JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 14


__ADS_3

"tidak Kai ini teman saya"jawab Jihan diiringi senyum.


"kakak kenapa gak sama kak Kai aja ,dia orang nya baik sama kaya kakak berhati lembut"


"serius kami serasi ,apa persamaan kami?"tanya Kai kepada Denis Noval berusia 8 tahun namun kecerdasan nya tak bisa diremehkan.


"wajah kalian mirip dan hati kalian begitu menyayangi kami anak yatim-piatu yang tak punya ayah ibu" raut wajah Denis berubah sedih kala menyebut nama "ayah ibu".


Jihan menakup wajah Denis , seperti nya Denis bersedih karena sejak ia kecil ia tak pernah melihat ibu atau ayah kandungnya sendiri.


Jihan duduk menyamakan posisi tubuh Denis yang belum terlalu tinggi.


"jangan bersedih semua orang yang ada disini sayang banget sama Denis"


Kai ikut duduk lalu memegang pundak Denis menghadapkan wajah Denis supaya menatap mata Kai.


"iya kami semua sayang sama Denis jadi jangan sedih ,lebih baik kamu ajak teman-teman bermain ya . Jangan bersedih tersenyum lah"


Denis tersenyum tipis ,Kai tersenyum manis yang menular pada Jihan yang ikut tersenyum manis.


Tak mereka sadari waktu menunjukkan pukul 20:30 waktu salat magrib tinggal setengah jam lagi,Kai pamit pulang karena ia harus mengantar kan Jihan sampai dirumah ,dan menjelaskan alasan mereka bisa telat pulang.


Sebelum pulang Kai berswafoto dengan ibu panti dan para anak-anak disana serta Jihan .


"Assalamualaikum"ucap Jihan dan Kai bersamaan, anak panti dan ibu panti mengantar mereka didepan pintu masuk sampai menunggu mobil Kai tak terlihat lagi.


Mereka masuk kedalam panti dengan tawa dan rasa bahagia karena Kai telah lama tak menjenguk mereka dipanti.


_________________


Mobil berwarna hitam mulai memasuki pekarangan rumah yang bergaya minimalis.


Keduanya keluar dari mobil,Kai ikut mengantar Jihan kedalam rumah karena ia mengantar Jihan telat.


Baru Jihan mau mengetuk pintu ,pintu sudah dibuka terlihat Zidan berdiri diambang pintu dengan ekspresi wajah datar.


Jantung Kai berdegup begitu kencang lebih kencang dari pada ia jatuh cinta.


Jihan mencium punggung tangan ayahnya diikuti Kai yang juga mencium tangan Zidan dengan hormat dan sopan.


"dari mana kenapa pulang semalam ini?"


"maaf yah aku dari...."


"kami dari panti asuhan paman,tolong jangan marahi Jihan ini semua salah aku karena aku yang mengajak Jihan kepanti" penjelasan Kai sedikit meredam kan suasana yang tadinya memanas sekarang berubah menjadi dingin.


"owh,nama pantinya apa boleh paman tau?"

__ADS_1


Kai merogoh ponsel lalu memperlihatkan foto dan waktu foto itu diambil.


Zidan tersenyum lebar, keduanya kompak heran kenapa Zidan berubah tersenyum padahal tadi seperti mau memarahi Kai dan Jihan.


"kamu memang anak yang jujur dan bertanggung jawab Kai , terima kasih telah menjaga anak tunggal paman dengan baik"dengan senyum lalu menepuk pundak Kai .


Awalnya Kai bingung namun akhirnya mengerti jika Zidan hanya mengetes dirinya saja. Jihan bernafas lega karena biasanya ia pulang jam 17:00 dan ini sudah lewat beberapa jam.


Ia merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Kai bertanggung jawab, menghibur,jujur,perhatian membuat nya nyaman dekat dengan Kai.


"beruntung sekali wanita yang akan menjadi pendamping Kai kelak,pasti mereka sangat bahagia dengan tingkah lakunya yang terkadang bobrok,romantis, perhatian paket komplit"batin Jihan sembari tersenyum sendiri dan memandang wajah Kai sampai tak berkedip.


"Han Lo kenapa,ada yang aneh atau apa gitu . Atau ada yang menempel dikepala,baju"


"gak ada ,Lo pulang aja udah malam istirahat, terima kasih udah anterin gue pulang sama udah ngajak gue kepanti gue jadi happy lagi"


"gue diusir, jahat bener dah Lo ngusir cowo tampan kaya gue"


"gak ngusir nanti Lo dicariin Tante Yuni"


Kai tersenyum mulai melangkah ke depan mobil lalu melambaikan tangan ke arah Jihan,Jihan membalas lambaian tangan Kai diiringi senyum manis yang terukir diwajahnya yang cantik.


"ayo anak ayah masuk udah malam udaranya dingin,ibu nunggu kamu dimeja makan dari tadi"


ucapan Zidan langsung membuat Jihan berlari menghampiri sang ibu yang sedang duduk dikursi meja makan.


Setibanya di sana terlihat Ami tersenyum manis kala mendapati jihan sudah berada di hadapan nya.


"Bu biar aku ambil sendiri lebih baik ibu duduk biar Jihan yang ambil buat ibu" Jihan berdiri lalu mengambil nasi ditaruh kepiring ibunya serta lauk pauk yang bergizi.


Setelah itu ia ambil untuk dirinya sendiri karena si ayah sudah diambilkan oleh Ami .


Mereka makan dengan hikmat hanya terdengar suara sendok dan piring yang bertabrakan.


Jihan tersenyum bahagia karena beberapa hari yang lalu ia tak makan bersama seperti malam ini.


Jihan sangat bersyukur ternyata dibalik musibah ada hikmah yang bisa kita petik.


Dengan adannya Ami sakit Zidan dan Jihan tak ingin jauh-jauh dari Ami walaupun itu hanya 1detik. Namun rasa itu harus mereka pendam karena ada aktifitas yang harus dijalani.


"aku sangat bahagia ibu sama ayah bisa makan bareng lagi sama aku, kalian sehat-sehat ya" senyuman manis tak luntur dari bibir Jihan.


"ayah juga bahagia ibu bisa hadir ditengah-tengah keluarga dan memasak makanan favorit ayah sup buntut" ujarnya sambil tersenyum.


Ami tersenyum ia sangat bersyukur memiliki Jihan dan Zidan yang selalu ada untuk nya.


Dan mereka yang menjadi semangat untuk sembuh dari sakit .

__ADS_1


Selesai makan mereka masuk kekamar masing-masing,Zidan bersama Ami dan Jihan kekamar kesayangan.


Ruangan yang lumayan luas bercat putih,kasur empuk,meja rias,kamar mandi, jendela lantai 3 menyuguhkan pemandangan hijau.


Jihan membanting tas dan ponselnya kekasur, tangan Jihan meraih handuk lalu dibawa kekamar mandi.


20 menit berlalu ia tengah sibuk dengan laptop,jari jemari tangan Jihan menari diatas kibord laptop berwarna hitam diluarnya dengan casing berwarna biru.


Ponselnya berbunyi tanda notifikasi wa dengan segera ia meraih handphone milik nya.


Terlihat pesan dari Dika .


Dika


Han gue boleh tanya ke Lo.


Jihan


tanya apa.


Dika


apa yang ngebuat Celsi cinta mati sama mantannya?.


Jihan


Dia baik, romantis, perhatian, selebihnya gue gak tau.


Dan satu lagi Celsi sangat suka cowo bertanggung jawab dan bisa menghiburnya.


Dika


Makasih ya informasi nya.


Jihan


lo sama Celsi udah jadian?


Dika


lagi mulai buka hati doain ya ☺️.


Kenapa begitu sakit dihati Jihan mendengar Celsi dan Dika jadian.


Jihan mencoba fokus namun pikiran itu selalu menghantui hati dan otaknya.


Ponselnya berdering dengan segera ia menekan tombol hijau.

__ADS_1


**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit ya.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku**.


__ADS_2