kai meletakkan tubuh Jihan disamping kemudi dengan lirih, lalu ia duduk dan menancap pedal gas menuju rumah sakit terdekat.


Bibir Kai gemetar, perasaan nya campur aduk antara khawatir, cemas melihat keadaan Jihan yang sedang pingsan dan tak kunjung terbangun.


Akhirnya ia tiba didepan rumah sakit,Kai keluar dari mobil lalu memanggil beberapa suster yang membawa brangkar.


Kini Jihan tertidur di atas brangkar dan didorong oleh 2 suster serta Kai menuju IGD.

__ADS_1


Raut wajah Kai begitu cemas .


"maaf anda tunggu disini saya dan dokter yang akan menangani pasien" titah seorang suster sembari menutup pintu masuk.


"tapi sus saya ingin menemani Jihan"


"mohon pengertiannya anda tunggu disini , permisi"


Pintu tertutup rapat Kai menarik nafas nya gusar, duduk di kursi depan ruangan sembari menenggelamkan wajahnya di balik katupan tangan.


Rasa gelisah dihati Kai semakin lama semakin bertambah, membuat nya tidak tenang.


Kai beranjak dari tempat duduk mondar mandir kesana kemari mencoba mengintip tapi nihil pintu nya tidak ada lubang untuk mengintip keadaan didalam ruangan.


Mondar-mandir,duduk, berdiri entah sudah berapa kali Kai melakukan itu.


Dan akhirnya dokter keluar setelah 30 menit memeriksa keadaan Jihan.


Kai langsung menghampiri dokter yang berdiri di depan pintu masuk.


"dokter bagaimana keadaan Jihan, apa dia baik-baik saja, tidak ada yang serius kan" tanya Kai bertubi-tubi hingga tak memberi celah dokter menjawab.


"apa anda bisa tenang ini rumah sakit bukan pasar, sebaiknya anda ikut keruangan saya ada yang mau saya sampaikan"


Kai mengikuti dokter Sinta dari belakang.


Kai semakin khawatir apa yang terjadi dengan Jihan mengapa dokter tidak memberi tau kan didepan ruangan Jihan.


"silahkan duduk"


Kai duduk bersebrangan dengan dokter Sinta.


30 menit kemudian.


"dok ini hasil lep nya sudah keluar" seorang suster memberikan amplop.


"baiklah ini hasil lep nya silahkan dibuka"


Dengan ragu Kai menerima amplop itu, membuka nya perlahan mengambil kertas yang berada di dalam.


"apa maksudnya ini dok?,saya gak faham" ucap Kai kala melihat tulisan hasil akhir.


"baiklah saya jelaskan"


Setelah dokter Sinta menjelaskan Kai langsung tertegun ,syok tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh dokter.


"tapi masih bisa sembuh kan dok?" tanya Kai dengan suara bergetar.


**Jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂.


Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik 👍👍👍👍**.

__ADS_1


__ADS_2